LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Warga membakar dan merusak Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Desa Tanjungmas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Sabtu (9/5/2026) malam. Kemarahan warga diduga dipantik isu pencabulan pimpinan pondok terhadap santrinya.
Sebelumnya, warga meminta pimpinan pondok meninggalkan tempat. Namun, hingga batas waktu, pengasuh pondok tetap bertahan hingga memantik kemarahan warga, kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswan, Minggu (10/5/2026),
Polisi telah mengamankan satu pelaku perusakan yang diduga provokatornya pembakaran serta mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu gelas air mineral ukuran 200 ml berisi bensin, sepeda motor Honda Vario.
Kapolsek Mesuji Timur IPDA Andri Fernandes mewakili Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan bahwa pelaku yang diamankan berinisial AN (30), warga setempat.
Pemeriksaan awal, pelaku yang diduga memprovokasi warga untuk melakukan tindakan anarkis. Polisi telah membawa tersangka ke Mapolres Mesuji untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap penyebab dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa bermula pada Jumat sekitar pukul 12.30 WIB, usai Salat Jumat, warga Desa Tanjungmas Jaya berkumpul untuk membahas rencana pengembangan masjid desa mereka.
Namun, pembahasan kemudian beralih ke persoalan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dalam diskusi tersebut, warga menyoroti keberadaan Kiyai Muhammad Fajar Sodiq yang disebut tidak mengikuti kesepakatan sebelumnya, kata Ipda Andri dikutip dari laman Tribratanews Polri.
Warga kemudian berencana menyampaikan aspirasi secara langsung dengan didampingi oleh Bhabinkamtibmas. Upaya penyampaian aspirasi tidak membuahkan kesepakatan. Seiring berjalannya waktu, jumlah massa yang datang semakin banyak dan situasi menjadi tidak terkendali.
Sekitar pukul 19.00 WIB, aparat kepolisian bersama pihak kecamatan telah mencoba meredam situasi. Namun, kondisi justru semakin memanas hingga berubah menjadi aksi demonstrasi yang anarkis.
Sekitar pukul 23.00 WIB, massa mulai melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas pondok pesantren. Selain itu, massa juga berusaha mencari keberadaan Kiyai Muhammad Fajar Sodiq. Namun, yang bersangkutan telah lebih dulu diamankan dan diungsikan oleh aparat ke rumah warga.
Pasca kejadian, jajaran Polres Mesuji bersama Polsek Mesuji Timur melakukan berbagai langkah untuk menjaga situasi tetap kondusif. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain menyambangi tokoh masyarakat dan tokoh agama
Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi. Dia mengajak warga sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif agae tak terjadi lagi kejadian serupa.
AKBP Muhammad Firdau meminta warga menyerahkan semua permasalahan ini kepada pihak kepolisian dan menahan diri hingga proses hukum yang dilakukan aparat.
Kepala Desa Tanjung Mas Jaya, Suyanto mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang sigap mengatasi permasalahan. Dia memohon maaf atas insiden tersebut serta mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas. (Aan S)