HELOINDONESIA.COM -- Hingga Kamis (20/8/2026), tiga akademisi menyerahkan persyaratan penjaringan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung Periode 2027-2031. Mereka adalah (1). Prof. Warsito, (2). Dr. Budiyono; dan (3). Prof. Asep Sukohar:
1. Warsito dikenal dengan pengalaman akademik sekaligus birokrasi nasional-internasional,
2. Budiyono datang dari Fakultas Hukum dengan basis pengalaman tata kelola kampus,
3. Asep membawa pengalaman kedokteran, farmakologi, manajemen perguruan tinggi, serta organisasi profesi.
1. Prof. Warsito:
Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. menjadi pendaftar pertama. Ia menyerahkan berkas pada Selasa (18/8/2026).
Warsito bukan nama baru dalam struktur akademik Unila. Rekam jejaknya mencakup sejumlah posisi strategis di kampus, antara lain Ketua Jurusan, Kepala Pusat Kurikulum LP3M, Ketua Senat, hingga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Pengalamannya bahkan tidak berhenti di lingkungan kampus. Ia pernah mendapat penugasan sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Paris serta Deputi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Dengan angka kredit 1.050 dan pangkat golongan IV/e, Warsito membawa modal pengalaman akademik dan birokrasi yang cukup panjang ke arena Pilrek.
Saat mendaftar, ia menyatakan pencalonannya merupakan bagian dari tanggung jawab untuk ikut menjaga marwah akademik dan mendorong transformasi Unila. Ia juga mengajak sivitas akademika yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam kontestasi tersebut.
Sebelumnya, Warsito juga mengusung gagasan “Mulang Tiyuh”, sebuah pesan yang diarahkan pada pengabdian dan kontribusi Unila bagi pembangunan daerah.
2. Dr. Budiyono
Sehari setelah Warsito, giliran Dr. Budiyono, S.H., M.H. menyerahkan berkas pendaftaran, Rabu (19/8/2026).
Dosen Fakultas Hukum Unila tersebut memiliki latar belakang keilmuan Hukum Tata Negara dan saat ini tercatat sebagai Lektor Kepala. Pendidikan S1 dan S2 ditempuh di Unila, sedangkan gelar doktor diraih dari Universitas Padjadjaran pada 2012.
Budiyono juga memiliki pengalaman manajerial di lingkungan fakultas. Pada 2025, ia dilantik sebagai Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Fakultas Hukum Unila, bagian dari jajaran pejabat struktural fakultas yang diperbarui dalam penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja Unila.
Menariknya, pendaftaran Budiyono mendapat sambutan cukup kuat dari lingkungan kampus. Ia datang ke sekretariat Pilrek dengan diiringi sejumlah mahasiswa dan dosen.
Dalam pernyataannya, Budiyono menekankan pentingnya menjaga suasana Pilrek tetap sejuk dan berintegritas.
Ia secara khusus mengingatkan agar kontestasi tidak dibayangi kampanye negatif maupun kampanye hitam. Gagasan yang dibawanya juga mengarah pada upaya menyatukan kekuatan sivitas akademika agar Unila semakin maju, berjaya di Lampung, tingkat nasional maupun internasional.
3. Prof. Asep Sukohar
Nama ketiga adalah Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., yang mendaftar Kamis (20/8/2026). Asep merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Unila dengan kepakaran Farmakologi dan Farmasi Klinis. Rekam jejaknya di Unila juga mencakup jabatan Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung. Latar belakangnya sebagai dokter, akademisi, guru besar, serta pengalaman manajerial membuat Asep memiliki jalur pengalaman yang berbeda dari dua kandidat sebelumnya.
Dari sisi pendidikan, Asep menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti pada 1995. Ia kemudian memperdalam bidang kesehatan dan farmakologi hingga menempuh pendidikan lanjutan di Universitas Padjadjaran, termasuk bidang farmako-onkologi.
Dalam pencalonannya kali ini, Asep membawa gagasan “Unila Excellent”. Ia menyatakan ingin mendorong percepatan transformasi Unila dan meningkatkan daya saing kampus.
Asep juga menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Pilrek bukan semata-mata pertarungan mendapatkan jabatan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk ikut mengembangkan Unila sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Lampung. (HBM)