✕

Langkapura 0 Point MTQ Kota Bandarlampung Camat Perlu Di Evaluasi

Rabu, 30 September 2026 15:08
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Kota Bandarlampung tahun 2026 di Lapangan Way Dadi, Sukarame, menyisakan perhatian tersendiri.Dari 20 kecamatan yang mengikuti ajang tersebut, Kecamatan Langkapura tercatat menjadi satu-satunya kecamatan yang tidak memperoleh poin, dengan raihan 0 poin.

Capaian tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses seleksi, pembinaan, persiapan, hingga pendampingan peserta MTQ di tingkat kecamatan.

Terlebih, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana sebelumnya menegaskan bahwa MTQ tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak kepada generasi muda sejak usia dini.

Menurut Eva, pembelajaran dan kebiasaan membaca Al-Qur’an penting dalam pembentukan karakter anak, termasuk menanamkan sikap menghormati dan menghargai orang lain.

“Dengan akhlak yang baik, insyaallah anak kita di mana saja mereka berada bisa memberikan hormat kepada semuanya. Mereka juga akan ditanamkan bagaimana caranya menghargai seseorang,” ujar Eva Dwiana usai membuka MTQ ke-55 Bandarlampung, Sabtu (26/9/2026).

Dalam konteks tersebut, raihan 0 poin Kecamatan Langkapura patut menjadi bahan evaluasi bersama.

Pertanyaannya bukan semata-mata mengapa Langkapura tidak meraih juara. Dalam sebuah kompetisi, menang dan kalah merupakan hal yang wajar. Yang lebih penting adalah melihat bagaimana proses pembinaan peserta dilakukan sebelum mereka tampil dalam MTQ.

Sebagai pemimpin wilayah, camat memiliki peran dalam mendorong koordinasi dan pembinaan berbagai kegiatan kemasyarakatan di wilayahnya. Karena itu, hasil MTQ ini dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana proses persiapan peserta telah dilakukan.

Misalnya, apakah seleksi peserta sudah dilakukan secara maksimal? Apakah pembinaan berlangsung secara berkelanjutan? Apakah peserta dan pembina memperoleh dukungan yang memadai? Serta apakah koordinasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, LPTQ dan unsur terkait telah berjalan optimal.

Namun, raihan 0 poin tentu tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Camat Langkapura gagal menjalankan tugasnya. Prestasi dalam MTQ merupakan hasil dari kerja banyak pihak, mulai dari peserta, pembina, LPTQ, kelurahan hingga pemerintah kecamatan.

Karena itu, capaian tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai bahan evaluasi bersama.
Apalagi MTQ tidak sekadar berbicara mengenai piala dan peringkat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an serta memiliki akhlak yang baik.

Masyarakat Langkapura pun berhak mengetahui bagaimana evaluasi pemerintah kecamatan terhadap hasil MTQ tahun ini dan langkah apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki pembinaan keagamaan di masa mendatang.

Nol poin seharusnya tidak berhenti sebagai angka di papan hasil pertandingan. Capaian itu dapat menjadi momentum introspeksi bersama: apakah pola pembinaan yang selama ini berjalan sudah optimal atau masih terdapat hal-hal yang perlu dibenahi.

Berikut daftar perolehan poin 20 kecamatan pada MTQ ke-55 Kota Bandarlampung 2026:
1.Sukabumi — 315 poin
2.Enggal — 225 poin
3.Rajabasa — 220 poin
4.Bumi Waras — 185 poin
5.Teluk Betung Selatan — 160 poin
6.Tanjung Karang Pusat — 160 poin
7.Tanjung Karang Barat — 125 poin
8.Tanjung Senang — 110 poin
9.Kedamaian — 90 poin
10.Teluk Betung Barat — 90 poin
11.Teluk Betung Timur — 80 poin
12.Panjang — 75 poin
13.Sukarame — 55 poin
14.Way Halim — 55 poin
15.Labuhan Ratu — 50 poin
16.Kemiling — 45 poin
17.Kedaton — 40 poin
18.Tanjung Karang Timur — 35 poin
19.Teluk Betung Utara — 15 poin
2p.Langkapura — 0 poin.(Hajim).

Berita Terkini