Andalkan Umah Wayang Kemukusan, Selakambang Sabet Juara I Gelar Desa Wisata Purbalingga 2023

Selasa, 1 Agustus 2023 07:13
Penyerahan hadiah kepada juara pada ajang Gelar Desa Wisata Purbalingga Tahun 2023

PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang, tampil sebagai juara I pada ajang Gelar Desa Wisata Purbalingga Tahun 2023. Even tersebut digelar bersamaan dengan Festival Gunung Slamet (FGS) ke-6 di Desa Wisata Serang Kecamatan Karangreja, Jumat – Minggu (28-30/7).

Selakambang yang punya ikon utama Umah Wayang Kemukusan itu meraih nilai 2.390, mampu menyisihkan tujuh desa wisata lainnya. Sementara juara II diraih Desa Wisata Tanalum, Kecamatan Rembang (nilai 2.323), dan Juara III Desa wisata Panusupan, Kecamatan Rembang (2.181).

Baca juga: Kenang Sejarah Desa, Warga Serang Purbalingga Gelar Perang Tomat

“Juara I dalam ajang ini, selanjutnya akan mengikuti gelar desa wisata tingkat Jawa Tengah yang akan berlangsung di Desa Wisata Pekunden, Kabupaten Banyumas,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno MSi usai penganugerahan, Minggu 30 Juli 2023.

Dijelaskan Prayitno, aspek penilaian pada gelar desa wisata ini mengacu pada penilaian yang dilakukan pada event yang sama tingkat Provinsi Jawa Tengah. Aspek penilaian meliputi profil desa wisata dan kelembagaan, paket wisata, atraksi seni dan budaya desa wisata, serta gelar produk dan stand pameran.

“Untuk aspek penilaian profil desa dan kelembagaan serta paket wisata, telah dilakukan satu bulan sebelumnya. Sedang aspek penilaian atraksi seni budaya, gelar produk dan stand pameran dilakukan pada Jumat – Sabtu (28-29/7) bersamaan dengan pelaksanaan Festival Gunung Slamet,” jelasnya.

Ditambahkan Prayitno, jumlah desa wisata di Purbalingga yang sudah memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati sebanyak 28 desa. Dari jumlah ini, sebanyak 10 desa mengikuti Gelar Desa Wisata Tahun 2023.

Baca juga: Jodohnya Bumbu Rujak, Berikut Manfaat Kesehatan Bengkoang yang Perlu Anda Ketahui

“Tahun ini, merupakan tahun pertama ajang Gelar Desa Wisata tingkat kabupaten, dan pada tahun 2024, semua desa wisata wajib untuk mengikuti Gelar Desa Wisata. Tahun 2024 kebetulan merupakan tahun keempat bagi sebagian besar desa wisata yang akan dievaluasi statusnya sebagai desa wisata. Jika masih memenuhi syarat dan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, maka SK-nya akan diperpanjang,” tambah Prayitno.

Prayitno melanjutkan, ajang gelar desa wisata sekaligus untuk evaluasi seberapa siap tidaknya sebuah desa untuk terus-menerus melayani wisatawan dan inovasi yang dilakukan dengan menelurkan paket wisata baru yang tidak monoton.

“Ajang gelar desa wisata ini sekaligus untuk ajang promosi bagi khalayak luas, apalagi kegiatannya dibarengkan dengan Festival Gunung Slamet yang dihadiri ribuan wisatawan,” lanjut Prayitno.

Museum Budaya


Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Selakambang, Kusno mengatakan desa wisata yang dikelolanya dengan ikon utama merupakan wisata tematik budaya yakni Umah Wayang Kemukusan.
Umah Wayang Kemukusan semula merupakan rumah biasa dengan gaya joglo kemudian disulap menjadi museum budaya khususnya aneka wayang.

“Paket wisata di Desa Wisata Selakambang antara lain paket wisata atraksi, paket wisata jalan situs budaya, paket wisata permainan anak dan paket bermain alat musik karawitan serta wayang,” kata Kusno yang juga pegiat seni desa setempat.

Kusno menambahkan, di Desa Selakambang juga ada petilasan bernama Watu Gong yang dikaitkan dengan alat musik gong. Pengaitan ini bukan tanpa sebab, adanya petilasan tersebut disimpulkan bahwa masyarakat Desa Selakambang senang mendengarkan dan memainkan alat musik gamelan.

“Hal ini juga tak terlepas dari banyaknya tokoh seniman karawitan dan pedalangan di desa ini,” imbuh Kusno. (Aji)

Berita Terkini