SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi warganya yang sangat antusias mengikuti lomba memasak nasi goreng khas Mbak Ita-panggilan akrab Wali Kota Semarang. Apalagi, bapak-bapak (suami) juga ikut membantu para istrinya.
‘’Tadi saya dapat cerita, demi ibu-ibu memasak nasi goreng, bapak-bapak rela bangun pukul tiga pagi. Saya ingin mengajak ibu-ibu untuk lebih gemar lagi memasak. Taglinenya adalah, memasak itu mudah,’’ ujar Mbak Ita.
Selain lomba memasakan nasi goreng, lomba lainnya adalah yel-yel terbaik. Lomba ini diselenggarakan sebagai rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke 78 di Kota Semarang. Final lomba akan dilakukan 27 Agustus 2023. Peserta yang memasuki babak final, akan dinilai oleh dewan juri di Jalan Pemuda Semarang, depan Balai Kota Semarang.
Saat ini masing-masing RT di seluruh Kota Semarang euforia membuat nasi goreng ala Mbak Ita, Wali Kota perempuan pertama di Kota Semarang. Seperti yang dilakukan Praba Putri (40) warga RT 02 RW 16 Kelurahan Tlogosari Kulon, sangat antusias membuat nasi goreng ala Mbak Ita.
Pasar
Persiapan sudah dilakukan sejak seminggu sebelum batas waktu. Mulai dari belanja bahan, memasak, sampai persiapan membuat yel-yel. Untuk belanja bahan, ibu dari empat putri ini membeli aneka kebutuhan bahan baku di pasar terdekat dan memanen beberapa tanaman yang ditanami warga.
Menurutnya, kegiatan ini sangat berdampak positif bagi warga. Ibu rumah tangga menjadi terampil membuat nasi goreng. Nasi goreng ini bisa dimasak untuk sarapan bagi anak-anak, suami dan keluarga. ''Nasi goreng adalah menu yang simpel untuk sarapan. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu menjadi lebih terampil lagi membuat nasi goreng,'' ungkapnya.
''Warga makin guyub saat membuat nasi goreng. Yang biasanya kami hanya bertemu saat pertemuan rutin PKK setiap sebulan sekali, dengan lomba ini kami berkumpul terus untuk membahas dan memasak nasi goreng yang enak,'' ujarnya.
Apalagi dalam membuat nasi goreng juga harus dalam bentuk video. Semua ibu- ibu belajar untuk membuat videonya. Mulai merekam, sampai mengedit video. Setelah itu, video nasi goreng dikirimkan melalui media sosial Instagram dengan hastag #kreasikulinerhut78 serta mention Wali Kota Semarang @mbakita.
Kebersamaan
Sementara itu, Aisyah Firdausa (33), warga Banyumanik Semarang menilai, program nasgor Mbak Ita adalah ide bagus untuk meningkatkan rasa kebersamaan serta gotong royong antar ibu-ibu di masing-masing RT. Selain hal itu, program ini juga menumbuhkan semangat berkompetisi dalam ranah yang positif sehingga para ibu memiliki semangat untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.
''Di sisi lain khususnya lingkungan saya terlihat antusiasme para bapak terutama share konten yg sudah dibuat dalam wujud support untuk istrinya, khususnya di wilayah RT06 RW VII Siroto Pudakpayung Banyumanik Semarang luar biasa,'' imbuh Firda.
Sri Wahyuningsih (56) warga RT 03, RW 01 Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur mengatakan, adanya lomba mesak nasi goreng ala Mbak Ita ini juga mengedukasi masyarakat tentang makanan yang bergizi. Selain itu, untuk menyajikan makanan bergizi yang enak juga tidak perlu biaya mahal, karena bahan-bahannya bisa ditemui di sekitar rumah. Apalagi kalau ada urban farming. (ADE)