Rawan Ambruk, Kepsek dan Guru SDN 3 Labuhan Ratu 1 Ngungsi Setiap Hujan

Jumat, 8 September 2023 18:48
Tinggal Ruang Kantor Kepsek dan Guru yang belum diperbaiki (Foto Khairuddin/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Rawan ambruk, Kantor kepala sekolah dan guru SDN 3 Labuhan Ratu Satu, Kecamatan Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur. Puluhan pendidik itu harus mengungsi jika hujan dan angin kencang.

Kepala SDN 3 Labuhan Ratu Satu Eka Triana Gani mengatakan dirinya baru sebulan menjabat kepala sekolah. Sebagai pimpinan, bersama Dewan Guru membenahi dan merapikan berbagai properti termasuk ruang kantor.

Sayangnya, ruang kantor yang menyatu dengan ruang kelas saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Kayu penyangga atap asbes telah lapuk ditambah lantai tegel telah rusak parah.

Baca juga: Mega Perintahkan Umar Ahmad Siapkan Saksi dan Mesin Partai

Khawatir bangunan tersebut ambruk terutama saat hujan deras disertai angin kencang, mereka pun harus mengungsi atau pindah ke ruang kelas.
"Kalau ruang kelas, Alhamdulillah semuanya telah menggunakan baja ringan. Tinggal ruang guru," kata Eka Jumat (8/9/2023).

Karena bangunan telah lapuk dimakan usia puluhan tahun, dirinya bersama guru berharap pemerintah secepatnya merenovasi ruang untuk menampung puluhan pendidik sekolah tersebut. Selain bangunan, pemerintah juga dapat memperbaiki lantai yang ada di enam ruang kelas.

"Kami berharap semoga pemerintah secepatnya memperbaiki sekolah kami. Apalagi jumlah anak didik sekarang ini hampir dua ratus siswa,"pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Timur Marsan berjanji akan meninjau sekolah yang bangunannya perlu direnovasi. Apalagi sepanjang tahun pemerintah terus menggelontorkan anggaran untuk membenahi sekolah di Lampung Timur.

Baca juga: Partai Peserta Pemilu Diminta Segera Buka Rekening Khusus Dana Kampanye

"Saya akan secepatnya mendatangi atau meninjau sekolah yang bangunannya harus direnovasi. Termasuk SDN 3 Labtu Wayjepara," ujar Marsan.

Pengamatan Helo Indonesia.Com, sejumlah sekolah dasar milik pemerintah di Kecamatan Wayjepara tutup akibat tak ada siswa. Sekolah dasar yang tutup sejak beberapa tahun lalu seperti SDN 2 Sumberejo, SDN 5 Labtu dan sejumlah sekolah lainnya. Akibat tutup, guru dan staf tata usaha pun harus pindah ke sekolah lain.

Minimnya calon siswa di sekolah dasar milik pemerintah disebabkan orangtua siswa lebih memilih sekolah swasta daerah itu. (Khairuddin)

Berita Terkini