Helo Indonesia

KontraS Sebut Ketiga Capres Belum Punya Visi Besar Dalam Penegakan HAM

Drajat Kurniawan - Nasional -> Politik
Kamis, 14 Desember 2023 11:55
    Bagikan  
Capres Anies Baswedan Dalam Sesi Debat yang Diselenggarakan KPU
Foto : Ist

Capres Anies Baswedan Dalam Sesi Debat yang Diselenggarakan KPU - (Ist)

HELOINDONESIA.COM - Debat perdana calon presiden (capres) pada Pilpres 2024, Selasa (12/12) lalu, mendapat tanggapan dan penilaian dari publik.

Topik debat pertama yakni pemerintahan, hukum Hak Asasi Manusia (HAM), pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, serta peningkatan layanan publik dan kerukunan warga.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menilai, waktu pemaparan yang terbatas membuat momentum tersebut kurang maksimal untuk mendalami program para capres.

Tak heran, dia juga menilai isu HAM belum sepenuhnya dibahas secara substansial. Pemaparan awal ketiga capres belum sepenuhnya menunjukkan komitmen terkait perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan HAM.

Baca juga: Prabowo Disebut Emosi, Pengamat : Lebih To The Point Merespon Lawan Debat

"Para capres pun belum sepenuhnya bisa memaparkan gagasan, visi-misi, dan program unggulan untuk menyelesaikan permasalahan HAM," kata Bagus di Jakarta, Kamis (14/12).

Menurut dia, pihaknya juha tidak melihat adanya visi besar dalam penegakan HAM. Padahal kewenangan presiden sangatlah besar dlam sistem negara presidensialisme.

"Baik Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo tidak menunjukkan komitmennya soal memimpin arah gerak kemajuan dan peradaban HAM di Indonesia, lewat sejumlah langkah stratrgis," ungkap Bagus.

Bagus menuturkan, masing-masing capres juga gagal menunjukan komitmen dan strategi konkret dari dalam agenda penuntasan kasus pelanggaran HAM berat nihil.

Baca juga: KPU Matangkan Nama Panelis untuk Debat Kedua, Lokasi Belum Ditentukan

“Masing-masing calon juga gagal memunculkan gagasan dan strategi penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu,” ungkap Bagus.

Padahal, gagasan dari segi strategi maupun metode adalah hal penting dan mutlak untuk dijadikan diskursus debat.

"Ini untuk menguji jawab dari masing-masing capres dalam memenuhi hak korban pelanggaran HAM berat secara komprehensif berkaitan denmgan hak atas keadilan, hak atas kebenaran, hak atas pemulihan yang efektif, hingga jaminan ketidakberulangan atas kasus pelanggaran HAM berat," tandasnya.