HELOINDONESIA.COM - Penceramah Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur bikin acara mubahalah terkait terjadinya dugaan Pemilu dan Pilpres 2024.
Mubahalah dilakukan lantaran kecurangan di Pemilu dan Pilpres 2024 sangat terstruktur, sistematis dan masif (TSM).
Dalam mubahalah itu, penceramah yang beken di media sosial ini terlihat dalam video yang diunggah pada Senin (4/3/2024) itu terlihat berkopiah, berbaju koko putih dengan melingkarkan sarung ke leher dikerubungi sejumlah orang.
Orang-orang itu memegangi yang diperkirakan kitab suci di atas kepala Gus Nur sebagai bagian ritual mubahalah yang ditujukan kepada sejumlah orang.
Baca juga: Kendalikan Banjir di Kota Semarang, Pemkot Libatkan Pakar dan Akademisi
Dalam video yang diunggah akun TikTok @Morgosiwe, penceramah asal Malang, Jawa Timur ini membuka mubahalah dengan membaca syahadat lalu mendoakan mereka para pelaku kecurangan di Pilpres dan Pemilu 2024.
"Ini bukan main-main saudaraku. Ini serius, ini Alquran. Anda boleh nggak percaya sama saya, tapi percaya sama Al-Quran ini," ucap Gus Nur.
Menurut Gus Nur, meski langkah mubahalah itu terpaksa diambil namun ia meminta maaf kalau jalan itu salah.
"Ya Allah, kalau ini ria, kalau ini sensasi, kalau ini popularitas, kalau ini main-main maafkan saya ya Allah," ujar Gus Nur.
Gus Nur pun meminta Yang Maha Kuasa untuk membersihkan hatinya dari unsur popularitas, sensasi atau main-main.
"Ya Allah, aku hidup di Indonesia, aku hidup di negara Indonesia. Di dalam pandangan mataku negara mencintai dalam kondisi sakit yang teramat makar kepadamu ya Allah," demikian salah doa yang dipanjatkan Gus Nur," katanya.
Dengan berbagai kecurangan yang ada itu, lanjutnya, tidak ada solusi kecuali diturunkannya keadilan dari Allah.
"Di dalam pandanganku, kami sekedar air kecil, selalu didzalimi, dikhianati, dituduh makar, dibohongi, ditipu secara terang-terangan. Di mataku sekarang ini pengendali republik semuanya adalah maling-maling, garong-garong, penjahat besar," paparnya.
Dia pun memanjatkan doa bahwa negara RI baru saja menyelesaikan hajat besar Pemilu dan Pilpres, pilih presiden.
Baca juga: Viral di Medsos, ART Curi 4 ATM Majikan, Sempat Tarik Uang Tunai, Kini Ditangkap Polsek Pancoran
"Ternyata semakin ke sini semakin membingungkan Ya Allah dan imanku mengatakan bahwa terjadi kecurangan yang tidak sederhana. Terjadi kecurangan tidak kecil Ya Allah, sistematis dan masif. mulai dari KPU-nya sampai oknum polisinya, sampai camat, sampai penjaga TPS-nya semuanya curang," ujarnya.
Gus Nur menegaskan kalau penilaiannya itu salah semoga dilaknat 21 turunan.
"Anakku, cucuku, hancurkan sehancur-hancurnya kalau aku salah di mataMu Ya Allah," tandasnya.
