Helo Indonesia

Survei Indikator: PDIP Unggul 20% Suara, Disusul Gerindra, Partai Ummat Besutan Amien Rais Urutan Buncit

M. Haikal - Nasional -> Politik
Jumat, 19 Mei 2023 12:40
    Bagikan  
Survei Indikator.
Foto: Tangkapan layar

Survei Indikator. - Dalam UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, pasangan calon presiden dan wakil presiden dicalonkan oleh partai dan atau gabungan partai politik peserta pemilu.

HELOINDONESIA.COM - Politik elektoral jelang Pilpres 2024 semakin dinamis. Salah satunya karena langkah dan manuver partai-partai politik dalam memberikan dukungan pada nama-nama bakal calon presiden.

Sebagaimana tertuang dalam UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, pasangan calon presiden dan wakil presiden dicalonkan oleh partai dan atau gabungan partai politik peserta pemilu.

Aturan ini menempatkan partai politik pada posisi sentral dalam mewarnai Pilpres dan menentukan siapa pemimpin bangsa ini lima tahun ke depan.

Karenanya, gerak langkah partai akhir-akhir ini menjadi sorotan dan berpotensi mengubah peta elektoral Pilpres 2024.

Baca juga: Kepergok Nyopet Saat Pawai Timnas U22, 3 Cowok Panjang Tangan Ditangkep Polisi

Sebut saja, PDI Perjuangan yang belum lama ini mendeklarasikan dukungan pada Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang merupakan kader banteng yang juga diunggulkan dalam survei-survei opini publik. 

Setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan dukungan akibat pernyataannya yang dinilai kontroversial tentang Tim Sepakbola Israel sehingga berujung pada pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Meski begitu, Ganjar Pranowo kemudian secara resmi didukung oleh PDI Perjuangan, partai terkuat saat ini. 

Bagaimana peta elektoral pasca dukungan PDI Perjuangan pada Ganjar Pranowo tersebut?

Baca juga: Kirab Berlangsung Meriah, Ketua PSSI Erick Tohir Apresiasi Perjuangan Timnas U22 di Kamboja

Bagaimana pula dukungan publik kepada nama-nama yang telah lebih dulu dicalonkan menjadi capres seperti Prabowo Subianto yang dicalonkan oleh Gerindra dan PKB, serta Anies Baswedan yang dicalonkan oleh gabungan partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS?

Ternyata pengaruh dinamika elektoral juga datang dari sinyal dukungan Presiden Joko Widodo.

Sejauh mana akan mempengaruhi dukungan publik kepada para calon?

Survei Indikator Politik Indonesia memotret perkembangan terbaru tentang peta elektoral pasca deklarasi pencalonan Ganjar Pranowo oleh PDI Perjuangan. 

Baca juga: Kasatpol PP dan Kadis PU Terindikasi Tak Netral soal Bendera Nasdem

Survei juga menanyakan tentang elektabilitas calon berdasarkan dukungan dari Presiden Joko Widodo.

Hasil survei ini diharapkan memberi gambaran tentang dinamika politik elektoral terkini sebagai bahan rujukan bagi para pengambil keputusan dan pengamat yang memperhatikan perkembangan politik menjelang Pemilu 2024.

Survei Nasional yang dilakukan sejak 30 April-5 Mei 2023 dengan target populasi survei  warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon atau cell phone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Baca juga: Desa Sriwulan di Demak Langganan Banjir Rob, Ganjar Pranowo Ajak Berembug Warga

Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1200 responden dipilih melalui proses

pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. 

Margin of error survei diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Berikut pertanyaan yang disampaikan ke responden: Jika pemilihan anggota DPR dilakukan sekarang ini, partai atau calon anggota partai mana yang bapak dan ibu pilih dari daftar partai berikut ini?

Baca juga: Bacok Kepala Polisi Hingga dapat 12 Jahitan, 5 Remaja di Indramayu Ditelanjangi, Tinggal Pakai Kolor Doang

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menempati urutan pertama dengan 20% suara, kedua Partai Gerindra dengan 17,2% suara.

Disusul Partai Golkar dengan 7,8% suara, Partai Demokrat dengan 7,7% suara, Partai Nasdem dengan 6,2% suara, PKB 6,1% suara, PKS 5,7% suara.

Sisanya PAN, PPP, Partai Hanura, Partai Garuda, PSI, Partai Perindo dan lainnya di bawah 3% suara.

Justru Partai Ummat yang dipimpin Amien Rais menempati posisi buncit dengan 0,3% suara. Di atasnya ada Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Buruh dan PBB.