LAMTENG, HELOINDONESIA.COM -- Warga menggeruduk SPBU di Kampung Bumikencana, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Sabtu (20/06/2026), pukul 08.30 WIB. Mereka protes karena SPBU memprioritasnya penimbun solar yang bebas ngecor pakai dirigen dibeking aparat.
Menurut warga yang umumnya petani dan sopir, SPBU Bumikencana melayani kendaraan yang mengisi solar pakai puluhan dirigen. Kendaraan tersebut bolak-balik ngecor di SPBU tersebut. Solar-solar tersebut kemudian dikumpulkan di gudang dekat SPBU tersebut.

Warga yang keberatan atas dugaan penyimpangan yang dilakukan SPBU Bumi Kecana
Sedangkan buat warga, SPBU Bumi Kencana hanya melayani penjualan solar sehari selama satu jam. Sehingga, warga yang sudah antre panjang dan lama banyak yang tidak kebagian BBM subsidi tersebut.
warga hanya mendapatkan sedikit sisa solar dari SPBU tersebut. Padahal, menurut mereka, SPBU tersebut mendapatkan pasokan 8000 liter dari Pertamina setiap hari. Mereka menuntut separuhnya buat memenuhi kebutuhan warga.
Massa berjumlah sekitar 60 orang datang dari berbagai desa di dua kecamatan, Seputih Agung dan Terbanggi Besar. Mereka akhirnya diwakili 20 orang bertemu dengan Tono alias Tondil, koordinator Scurity SPBU Bumikencana.

Rekan mereka lainnya duduk menunggu kabar dari rekannya yang berdialog di halaman SPBU Bumi Kencana.
Warga menuntut SPBU melayani warga 5 kali dalam seminggu dengan jatah 3.500 liter solar (500 liter untuk Gapoktan), barkode sesuai jenis kendaraan, batas isi kendaraan maksumal 350 liter permobil.
"Soal yang ngocor mau dibawa kemana kami para sopir tak jadi masalah, namun warga harus dicukupi meski sedikit " ujar seorang sopir kepada media ini. (HBM)
