HELOINDONESIA.COM - Kehadiran kandidat Calon Presiden Anies Baswedan dalam halal bihalal dan Pembukaan Majelis di Ponpes Awarul Maliki, Sukorejo, Pasuruan mengungkap rumitnya menggelar Formula E di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
Saat itu Anies masih aktif sebagai Gubernur DKI Jakarta yang akan akan menggelar ajang Formula E Jakarta 2023.
Namun pelaksanaan event internasional itu sempat tertunda karena adanya Pandemi Covid-19 hingga terlaksana menjelang berakhrinya masa jabat Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Dalam unggahan akun TikTok rezyng988, Anies Baswedan mengungkap rencana dibalik pelaksanaan Formula E Jakarta 2023 yang ternyata banyak kerumitan yang dialaminya.
"Boleh cerita ya Pak Kiai," ujar Anies Basewedan di hadapan para ulama di Ponpes Awarul Maliki Pasuruan pimpinan KH Abdullah Munif.
Dalam momen itu, Anies Baswedan bercerita tentang bagaimana kerumitannya yang terjadi saat hendak menggelar Formula E Jakarta 2023.
"Karena tadi Kiai Munif cerita tentang Formula E, saya cerita tentang Formula E, boleh?," tanya Anies sambil melihat KH Munif yang ada di dekatnya mengangguk.
Kemudian Anies menceritakan, jika pas hari pelaksanaan pembuatan jalur sirkuit pihaknya diblok oleh semua penjual aspal, mereka tidak mau menjual aspalnya.
"Pas mau bikin aspal, saking kita itu diblok sama semua, penjual-penjual aspal itu tidak mau menjual aspalnya," kata Anies.
Anies pun mempertanyakan, loh coba gimana? "Kita mau beli lo ini. Bukan minta sumbangan loh. Kita ini mau beli, yang punya itu tidak mau menjual," jelas Anies.
Dan semuanya penual itu kata Anies juga bilang, minta maaf sekali, karena tidak berani menjual aspalnya ke Pemprov DKI Jakarta.
"Kami nggak berani jual, nggak bisa jual. Apa itu bukan aspal polos, aspal yang sudah dicampur. Panjenengan sedoyo (Anda semua), pasti tahu apa semen yang dicampuran kalau untuk cor-coran itu, itu kan sudah dicampur semen, pasir, batu," jelasnya.
Karena para pedagang tidak menjual aspal yang digunakan untuk arena sirkuit balapan, maka para isnyur harus membuat sendiri.
"Nah ini aspal yang sudah dicampur begitu, itu tidak mau dijual. Jadi insinyur-insinyur yang mau mengerjakan itu, harus membuat sendiri," terang Anies.
Kemudian mereka para insinyur mencari akal untuk membuat aspal itu.
"Kemudian membeli aspal curahnya yang lengket itu, cari pasirnya, cari lemnya, cari batu kerikilnya, semua cari sendiri-sendiri," ujar Anies.
Semua pekerjaan untuk pembuatan aspal dikerjakan sendiri, termasuk membeli lemnya ke Jerman.
Baca juga: Anies Soal Hasil Survey Litbang Kompas Paling Buncit : Masih Fluktuatif
"Terus diaduk sendiri untuk jadi aspal untuk dipasang. La itu beli lemnya saja harus ke Jerman, karena ada spesifikasinya khusus. Karena ini aspal untuk balapan mobil, bukan aspal untuk di jalan-jalan biasa. Mencari, lalu tidak punya molen untuk menaduk aspal itu," ungkap Anies.
Tetapi yang dimiliki adalah molen untuk mengaduk semen, tak punya molen untuk mengaduk aspal, maka harus dicarikan semua.
"Sementara waktunya mepet, hitungan kita tidak mungkin nyandak (mencukupi waktu) untuk membangun seluas itu, sepanjang itu," jelasnya.
Semua bekerja siang malam mencari campurannya, mencari komposisinya itu. Akhirnya ditemukan semuanya, dikerjakan dan ketika mengerjakan tiga molen mengalami rusak.
Karena molen itu biasa dipakai untuk mengaduk semen, kalai ini digunakan untuk mengaduk aspal, yang lebih lengket dari pada semen.
"Ngaduk itu rusak-rusak-rusak. Sampai tiga kali molen raksasa itu, jadi bukan molen kontraktor kecil itu. Jadi molennya itu kira-kira sebesar tenda ini. Itu jebol tiga kali," kata Anies membeberkan.
Hasil kerja keras itupun akhir, semua pekerjaan telah diselesaikan dengan baik hingga lintasan beraspal itu, sudah siap digunakan.
Baca juga: Soal Nama Cawapres, Anies Baswedan: Kami Tidak Buru-buru, Ini Tentang Negara Bukan Main-main
Setelah pekerjaan selesai, kemudian datang tim dari Inggris yang akan menilai kualitas lintasan termasuk kualitas aspal, yang menjadi tumpuan mobil balap.
"Kita semua deg-degaan (khawatir berdebar-debar) karena aspal ini campurannya bikin sendiri. Biasanya campurannya sudah beli jadi dinilai oleh mereka, dilakukan assessment, keluar hasilnya," cerita Anies dihadapan para ulama dan tamu undangan yang hadir di Ponpes Anwarul Maliki.
Dan ternyata hasilnya diluar dugaan, adalah aspal pemasangan terbaik, dalam sejarah Formula E diseluruh dunia.
"Mereka itu sampai terkagum-kagum, kok bisa bikin seperti ini, lo yang ditanya juga ya kami yang nggak tahu, ini terpaksa, karena kondisi," jelas Anies.
Kemduai Anies mengatakan, jika banyak sekali hikmah-hikmah, yang datang kemudian pada saat kita ditutup jalan-jalannya, ternyata Alloh bukakan jalan baru.
"Dan ternyata hasilnya jauh lebih baik daripada yang diduga. Saya punya deretan seperti ini banyak sekali," ujar Anies kepada para ulama dan habaib yang hadir di acara itu.
Anies mengatakan, jika nanti saja diceritakannya, kalau diceritakan sekarang nanti malah ada yang motong-motong lagi.
"Nah kemudian apa yang mau diikhtiarkan? Yang mau diikhtiarkan kita agar yang namanya keadilan itu jangan hanya jadi kata-kata dalam upacara. Keadilan itu harus jadi pelaksana di Indonesia," kata Anies yang mendapat tepuk tangan dari para hadirin.
Mosok adil itu kok hanya dalam kata-kata, dan adil itu dalam semua urusan. Banyak kebijakan-kebijakan yang kita buat tidak memasukkan unsur adil. ***
