Helo Indonesia

Acara Debat Cagub, Arinal Nolak Debat Bahkan Curiga dengan Moderator

Herman Batin Mangku - Nasional -> Politik
Minggu, 3 November 2024 09:30
    Bagikan  
DEBAT
Helo Lampung

DEBAT - Mirza tertawa ketika Arinal mengatakan curiga dengan moderator

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Walau KPU Lampung menggelar acara agar terjadi duel pikiran, Incumbernt Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menolak berdebat pada acara kedua Debat Publik Calon Gubernur Lampung di Hotel Novotel, Minggu malam (13/10/2024).

"Kalau saya kasih komentar kita jadi perdebatan, kalau Anda menerima usulan saya, saya tak akan memberikan tanggapan, silahkan para peserta mendengar, menonton, menilai," ujarnya. Moderator beri kesempatan masih ada waktu 21 detik lagi.

undefined

Calon gubernur nomor urut satu ini ingin bicara hukum, moderator menolak karena harus sesuai tema. "Inilah, saya sudah bilang, saya tidak bisa memberikan pernyataan, komentar," ujarnya menegaskan kembali tak mau terlibat perdebatan.

Bahkan, dia curiga dengan pembawa acara,"Jangan dipancing-pancing, saya curiga lho Anda ini, he he, ada kecurigaan saya ini, aduh," ujarnya disambut gaduh penonton. Moderator minta penonton tenang pada debat bertema Hukum, Pemerintahan, Sosial, dan Budaya.

"Perdebatan" Arinal dengan kedua moderator berawal dari pertanyaan Arinal kepada Mirza tentang langkah konkret untuk meningkatkan 8 poin reformasi birokrasi pemerintah (pengetahuan, pengawasan, regulasi, kelembagaan, penataan tata laksana, SDM Aparatur, akuntabilitas dan pelayanan publik).

undefined

Menanggapi itu, Mirza mengatakan reformasi birokrasi dilakukan karena banyaknya birokrasi yang membuat pemerintah tidak bisa bekerja maksimal, cepat dan keputusan pemerintah banyak yang terlambat yang berdampak pada ketidakpuasan masyarakat.

"Tata kelola birokrasi harus dibuat ringkas. Pak Prabowo saat pidato bicara bahwa pemerintah tidak boleh bikin birokrasi ribet," kata Mirza. Menurutnya, untuk melakukan reformasi birokrasi, harus dilakukan digitalisasi untuk meringkas jalur birokrasi," ujarnya.

Mirza akan membuat kebijakan publik ini inklusif dan berkeadilan. "Kita harus melibatkan partisipasi publik dan stakeholder serta memperkuat SDM lewat pemberian reward dan punisment. Reward bagi yang berprestasi dan pembinaan bagi yang tidak berprestasi," jelas Mirza.

Pada saat Iqbal Himawan sebagai moderator memberikan kesempatan kepada Arinal Djunaidi untuk merespon jawaban Mirza, di saat itulah, Arinal terpantik menolak memberikan tanggapan bahkan curiga dengan para moderator.(HBM) 


 -