HELOINDONESIA.COM - Dipercaya memiliki power dan keberanian, Bacapres Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal didukung Presidium Alumni (PA) 212.
Sementara sosok Anies Baswedan yang disebut dekat dengan PA 212 justru tidak mungkin diusung.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin. Dia menegaskan dukungannya kepada Menteri Pertahanan tersebut di Pilpres 2024 mendatang.
Meski belum ada keputusan resmi dari PA 212, Novel menegaskan bahwa pihaknya percaya Prabowo Subianto bakal memperjuangkan kepentingan umat Islam.
Baca juga: Nasdem Mulai Gerah, Demokrat Maksa Koalisi Tetapkan AHY Jadi Cawapres Anies
Novel percaya, jika menjadi presiden di 2024 mendatang, Prabowo Subianto memiliki kekuatan dan keberanian untuk menjerat para oknum aparat pada insiden laskar FPI di KM 50.
Novel yakin hanya Prabowo Subianto yang bisa menuntaskan kasus KM 50 yang hingga kini dinilai masih belum terungkap.
"Kadernya jelas terjun langsung menangani kasus KM 50 di antaranya Bang Fadli Zon dan Ustaz Romo," kata Novel Jumat (9/6/2023).
Bahkan, lanjut Novel, anak buah Prabowo itu turut menjemput dan mengurus jenazah insiden KM 50.
Baca juga: Detik-detik Terungkapnya Kajari Kabupaten Madiun Terciduk Konsumsi Narkoba
Novel melihat langsung Fadli di hadapan jenazah korban KM 50 saat lagi dimandikan.
"Bang Fadli Zon jelas melihat bekas luka tembak pada jenazah para syuhada," lanjutnya.
Menurut Novel, orang-orang dekat Prabowo tak hanya mengurus jenazah Laskar FPI korban insiden KM 50, mereka juga membuka akses pengaduan.
Baca juga: Nasi Ayam Dikabarkan Banyak Mengandung Bakteri E.Coli
"Salah satunya Habiburokhman yang menerima PA 212 dan membawa keluarga para syuhada untuk mengadu nasib," tambahnya.
Dengan demikian, tegas Novel, tidak mungkin umat Islam khususnya PA 212 mendukung kelompok pelaku penembakan terhadap laskar.
Disinggung soal kedekatan PA 212 dengan Anies Baswedan, Novel membenarkan.
Baca juga: Bantah Ada Penundaan Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Menko Luhut: Jangan Membuat Hoaks
Namun ia mengaku pesimistis dengan pencapresan Anies Baswedan.
"Justru sedang menghadapi penjegalannya sebagai capres. Sehingga sulit apalagi untuk bisa berkomitmen membongkar kasus KM 50," ujar dia.
Novel mengakui bahwa PA 212 sampai saat ini belum menentukan pilihan untuk sosok yang didukung pada Pilpres 2024.
PA 212 bersama umat Islam, lanjut Novel, akan tunduk pada hasil ijtima' ulama nanti yang digelar setelah pendaftaran capres cawapres di KPU.
"Tunggu ijtima' ulama ketika ketika ditentukan capres dan cawapres oleh KPU (arah dukungan PA 212)," kata Novel.
Tak hanya itu, lanjut Novel, PA 212 juga akan tunduk terhadap putusan ijtima' ulama untuk menentukan siapa capres dan cawapres yang harus dipilih di 2024 mendatang.
