Helo Indonesia

Rebranding Jadi Parpol Super Terbuka, Suksesi Ketum PSI 187 Ribu DPT Pemira

Herman Batin Mangku - Nasional -> Politik
Minggu, 13 Juli 2025 09:37
    Bagikan  
PSU
HELO LAMPUNG

PSU - PSI - E-voting Pemira Caketum PSI periode 2025–2030. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Tidak main-main sekadar pencitraan belaka, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan bukti totalitas keseriusannya menaja diri menjadi parpol terbuka, dengan menggelar Pemilu Raya (Pemira) Pemilihan Calon Ketua Umum lewat e-voting diikuti 187.306 anggota pemilik hak pilih terverifikasi dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemira, pada 12-18 Juli 2025.

Seluruhnya memiliki hak pilih yang sama guna memilih tiga Caketum PSI periode 2025–2030 yakni Agus Mulyono Herlambang (Bro Agus), Kaesang Pangarep (Bro Kaesang), dan Ronald A Sinaga (Bro Ron).

Selanjutnya usai pemilihan ditutup pada 18 Juli 2025 pukul 00.00 WIB, caketum peraih suara terbanyak pemenang Pemira alias ketum terpilih akan diumumkan pada hari pertama Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, pada 19 Juli 2025 pukul 15.00 WIB. Sekaligus, ditetapkan dalam rapat kongres. Kongres PSI sendiri akan berlangsung pada 19-20 Juli.

Demikian keterangan media, Plt Ketum PSI sekaligus Ketua SC Kongres, Andy Budiman di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, disitat di Bandarlampung, Sabtu (12/7/2025).

Bro Andy memastikan, DPT sebanyak 187.306 anggota pemilik hak pilih, "berdasarkan proses verifikasi kami. Itu mereka punya kesempatan untuk memilih itu sampai tanggal 18 Juli pukul 24.00 WIB," lugas Bro Andy.

Setelah itu, "Tanggal 19 Juli saat Kongres sekitar pukul 15.00 WIB kami akan umumkan nama ketum terpilih sekaligus menetapkannya dalam rapat di kongres. Bagian dari kongres. Nah, kemudian Ketua Dewan Pembina silakan lihat prosesnya di Kongres. Biar ada kejutan dong. Silakan datang," lugas dia pula.

Informasi, Pemira ini menjadi bagian strategi rebranding PSI sebagai parpol super terbuka demi songsong PSI goes to 2029. Selain, PSI akan merilis perubahan logo di Kongres Solo.

"Kongres nanti ada beberapa kejutan kami siapkan salah satunya rebranding PSI yang saya kira bisa jadi tonggak baru bagaimana PSI ke depan," info Benidiktus 'Beny' Papa, Sekretaris SC Kongres, kesempatan senada.

Rebranding, bentuk penyegaran. "Di situ kita akan menegaskan PSI partai super terbuka. Kami meyakini rebranding ini kita bisa lebih baik, bisa beri yang terbaik untuk bangsa dan negara. Khususnya untuk perjuangkan apa yang menjadi harapan bersama," sebut dia.

Sebelumnya, Kamis, Bro Beny infokan leliku proses finalisasi DPT. "Data itu yang berhasil kami verifikasi sampai Kamis 10 Juli pukul 00.00 WIB. Ada 187.306 anggota PSI yang berhak memilih ketum dalam Pemilihan Raya,” siaran pers dia, Tim Data Centre DPP PSI memverifikasi sejak Mei lalu via WhatsApp.

“Tak semua pesan berhasil terkirim. Mungkin nomornya sudah tidak aktif atau alasan lain. Beberapa juga menyatakan bukan anggota,” info dia, 187.306 anggota ini bisa memilih dengan mengunjungi website vote.psi.id.

Cara memilihnya sangat mudah. "Siapa pun Insya Allah, bisa melakukannya. Kami tunggu sampai 18 Juli pukul 00.00 WIB,” kata Beny.

Sedikitnya puluhan ribu DPT telah salurkan hak pilih pada e-voting hari pertama. Bro Ron urutan pertama, Kaesang kedua, Agus ketiga.

Beny yang juga bekas Ketum PMKRI ini bilang, Pemira Caketum PSI direspons luar biasa. “Ini jadi satu kegembiraan bagi kami di DPP PSI. Metode yang kami lakukan untuk memilih dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada anggota, mendapat respons yang luar biasa,” bilang dia.

Mantan presiden Jokowi turut diundang hadir mengisi sesi diskusi 19 Juli malam. Sementara, Presiden Prabowo Subianto diundang pada penutupan sekaligus berpidato arahan dan menutup kongres pada 20 Juli. Selain Wapres Gibran Rakabuming Raka, PSI mengundang pula para ketum parpol.

Selain latar sejarah pendirian, visi misi dan DNA PSI, hal lain yang tak kalah menarik dari parpol satu ini yakni upaya kreatifnya secara konsisten memisahkan antara dua hal yang selama ini kadang menjadi kabur, antara mengurus partai dan mengurus politik.

Sejak awal PSI telah memisahkan struktur politik dengan struktur administratifnya.

"Tidak akan terjadi politisi mengurus administrasi partai lalu menggunakannya untuk kepentingan kekuasaan, karena partai akan diurus orang-orang muda profesional yang paham betul bagaimana mengurus organisasi yang modern, profesional, bersih dan transparan," bangun portofolionya.
(Muzzamil)

 -