Helo Indonesia

Talud Ambrol di Waykhilau, Komisi III DPRD Turun Pastikan Sebabnya

Senin, 28 Juli 2025 16:51
    Bagikan  
Talud Ambrol di Waykhilau, Komisi III DPRD Turun Pastikan Sebabnya

Komisi III DPRD Pesawaran turun cek talud penahan tanah yang ambrol di Waykhilau/Foto: Rama

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Komisi III DPRD Pesawaran membidangi Pembangunan, Pekerjaan Umum, Perumahan, Sumber Daya Air, Tata Ruang, Perhubungan, Lingkungan Hidup, dan Pertambangan dan Energi turun meninjau proyek pembangunan jalan dan talud penahan tanah (TPT) di Kecamatan Waykhilau kabupaten setempat.

Proyek peningkatan ruas jalan di Kecamatan Waykhilau Kabupaten Pesawaran yang menelan anggaran sebesar Rp11,9 miliar menuai protes dari warga. Sebabnya bangunan talud penahan tanah (TPT) yang baru selesai dibangun justru sudah ambrol.

Sejumlah warga menyayangkan kondisi proyek yang belum lama selesai namun sudah rusak. Minimnya pengawasan dari Dinas PUPR Pesawaran serta konsultan pengawas yang yang sulit ditemui menjadi penyebab proyek terkesan dikerjakan asal-asalan.

Anggota Komisi III DPRD Pesawaran Yusak mengatakan, pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD tahun 2025 dan belum di provisional hand over (PHO) masih dalam tahap pengerjaan namun telah ambrol.

"Kami bersama-sama dengan anggota Komisi III yang lain sudah melihat langsung pekerjaan tersebut. Syukur pekerjaan tersebut ambrol sekarang, jika tidak maka pekerjaan itu tidak akan bertahan lama," kata Yusak, Senin (28/7/2025).

Menurut Ketua Golkar Pesawaran itu, dalam pengerjaan proyek pembangunan itu terlihat asal-asalan karena mereka memasang pondasi baru di atas pondasi lama yang sudah menggantung, akibatnya pekerjaan itu runtuh.

"Makanya kami dari Komisi III tadi sepakat bagaimana langkahnya Dinas PUPR Pesawaran untuk merubah kontrak atau apapun itu, supaya di lokasi ambrol tersebut dibuatkan bronjong," ujarnya.

"Karena bagaimanapun juga kita mengharapkan pekerjaan tersebut bisa bertahan hingga puluhan tahun. Tapi jika itu tidak di bronjong maka tidak akan bertahan lama," tambahnya.

Ia berharap, dengan anggaran fantastis yang menelan anggaran sebesar Rp 11, 9 miliar, pembangunan tersebut bisa selesai dan sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

"Kami berharap ada langkah nyata dari dinas terkait untuk segera mencarikan solusinya, sehingga pekerjaan itu bisa diperbaiki dan segera selesai," pungkasnya. (Rama)