HELOINDONESIA.COM - Pada Minggu 16 Juli, Partai Nasdem menggelar acara yang bertajuk Apel Siaga NasDem, di GBK, Jakarta
Menurut Ketua Panitia Ahmad Ali acara ini untuk konsolidasi internal Partai Nasdem. Dan pada acara ini hanya akan mengundang petinggi parpol Koalisi Perubahan untuk Persatuan, yakni dari Partai Demokrat, dan PKS.
Menurut Ahmad Ali tidak akan mengundang Presiden Jokowi, sebab acara ini untuk konsolidasi internal.
Namun, bagi kritikus Faizal Assegaf, yang dilakukan Nasdem itu merupakan sindiran yang sangat lembut dan penuh makna.
Baca juga: Anas Urbaningrum Tantang Berkompetisi Politik Secara Sehat : Ayo Maju Satu Lawan Satu!
Meburut dia, dalam opininya yang diunggah di Twittwr, publik menafsirkan NasDem ogah memanfaatkan simbol kekuasaan Presiden. Sekaligus memperjelas peta politik, yakni jalan perpisahan jelang Pilpres 2024.
Faizal Assegaf menuliskan opininya itu bertajuk: Apel Siaga NasDem 16 Juli
Melawan Penjegalan Anies ..!
Meburut dia, ini peristiwa politik paling keren dan menggetarkan. Konsolidasi akbar Partai NasDem mengusung tema: Apel Siaga Perubahan pada Minggu 16 Juli di Istora Senayan. Keren karena Jokowi tak diundang.
Baca juga: Anies Baswedan Diprediksi Gagal Nyapres, Denny Siregar Ungkap Alasannya
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali alias Mad Ali selaku Ketua penyelenggara menyatakan alasan Jokowi tidak diundang sebab momen tersebut bersifat kegiatan internal partai.
Sindiran yang sangat lembut dan penuh makna. Publik menafsirkan NasDem ogah memanfaatkan simbol kekuasaan Presiden. Sekaligus memperjelas peta politik, yakni jalan perpisahan jelang Pilpres 2024.
"Memang, tidak ada faedah memajang petugas partai di atas panggung konsolidasi NasDem. Selain merusak pemandangan rakyat, juga mengotori dinamika demokrasi yang terlanjur diresahkan oleh bobroknya politik cawe-cawe kekuasaan," ujar Faizal Assegaf..
Baca juga: Mengejutkan, Luis Milla Mendadak Mundur dari Pelatih Persib Bandung, Pulang ke Spanyol
"Biarkan saja Jokowi asyik bermain politik lompat monyet dengan sejumlah partai lain yang kian norak di mata rakyat. Sikap independensi NasDem sangat elok, jauh lebih bermartabat dalam bernegara," tambahnya.
Menariknya, lanjut dia, di momentum stragis ini, Surya Paloh dan Anies Baswedan akan tampil berorasi. Diprediksi isi pidato kedua tokoh bakal memantik ruang publik nasional dengan berbagai gagasan cerdas dan visioner.
"Tidak hanya itu, Paloh dan Anies tentu akan menyegarkan pesan-pesan moral politik yang kontras dengan kelompok pro status quo. Seperti biasa, kembali menjewer kuping tipis Jokowi dan loyalisnya," tegas Faizal Assegaf.
Baca juga: Puan Mengaku Miris deng Berbagai Manipulasi PPDB, Pemerintah Diminta Evaluasi PPDB dan Sistem Zonasi
"Monggo Jokowi luangkan waktu menyimak. Duduk manis dan merenung di Istana. Menyaksikan NasDem yang semakin bergerak bersama rakyat mengusung perubahan. Tentu pahit dan menyakitkan toh!" tulisnya.
Di bagian akhir tulisan, Faizal Assegaf mengatakan, jargon: Siaga Perubahan adalah pesan yang tegas mewakili aspirasi rakyat melawan upaya menjegal Anies. NasDem sebagai wadah perjuangan rakyat tidak rela negara dibajak oleh perilaku kekuasaan yang semena-mena!
"Stop deh bermain politik curang!" tegasnya. (*)
(Winoto Anung)
