Helo Indonesia

Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Sekedar Punya Kedekatan, Tapi Miliki Hubungan Batin yang Kuat

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Senin, 17 Juli 2023 17:18
    Bagikan  
Prabowo, Erick Thohir, Jokowi,
@erickthohir

Prabowo, Erick Thohir, Jokowi, - Saat nonton lagaTimnas Indonesia vs Argentina, di GBK, Presiden Jokowi menjejerkan Prabowo dan Erick Thohir. (Foto: @erickthohir)

HELOINDONESIA.COM - Menghadapi tahun politik pengaruh Presiden Jokowi diperebutkan capres PDIP Ganjar Pranowo dan capres Prabowo Subianto. Jokowi sendiri sudah lama dekat dengan keduanya.

Belakangan, terkait pencapresan, banyak pengamat menilai Jokowi lebih cenderung memilih Prabowo Subianto sebagai capres yang didukungnya. Namun, bagi politisi PDIP, kedekatan dengan Prabowo hanya basa-basi saja.

Bagi kalangan Partai Gelora, isu kedekatan Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto, lebih dari sekedar dekat, tapi keduanya memiliki hubungan batin yang kuat.

Maka arah dukungan Jokowi untuk Prabowo terendus semakin kuat, di saat sejumlah capres tengah berebut suara untuk bisa mendapatkan hati dan dukungan dari relawan Jokowi.

Baca juga: Tiga Warna Kostum Lionel Messi di Inter Miami, Jadi Komoditas Terpanas, Segini Harganya

Kabar kedekatan dua tokoh itu pun dibenarkan oleh Fahri Hamzah Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Partai Gelora). Ia menyebut hubungan batin antar Jokowi dan Prabowo sangat kuat.undefined

Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Partai Gelora). (Foto: Ist)

"Pak Jokowi dan Prabowo memang memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Saya mau ungkapkan satu hal yah, Anda harus ngerti bahwa hubungan batin antara Prabowo dengan Jokowi itu kuat sekali," ungkap Fahri Hamzah dalam keterangannya,  Minggu 16 Juli.

Menurut Fahri Hamzah, kedekatan Jokowi dengan Prabowo bukan hal baru. Itu bisa ditelusuri sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta 2014 silam yang sebelumnya merupakan Wali Kota Solo.

Baca juga: Wisata Yogyakarta Ramai Lagi Usai Pandemi, DPR Minta Budaya di Sekeliling Keraton Terus Diaktualisasi

"Bukan soal baru (kedekatan Jokowi dan Prabowo), ini soal lama sejak dari Solo ke Jakarta. Itu nggak gampang itu, itu dalam sekali itu hubungan batin antara mereka berdua ini," beber Fahri.

Oleh karena itu, ujar Fahri, Kabinet Pemerintahan Jokowi harus menggunakan momentum ini untuk bersatu mendukung Prabowo pada Pilpres 2024. Apalagi saat ini, approval rate Jokowi sangat tinggi yakni sekitar 80 persen.

"Makanya kalau menurut saya gunakanlah momentum ini, mumpung Pak Jokowi ini approval ratenya tinggi harusnya kebinetnya ini bersatu. Apalagi sudah 90 persen, Bos. Kalau approval rate sudah 90 persen, ya sudah bersatulah. Bawalah Pak Prabowo ini, tinggal cari wakil," kata Fahri.

Baca juga: Jatahnya Tak Dipedulikan Jokowi, Nasdem Ngaku Bodo Amat, Menkominfo Jatuh ke Relawan Projo

Terkait kabar kedekatan Jokowi dan Prabowo tersebut, ia pun menilai kalau pihak-pihak yang berlawanan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah tidak terlalu kuat. Ditambah, di kalangan akar rumpus juga sudah tidak ada lagi yang menghalangi Prabowo di Pilpres 2024.

"Waktu saya bertemu berdua Pak Prabowo di kantornya (Kemenhan), itu juga saya bilang 'Mas sebenarnya kalau bicara rakyat sih kayaknya orang sudah sadar juga nggak mungkin lagi lah menghalangi Bapak'," ucap Fahrui.

Fahri sendiri kini menjadi Calon Legislatif (Caleg) Partai Gelora untuk daerah pemilihan atau Dapil Nusa Tenggara Bara I ini seraya juga menduga kalau di tataran elite nasional sudah tidak ada yang menghambat Prabowo. (*)

(Winoto Anung)