Helo Indonesia

Ngotot Usung Airlangga Sebagai Capres, Suara Golkar Diprediksi Melorot di Pemilu 2024

Drajat Kurniawan - Nasional -> Politik
Jumat, 11 Agustus 2023 13:55
    Bagikan  
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
Foto : Tangkapan Layar

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto - (Instagram)

HELOINDONESIA.COM - Analis politik dari Citra Institute, Efriza, menilai, jika sikap Partai Golkar tidak mengikuti realitas pilihan masyarakat dengan tetap ngotot mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) maka suara partai berlogo beringin itu akan turun signifikan.

Efriza menilai miris, Golkar sebagai partai terbesar ketiga malah tidak menjadi penentu koalisi bahkan tidak diperhitungkan lantaran mempertahankan keputudsan Airlangga sebagai capres.

"Miris. Saat ini Golkar partai peringkat ketiga, tetapi tidak menjadi penentu malah kurang diperhitungkan oleh partai-partai lain untuk diajak ke koalisi karena faktor Airlangga-nya," kata dia saat dihubungi, Jumat 11 Agustus 2023.

"Golkar harus segera menentukan sikap dengan merubah figur capres yang akan ditawarkan pada koalisi parpol. Sebab potensi Golkar penurunan suara dan kursi cukup besar,” lmbuhnya.

Baca juga: Baznas Tubaba, Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran

Karena itu dia menyarankan agar mengusung elit partau lainnya yaitu Ridwan Kamil yang dari segi elektabilitas lebih baik ketimbang Airlangga hartarto. Tiga koalisi parpol saat ini yang sudah terbentuk pasti akan mempertimbangkan nama Ridwal Kamil.

"Jika Golkar mengusung Ridwan Kamil, akan banjir tawaran dari koalisi partai yang sudah ada. Daya tarik Ridwan Kamil memang cukup kuat," kata dia.

Menurut dia, Golkar harus berani dan cermat untuk mengajukan calon lain, selain Airlangga Hartarto. Sebab, Pemilu serentak 2024 menjadi pertaruhan bagi Golkar khususnya bagi sang ketua umum Airlangga Hartarto.

Baca juga: PKS dan PAN Maafkan Parosil Atas Kekeliruan Pernyataan Jangan Pilih ke-2 Partai

Dia menyarankan, agar Airkangga Hartarto untuk legowo dan mundur dari pencapresannya. Sehingga partai bisa mengusung kader lainnya yang mempunyai kans besar. 

“Sangat disayangkan jika potensi besar Ridwan Kamil dikesampingkan, demi obsesi Airlangga yang hanya karena ketua umum,” tuturnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir, Golkar tengah digoyang isu Munaslub untuk mengevaluasi ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto. Sejumlah nama muncul Berpotensi menggantikan Airlangga Hartarto diantaranya Luhur Binsar Panjaitan dan Bahlil Lahadia.