Helo Indonesia

Pengamat: Jokowi Sebut Boleh-boleh Saja Fotonya Dipajang Bareng Capres, Itu Sebenarnya Dia Keberatan

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Kamis, 17 Agustus 2023 06:00
    Bagikan  
Presiden Jokowi
Tangkapan layar /TV Parlemen

Presiden Jokowi - Presiden Jokowi mengenakan pakain adat Tanimbar, Maluku utara, saat pidato kenegaraan di MPR, Gadung Parlemen, 16 Agustu 2023. (Foto: Tangkapan layar /TV Parlemen)

HELOINDONESIA.COM -  Pidato Presiden Jokowi di depan para anggota MPR, tentang fotonya dipajang bareng capres, mendapat perhatian banyak pihak.

Itu termasuk peneliti atau pengamat dari SMRC, Saidiman Ahmad. Menurut dia, Jokowi memang mengatakan boleh-boleh saja fotonya dipajang bareng capres di baliho-baliho, tapi Presiden sebenarnya ingin menyampaikan keberatan.

Dalam pembukaan pidato kenegaraan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa: Walaupun saya paham sudah nasib seorang Presiden untuk dijadikan paten-patenan dalam bahasa Jawa, dijadikan alibi, dijadikan tameng.”

Bahkan, lanjut Jokowi, walau kampanye belum mulai, foto saya banyak dipasang dimana-mana. Saya ke Provinsi A eh ada, ke Kota B eh ada, ke Kabupaten C ada. Sampai ke tikungan-tikungan di desa ada juga.

Baca juga: Remaja Putri 19 Tahun Tipu Gelap Hampir Rp1 M di Pesawaran

“Tapi, bukan foto saya sendirian. Ada yang disebelahnya bareng Capres. Ya nda apa, boleh-boleh saja," tandas Jokowi di hadapan sidang sangat terhormat di MPR (sidang bersama DPR dan DPD RI).

Menurut Saidiman Ahmat, buat yang tidak peka, akan menyatakan ndak apa-apa bawa-bawa nama dan foto presiden. Toh dia sendiri bilang "Ya, ndak apa, boleh-boleh saja."

“Tapi kalau lihat kalimat demi kalimat secara keseluruhan, sebenarnya Presiden Jokowi sedang menyampaikan keberatan,” tulis Saidiman Ahmad di X (Twitter) dengan akun @saidiman.

Baca juga: Hore, Mulai Tahun Depan Gaji ASN dan PNS Termasuk Polri dan TNI Bakal Naik 8 Persen, Pensiunan Naik 12 persen

Lantas, dia mencoba menerjemahkan maksud tersirat dari apa yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato tersebut, menurutnya, Jokowi ingin mengatakan bahwa calon pemimpin kok tidak percaya diri.

“Terjemahan kasar pernyataan di pembuka pidato itu kira-kira begini, mau maju jadi pemimpin nasional kok nggak punya rasa percaya diri. Nggak berkarakter. Ngekor popularitas orang. Lain partai pula,” tutur Saidiman.

Bukan itu saja, menurut Saidiman, Jokowi juga ingin menyampaikan kepada capres yang dimaksud tidak menghiraukan bahwa Jokowi punya partai dan sudah punya capres sendiri. Dan itu Jokowi ingin menandaskan dia keberatan.

“Emangnya saya tidak punya partai sendiri yang sudah punya calon sendiri? Seenaknya nyatut-nyatut. Kurang kerjaan!" ujar Saidiman. “Kira-kira terjemahan bebasnya begitu. Silakan bikin terjemahan sendiri jika kurang berkenan,” tandasnya. (**(