Oleh:(at)kakekhalal
Budiman Sudjatmiko gagal membawa bonus simpati pemilih.
Diksi "dipecat" selalu menghadirkan rasa simpati bagi yang mendengar, tapi tidak untuk Budiman Sudjatmiko.
Ya, Budiman mendadak Prabowo. Sebelum resmi dipecat PDIP.
Budiman bersama PSI gagal memprabowokan Gibran.
Baca juga: Surya Paloh Respon Hasil Survei Anies Selalu Berada di Urutan Buncit
Gibran sendirian tegak kepala di depan ribuan kader PSI dan Satu panggung dengan Budiman.
PDIP jeli membaca momentum paska Kopdarnas PSI adalah waktu yang tepat untuk memecat Budiman.
Kopdar PSI adalah panggung milik PDIP sesungguhnya lewat striker muda, Gibran Rakabuming.
Baca juga: Ilmuan di Korsel Ciptakan Kap Lampu Pemurni Udara untuk Kurangi Polutan Berbahaya di Dalam Rumah
Momentum menolak Jaket PSI, Salam Metal, pertanyaan "tidak jadi dipecat" dan "mampir di rumah teman" adalah 4 momentum Gibran yang menegaskan bahwa "Panggung ini milik saya lho!"
Budiman sontak planga-plongo karena gagal memprabowokan Gibran, PSI juga seketika tertampar.
Tanggal 22 Agustus merupakan Kopdar PSI, tanggal 24 surat pemecatan dilayangkan ke rumah Budiman.
Baca juga: Waspada, Studi Terbaru Ungkap Bahwa Polusi Udara Bisa Berdampak pada Kesuburan Pria
Surat pemecatan dikirim langsung lewat "kurir", hal yang tak lazim dilakukan untuk orang-orang berpengaruh.
Surat resmi biasanya akan diantarkan oleh pengurus partai langsung ke kediaman yang bersangkutan.
"Ini artinya, Budiman dianggap selesai per 24 Agustus 2024 oleh PDIP".
Sekali lagi, PDIP sukses memanfaatkan momentum lewat Gibran yang ternyata lihai membaca jebakan PSI dan Budiman.
Baca juga: Studi: Perubahan Iklim Berdampak Pada Peningkatan Jumlah Penderita Diabetes di Seluruh Dunia
Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Cukup seorang Gibran menggagalkan skenario lawan.
"Proficiat mas Gibran."
