HELOINDONESIA.COM - Peserta Pemilu serentak 2024 membutuhkan modal politik yang cukup besar untuk bisa meraih kursi baik Dewan perwakilan rakyat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi maupun kota.
Modal politik seorang calon legislatif atau caleg disebut-sebut bisa mencapai ratusan juta bahkan untuk caleg DPR, modal politik untuk kampanye bisa mencapai milyaran.
Menanggapi fenomena ini, kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Abdurrohman mengatakan, diperkirakan modal politik caleg tersebut di kontestasi Pemilu 2024 akan berdampak pada pada perekonomian Indonesia.
Menurut dia, secara tidak langsung modal yang dikeluarkan caleg akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Baca juga: Mahfud MD Punya Modal Politik Jadi Cawapres Ganjar, Sering Kawal Kasus-kasus Besar
Abdurohman menyebutkan dari informasi yang diperoleh, beberapa caleg mengungkapkan modal jika ingin bertarung di daerah pemilihan pusat yaitu sebagai calon anggota DPR sebesar Rp5 miliar.
Informasi lainnya dia mengungkapkan, untuk seorang calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di tingkat provinsi maupun kota, harus menyediakan modal paling sedikit sebesar Rp200 juta per orang untuk melakukan kampanye.
"Saya dengan dari beberapa caleg ada yang bilang Rp5 miliar. Makanya kalau dirata-rata katakan Rp1 milar. Kemudian caleg DPRD sekitar Rp200 juta per orang, ini dirata-ratakan saja asuimsi moderat," kata Abdurrohman, kepada wartawan, dikutip di Jakarta, Selasa (26/9).
Baca juga: Cak Imin Sebut Rp 40 Milyar, Ongkos Politik Untuk jadi Anggota Legislatif di Jakarta
Adapun jumlah caleg yang akan bertarung memperebutkan kursi legislatif, dia mengasumsikan, jumlahnya tidak akan berbeda jauh dengan dengan jumlah caleg pada 2019.
"Ini kalau kita asumsikan bahwa jumlah caleg tetap. Dji mana, 500 kursi DPR diperkirakan akan diperebutkan oleh sekitar 8.037 caleg, 2.372 kursi DPRD provinsi dan 17.510 kursi DPRD kabupaten/ kota diperkirakan diperebutkan oleh 258.631 orang," paparnya.
Abdurrohman menyampaikan, dengan besarnya modal dan banyaknya jumlah caleg peserta Pemilu serentak 2024, ajang ini akan berdampak terhjadap konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) yang diperkirakan naik 4,72% di 2023 dan 6,57% di 2024.
Baca juga: Masyarakat Diminta Tak Pilih Caleg Eks Koruptor di Pemilu 2024
Kenaikan LNPRT tersebut, dia menambahkan akan dampak tak langsung kepada konsumsi masyarakat sekitar 0,14% di 2023 dan 0,21% pada 2024.
"Ini tambahan PDB-nya di 2023 sektiar 0,2% dan juga di 2024 0,27% ini hitung-hitungan kasar kami," tuturnya.
