HELOINDONESIA.COM - Pengamat Politik Ujang Komarudin turut mengomentari terpilihnya putra bungsu Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia atau PSI menggantikan Giring Ganesha.
Ujang mengatakan, dengan terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketum PSI, menyiratkan adanya kepentingan politik dari keluarga Presiden Joko Widodo.
Ujang menilai PSI yang disebut-sebut sebagai partai sekoci Jokowi dinilai bisa merontokan kekuatan PDI Perjuangan yang telah berkuasa selama 10 tahun terakhir.
Pasalnya menurut dia, suara pendukung dan relawan Jokowi akan beralih ke partai berlogo tangan memegang bunga mawar itu.
Baca juga: Beri Ucapan Selamat Pada Kaesang, PKB Ajak PSI Gabung Koalisi Perubahan
"Memang targetnya ketika Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI untuk mengambil ceruk suara dari pendukung dan relawan Jokowi. Kedua untuk mengambil suara-suara dari PDIP," kata Ujang dalam keterangannya, Selasa (26/9/2023).
Terlebih dikatakannya, PSI dengan tagline partai anak muda, akan menggerus kantong suara PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis. Cara demikian diyakini ampuh untuk membawa PSI mendapatkan kursi parlemen Senayan.
"Pemilu 2019 suara PDI-P itu berkurang karena digerogoti diamnbil oleh PSI. Jadi paling tidak saya lihat ada dua suara yang bisa diambil PSI. Jadi keberadaan Kaesang Pangarep itu untuk mengambil dukungan Jokowi dan disaat yang sama juga akan menggembosi PDIP," ujarnya.
Baca juga: Selang Dua Hari Gabung, Kaesang Resmi Jadi Ketua Umum PSI
Ujang menambsahkan, dengan bergabungnya Kaesang ke PSI dan menjabat sebagai Ketum setidaknya akan memberi pengaruh positif bagi PSI. Keberadaan PSI semakin menguat sebagai salah satu partai politik peserta Pemilu serentak 2024. Bahkan, lanjut dia, PSI akan mendapatkan limpahan Elektoral bersama Kaesang karena akan mendapat dukungan dari lingkaran penguasa.
"Karena dalam politik di Indonesia sudah umum pihak yang berkuasa akan membesarkan partainya melalui banyak instrumen. Jadi saya melihtnya ketika nanti elektabilitas dan suara PSI naik itu ada operasi dan skema intervensi kekuasaan," pungkasnya.
