HELOINDONESIA.COM - Tokoh Masyarakat Kabupaten Pesawaran Erland Syofandi geram dengan adanya dugaan politisasi terhadap wali murid penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakukan legislator DPRD Kabupaten Pesawaran Evi Susina.
Menurut Erland, hal tersebut tentunya telah menciderai dunia pendidikan dan menciderai semangat demokrasi di Provinsi Lampung, khususnya di kabupaten Bumi Andan Jejama.
"Kalau pun memang ini benar, artinya ini sudah keterlaluan, bahkan hak murid pun mau dibawa-bawa politik, gak benar seperti ini," kata Erland, di kediamannya di Desa Negerisakti Kecamatan Gedongtataan, Kamis (11/5/2023).
Erland menegaskan, tidak ada tempat bagi politikus curang di Kabupaten Pesawaram, karena menurutnya dengan memaksakan kehendak mencerminkan bakal calon legislatif (bacaleg) tersebut tidak memikirkan pembangunan justru hanya peduli dengan pencapaian pribadi.
"Tidak boleh ada intimidasi di Kabupaten Pesawaran dalam memilih, semua masyarakat bebas menentukan pilihan, mau partai apa, mau milih siapa bebas dengan hati nuraninya masing-masing, jangan ditakut-takuti," tegasnya.
"Seharusnya meraih hati masyarakat pendekatan yang baik, dengan cara-cara yang santun, atau lewat visi misi, bukan dengan memaksakan kehendak," tambahnya.
Diketahui sebelumnya, oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Fraksi Partai Gerindra Evi Susina diduga mempolitisasi wali murid penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dikucurkan pemerintah pusat.
Dengan dalih telah memperjuangkan anak-anak mendapatkan bantuan, Evi Susina mengumpulkan sejumlah wali murid di kediamannya, Rabu (10/5/2023) dan meminta mengumpulkan Kartu Keluarga (KM) untuk mendukung dirinya dalam Pemilu Legislatif 2024 mendatang.
Tak cukup sampai disitu, Evi Susina juga diduga mengancam wali murid yang tidak mau mendukungnya dengan mengatakan bisa me-reject (membatalkan-red) bantuan tersebut.
"Ya tadi kami dikumpulkan di rumah ibu Evi, dia mengatakan anak-anak kami dapat bantuan PIP atas perjuangannya, dan minta kami untuk mengumpulkan KK," kata salah satu wali murid melalui sambungan telepon, Rabu (10/5/2023).
"Bagi yang tidak mau mendukung ya bu Evi bilang bisa saja bantuan di canceln (dibatalkan-red)," timpalnya.
Sedangkan, kata dia, Evi Susina mengaku sudah repot mengajukan bantuan bagi para siswa sampai ke Jakarta.
"Saya kan sudah berjuang sampai ke Jakarta buat bapak ibu, saya gak minta uang atau apa, hanya itu (dukungan) saja, kalau ibu cuma iya iya saja didepan saya, saya bisa cancel ini, bu Evi bilang begitu," kata dia.
"Saya yang sudah mati matian," tambahnya menirukan bahasa Evi Susina. (Rama)