HELOINDONESIA.COM - Tiga besar elektabilitas calon presiden (capres) masih didominasi oleh tiga nama, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat 24,5 persen.
Disusul Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan raihan 22,8 persen. Sementara Anies Baswedan 13,6 persen.
Dengan margin of error survei lebih kurang 2,83 persen, diprediksi elektabilitas Ganjar bisa menyalip Prabowo Subianto
Analisis ini disampaikan politisi PDIP Adian Napitupulu.
Menurut Adian, Ganjar Pranowo baru dicalonkan pada 21 April 2023. Jadi, survey Kompas merupakan kerja 33 hari.
Jika dibandingkan dengan Prabowo Subianto yang sudah bekerja sebagai capres selama 9 bulan dan Anies selama 7 bulan, dengan progress tersebut sejatinya Ganjar Pranowo sangat kuat.
"Jika dibandingkan dengan simulasi 3 pasangan calon, justru survey Kompas itu menguntungkan Ganjar," tambahnya.
Baca juga: Polresta Bandarlampung Memberikan Pengamanan Keberangkatan 385 Jamaah Haji
Dengan strong point pada kerja 33 hari, menurut Adian, survey terhadap Ganjar justru melejit.
"Selain itu selisih elektabilitas antara Ganjar dan Prabowo sangat kecil dan masuk dalam margin of error," tambahnya.
Ibarat sedang bertanding tinju, meski Prabowo dan Anies sudah early start, Ganjar Pranowo tampil dalam situasi paling prima.
"Sehingga posisinya masih berimbang. Untuk attacking, bisa juga dipakai juga pembanding survey lain," ucapnya.
Baca juga: Tiga Rumah Terbakar di Kelurahan Palapa, Tanjungkarang Pusat
Selain itu, melejit elektabilitas Ganjar karena penguatan tim sosmed dan media, serta pergerakan para influencers.
Selain itu, komunikasi politik juga mendorong persepsi positif Ganjar Pranowo dengan mengungkapkan kinerja, prestasi dan narasi masa depan.
"Penguatan pergerakan mesin partai pengusung, ditambah para calon anggota legislatif sebagai bagian dari mesin pemenangan," tambahnya.