LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Semakin panas suhu politik jelang Pilbup Pesawaran sampai buat gaduh warga. Hanya karena curiga, tengah malam, sekelompok orang yang diduga pendukung calon kepala daerah menyantroni Balai Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtatan.
Mereka memaksa untuk memeriksa ruang kerja Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukaraja Widiyantoro atas dugaan adanya alat peraga kampanye (APK) salah satu pasangan calon bupati periode 2024-2029. Ternyata, tak ada, zonk.
Ketua Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB) Mursalin menyayangkan sikap pendukung salah satu calon yang sudah menyebabkan kegaduhan yang meresahkan di tengah masyarakat menjelang pelaksanaan Pilbup Pesawaran 2024.
"Semalam, saya sampai ditelepon masyarakat Sukaraja yang resah adanya sekelompok orang yang gaduh ingin merazia Balai Desa," kata Mursalin kepada Helo Indonesia, Senin (7/10/2024).
Awalnya, karena sudah tengah malam, sekira pukul 24.00 WIB, aparat desa menolak membuka Balai Desa Sukaraja "Hidupkan perlu pakai aturan juga," sesalnya.
Akhirnya, disaksikan seluruh elemen aparat, Balai Desa dibuka dan ternyata zonk, tak ada APK berupa banner cakada yang dituduhkan sekelompok orang tersebut, kata komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran.
"Tidak ada banner, hanya stiker yang ditemukan tanpa nomor urut," kata anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran Oktiyas Afriza melalui sambungan telepon, Senin (7/10/2024).
Dikatakan Tyas, pihaknya masih mendalami masalah ini. "Kalau masalah pelanggaran sampai saat ini belum ada, Bawaslu akan mengeluarkan pers rilis hasil pemeriksaannya," pungkasnya.(Rama)
-