HELOINDONESIA.COM - Soal bocoran putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pileg 2024 akan menggunakan sistem proporsional tertutup yang dicuitkan Profesor Denny Indrayana, membuat Menko Polhukam Mahfud MD berang.
Denny diniilai telah membocorkan rahasia negara. Bahkan, Mahfud MD meminta polisi untuk mengusut informasi yang dilontarkan Denny ke publik.
Namun, dalam sebuah tayangan Youtube pada Minggu (4/6/2023) ahli hukum tata negara itu mengaku tak ada masalah dengan Mahfud MD.
Bahkan ia sempat bertemu Menko Polhukam itu di rumah dinasnya beberapa bulan lalu.
Baca juga: Pelantikan Kadus Diwarnai Dugaan Pelanggaran Perda di Desa Sukaraja, Pesawaran
Bahkan, saat itu menurut mantan Wamenkumham 2011-2014 itu justru Mahfud MD minta tolong dirinya untuk membantu Anies Baswedan agar bisa berkontestasi di Pilpres 2024.
Dalam utas yang dilihat Heloindonesia di akun Mahfud MD pada Senin (5/6/2023), Menko Polhukam itu tak menampik ucapan Denny Indrayana.
Bahkan, Mahfud menegaskan kalau pernyataan dirinya meminta Denny Indrayana membantu pencapresan Anies Baswedan sudah jadi rahasia umum.
Baca juga: Demokrat Sebut Lambannya Deklarasi Cawapres Penyebab Elektabilitas Anies Melorot
"Memang betul, itu sudah saya jelaskan di Kick Andy Double Check Metro TV 3 bulan lalu. Sudah ditonton oleh 2,7 jt orang," jelas Mahfud.
Menurutnya, itu bukan berita dan bukan rahasia.
"Saya lah yang menyampaikan ke publik lebih dulu. Yaitu saya minta Denny membantu Anies agar dapat tiket pencapresan," utas Mahfud MD.
Mahfud MD mengatakan, ia bicara pada Denny agar membantu pencapresan Anies Baswedan karena punya alasan.
Baca juga: Tak Ditemukan Pasien Positif Tertular Rabies di Kabupaten Pesawaran
"Mengapa? Waktu itu Denny bilang ada upaya menggagalkan pencalonan Anies dan menunda pemilu. Demokrasi terancam. Maka saya bilang, agar demokrasi sehat, Mas Denny jaga Anies agar dapat tiket. Jangan pecah dari dalam, lalu nuding pemerintah yang mengganjal. Saya yang jaga agar pemilu tak ditunda," papar Mahfud MD.
Bahkan, lanjut Mahfud MD, bulan lalu ia juga meminta presiden PKS Ahmad Syaikhu untuk menjaga pencalonan Anies.
"Waktu itu Pak Syaikhu menjajaki saya utk jadi cawapresnya Anies. Saya bilang, jangan bawa saya ke sanam Kalau mencalonkan saya koalisinya bisa pecah. Sebab 1 parpol koalisinya sudah bilang cawapres harus ketum parpolnya," tandas Mahfud MD..
Baca juga: Setelah Celurit Istri Siri Hingga Tewas, Sang Suami Gantung Diri di Rumahnya
Sebelumnya, dalam video yang beredar, Denny mengaku tidak tahu apa yang melatarbelakangi Mahfud menyatakan hal itu.
Dia pun enggan menduga-duga apakah Mahfud memiliki maksud politis di balik pernyataan itu.
"Pak Mahfud pada saat terakhir bertemu dengan saya itu, minta tolong dan bahasa beliau memerintahkan, jadi saya terakhir ketemu," jelas dia.
Denny mengaku kerap meminta bertemu dengan Mahfud ketika pulang ke Jakarta.
Sebelum bertemu, ia memohon pada Mahfud melalui pesan singkat WhatsApp.
Mahfud pun menyetujui permintaan bertemu itu.
"Pak Mahfud kemudian memberi waktu, biasanya, 'Ya, mas nanti malam ya ke rumah'. Rumah dinas beliau," cerita Denny.