LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Aprozi Alam memilih no comment ketika dikonfirmasi terkait ganti-mengganti ketua DPD II Golkar Lampung. "Bukan ranah gua," tandas calon ketua Golkar Lampung itu kepada Helo Indonesia, Kamis (31/7/2025).
"Yang penting, musda dilakukan sesuai mekanisme, soal rame-rame di media namanya juga Partai Golkar biasalah kalau soal menuver-manuver," ujarnya.
Menurut anggota DPR RI ini, kalau enggak seru menjelang musda partai bukan Partai Golkar namanya. "Kader-kader Golkar piawai semua urusan intrik-intrik heee," ujarnya.
Gelombang besar, angin kencang sudah jadi sarapan sehari-hari kader Golkar. "Lagian, (Musda XI Golkar Lampung) tanggal 31 Agustus usulan DPD 1 ke DPP juga belum jawab," katanya.
Selain itu, jelang musda, muncul wacana usulan pergantian ketua DPD II yang habis masa jabatannya pada Rapat Pleno Pengurus Harian DPD I Partai Golkar Lampung di Kantor DPD I, Kota Bandarlampung, Selasa (29/7/2025).
Namun, merujuk Juklak Musda Tahun 2025, Bab XV, Aturan Peralihan, Pasal 75, poin 1, pimpinan DPD yang habis masa baktinya diperpanjang hingga terselenggaranya musda.
Sebelumnya, Aprozi Alam telah mendapatkan dukungan 12 DPD II, selain Kabupaten Lamsel, Pesawaran, dan Tubaba. Namun, jelang Musda XI Golkar Lampung, tujuh ketua DPD II yang habis masa jabatannya.
Dari tujuh DPD II itu, ada lima DPD II pendukung Aprozi Alam yang habis masa jabatannya, yakni Yuhadi (Bandarlampung), Subhan (Metro), Musa Ahmad (Lamteng), Bambang Irawan (Waykanan), dan Ismun Zani (Lambar).
Dua lainnya, pendukung Ismet Rony, yakni Yuzak (ketua DPD II Golkar Pesawaran habis masa jabatan 26 Agustus 2025) dan Benny Raharjo (ketua DPD II Golkar Lampung Selatan habis masa jabatan 30 Juli 2025).
Selain keduanya, Hanan A Rozak desas-desusnya mendapatkan dukungan dari pimpinan DPP Golkar. Di partai ini, dukungan DPP Golkar juga kunci menuju kursi ketua DPD Golkar Lampung. (HBM)