Ketua BEM UI akan Dilaporkan ke Polisi Gegara Bicara Jokowi Mau Akhiri Kekuasaan Baik-baik Atau Berdarah-darah

Jumat, 23 Juni 2023 12:12
Ketua BEM UI Melki Sadek Huang. (Foto tangkapan layar) tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Ketua BEM UI Melki Sedek Huang menjadi pembicaraan public, gegara ucapannya tentang kekuasaan Presiden Jokowi. Dia mengatakan, Presiden Jokowi mau menyelesaikan kekuasaan dengan baik atau berdarah-darah.

Pernyataannya itu anyak dilihat sebagai ancaman kepada Presiden Jokowi yang sudah menjelang masa akhir jabatan yang kedua pada 2024. Terkait pernyataan itu ada yang mengatakan lebih baik Ketua BEM UI diserahkan dulu ke pihak yang berwajib, alias akan dilaporkan ke polisi.

“Bocil yg mau merusuh berdarah-darah pake tangan kiri aja sih cukup. Tapi ini negara hukum, lebih baik serahkan dulu ke pihak yg berwajib. Ini ancaman serius,” ujar netizen Ki Cebong Nusantara @Ki_Cebong.

Soal pernyataan Ketua BEM UI Melki Sedek semua itu terungkap dalam wawancara di Podcast Abraham Samad.

Baca juga: Isu Anies Baswedan Tersangka, KPK : itu Katanya Pak Denny

Awalnya dia bicara soal berkirim surat kepada Presiden Jokowi, dia berharap surat itu diterima dan diperhatikan. Dalam surat itu, kata Ketua BEM UI Melki Sedek, berisi tentang keprihatinan BEM UI terhadap kondisi pembungkaman demokrasi dan pembunuhan nanti korupsi.

“Dua hal, terutama, Upaya-upaya orang pemerintahan, bukan hanya Kepresidenan, membungkan demokrasi dan membunuh gerakan anti korupsi demokrasi,” kata Melki Sedek Huang dalam wawancara itu.

Ia memberi contoh, Haris Ashar dan Fatia dikriminalisasi, padahal dia ingin menyuarakan hal-hal tentang rakyat Papua, dengan berdasarkan hasil riset. Soal surat yang dia kirimkan, menurutnyan Presiden Jokowi harus menjawab.

“Presiden Jokowi juga harus menjawab. Kalau Presidenn Jokowi masih mengaku pilihan rakyat, ya harus dijawab, dan paling penting dilaksanakan,” tuturnya. Menurutnya, tujuan utamanya bukan hanya dijawab, tapai ini sikap masyarakat untuk dimengerti dan dilaksanakan..

Baca juga: Viral, Pelaut Temukan Ikan Hiu dengan Badan dan Muka Mirip Babi di Perairan Italia

Lantas, dia ditanya kenapa berkirim surat, menyurati Presiden Jokowi, kenapa tidak turun ke lapangan, unjuk rasa,  apa kekurangan massa?

Menurut Ketua BEM UI Melki Sedek, sebenarnya surat ini upaya kita untuk menilai apakah Presiden Jokowi masih punya itikad baik untuk mendengarkan suara masyarakat.

Kalau surat ini yang merupakan upaya kita yang pertama ini tidak direspon, artinya sudah tidak punya itikad baik untuk mendengar suara masyarakat. Barulah kita akan kerahkan massa, kita lakukan penolakan yang luar biasa, bikin gerakan-gerakan yang Presiden Jokowi belum pernah lihat sebelumnya,” papar Melki Sedek.

Dia menegaskan lagi, surat itu dilayangkan kepada Presiden Jokowi bukan karena pihaknya kekurangan massa. Tapi, dia melihat soal itikad baik bagi Presiden Jokowi menyikapi suara masyarakat.

Baca juga: Elon Musk dan Zuckerberg Saling Tantang untuk Pertarungan Platform

Jadi surat ini bukan berararti kita kekuarangan massa, juga bukan berarti kita lesu, meredup dan lain sebagainya, bukan. Tapi surat ini upaya kita pertama untuk meninjau apakah ada itikad baik kekuasaan untuk menjawa suara-suara masyarakat. Kalau tidak ada baru gerakannya 2, 3, 4 kali dari gerakan-gerakan sebelumnya,” ucapnya lantang.

Akan dijawabkah surat itu oleh Presiden Jokowi? Host yang kali ini seorang pria yang menggantikan Abraham Samad yang sedang menunaikan ibadah haji, menanyakan hal itu, karena dari kampungnya banyak mengirim surat ke Presiden Jokowi, ternyata tidak pernah mendapat respon dari Presiden.

“Jadi begini, Presiden Jokowi ini kan memasuki tahun ke sembilan, tahun depan ini tahun kesepulih atau tahun terakhir. Mari kita lihat apakah Presiden Jokowi ini mau mengakhiri kekuasaan dengan baik-baik atau berdarah-darah. Kalau mau mengakhiri kekuasaannya dengan baik dia harus tunjukkan itikad baiknya denan merespon suara-suara di masyarakat,” kata Ketua BEM UI itu.

Menurutnya, kalau dia ingin mengakhiri kekuasaannya denan tidak baik, denga "masyarakat tidak percaya dengan kepresidenan Bapak Jokowi, “masyarakat antipati denan sistem pemerintahan", "masyarakat menjadi percaya bahwa isi di dalam itu koruptor semua, silakan untuk tidak di jawah. “Itu yang akan kita lihat melalui surat tersebut,” katanya.

Baca juga: Pengamat Adi Prayitno Cegah Gibran Maju Jadi Cagub DKI, Sebab Ada Data Survei yang Sangat Bagus

Mengeenai sampai tidaknya surat itu, saya yakin sampai. Hari ini teman-teman BEM UI rencana mengadakan aksi di dalam UI dengan massa kurang dari 100 orang, infonya sampai Polda Metrro Jaya. Ia yakin surat itu sampai ke Presiden Jokowi. (*)

(Winoto Anung)

 

Berita Terkini