Kritis, 3 Senior Golkar Tersisih dari Gemoynya Kepengurusan Hanan

Selasa, 21 Oktober 2025 08:58
Azwar Yacub, Alzier Dianis Thabranie, dan Ismet Jayanegara

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kepengurusan Golkar Lampung kali ini lumayan "gemoy". Ada semangat mengakomodir banyak pihak demi menjaga soliditas partai di bawah kepemimpinan Hanan A Rozak. Namun, masih ada yang "tersisih" dari gerbong gemoy ini.

Dari 145 pengurus yang 40 persennya kuota perempuan, setidaknya ada tiga tokoh senior partai ini yang akan "memelototi" kinerja Golkar Lampung periode 2025-2030. Mereka antara lain Alzier Dianis Thabranie, Azwar Yacub, dan Ismet Jayanegara.

Baca juga: Gerbong Gemoy Golkar Lampung Meluncur dengan Lokomotif: Hanan, Aprozi, Toni, dan Riza

Ketiga tokoh partai yang telah malang-melintang dalam dunia politik sejak sebelum Musyarawah Daerah XI, Minggu, 31 Agustus lalu telah menghujani gagasan mereka terhadap wajah partai berlogo pohon beringin ini kelak.

Tentu saja, alasannya demi mengembalikan kejayaan partai. Alzier Dianis Thabrani yang sempat ingin maju kembali menilai kondisi partai sangat memprihatinkan, terus turun dibandingkan saat dipimpinnya. Oleh karena itu, dia menginginkan sekretaris partai yang tangguh.

Gubernur terpilih tahun 2002 ini melihat kualitas mereka yang memimpin partai saat ini tak mumpuni. Ditambahkan lagi, ketua dan sekretarisnya adalah anggota DPR RI. Yang kemungkinan, tak bisa maksimal menjadi lokomotif partai, ujar anggota tim formatur. 

Azwar Yacub maupun Ismet Jayanegara bahkan menilai Musda DPD Partai Golkar Lampung akhir Agustus itu tak ada gunanya. Mereka meragukan legalitasnya karena tak memberikan kesempatan Abi Hasan Muan, Ricko Menoza, Ismet Roni, dan beberapa nama lain untuk maju sebagai calon ketua.

Sebab ada kesan, DPP telah ada jago dan ikut cawe-cawe. Yakni telah menetapkan ketua hingga sekretaris DPD Partai Golkar Lampung, Hanan A. Rozak dan Aprozi Alam, dalam pertemuan bersama Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Lampung.

Musda etoy-etoy namanya. Tak ada gunanya sama sekali. Mirisnya lagi, hanya para Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota yang dilibatkan, sayap partai diabaikan seperti Kosgoro, SOKSI, MKGR, AMPI, AMPG, dan KPPG dalam pertemuan yang digagas DPP.

Azwar Yacub mengaku kecewa, jika nilai demokrasi yang selama ini menjadi ciri khas Partai Golkar jadi hilang. Padahal bukan hal yang mudah menjadikan Partai Golkar sebagai partai modern yang mengadopsi nilai demokrasi dan mampu merangkul semua golongan dengan mengedepankan semangat moderat.

Sikap DPP yang melakukan “intervensi” mengumpulkan para ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota dengan dalih silaturahmi, konsolidasi atau apapun sebutannya adalah tidak benar dan telah melanggar mekanisme partai, kata Azwar Yacub. (HBM) 

Berita Terkini