HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkapkan besaran ongkos politik untuk menjadi anggota legislatif di DKI Jakarta.
Menurutnya, modal yang harus dikeluarkan seorang caleg di Pileg yaitu sebesar Rp 40 miliar.
"Teman-teman saya yang jadi tiga sampai empat kali di Jakarta, ongkosnya sekitar Rp 40 miliar," ujarnya di Jakarta, Sabtu (12/8).
Wakil Ketua DPR RI itu merasa prihatin dengan tingginya ongkos politik tersebut. dia menegaskan sebagai salah seorang yang menginginkan para anak muda dan aktivis, yang harus duduk di legislatif dengan ideologi yamg jelas. "Kompetisinya sudah sangat pragmatis," tambah Cak Imin.
Baca juga: Wamen Raja Juli Antar Anak Sekolah Naik Motor, Lalu Berkata: Kecil-kecil Bisa Nyalip yang Besar
Akibatnya imbuh dia, saat unj persaingan politik dalam pemilu dua periode terakhir, menunjukkan bahwa kompetisi yang menghalalkan segala cara telah berjalan di lapangan, dengan sangat terbuka.
"Apa yang disampaikan dengan money politic (politik uang), yang kaya yang berkuasa, yang menang yang punya duit, itu terbukti di lapangan dengan baik," sambung Cak Imin.
Namun Cak Imin enggan menyebutkan berapa ongkos politik pada pemilihan presiden. Saat ditanyakan berapa ongkos politik untuk Pilpres, Muhaimin hanya tersenyum dan tertawa.
Baca juga: Preview Pertandingan Liga Inggris 2023, Arsenal Diprediksi Libas Nottingham Forest 3 - 0
"Saya belum pernah pengalaman jadi capres, jadi nggak tahu," katanya pula.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengungkapkan pihaknya telah melakukan verifikasi administrasi perbaikan kebnenaran dokumen persyaratan administrasi bakal calon dan kegandaan pencalonan mulai tanggal 10 hingga 31 Juli 2023.
Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata mengatakan sebanyak 139 bakal calon anggota legislatif DPRD tidak lolos verifikasi administrasi.