Ada Dua Strategi Prabowo untuk Pilpres 2024, di Antaranya Baliho Foto Bersama Jokowi

Rabu, 23 Agustus 2023 08:30
Prabowo Subianto mengusulkan referendum di wilayah Ukraina. Foto: tangkapan layar akun Twitter sprinter99880

HELOINDONESIA.COM - Prabowo Subianto sudah positif menjadi capres untk Pilpres 2024. Dia diketahui sudah dua kali maju jadi capres, dan belum berhasil. Kini maju lagi, dengan stategi berbeda.

Dulu siap tempur dengan kekuatan parpolnya, juga beberapa parpol pendukung, kini sudah lain, yakni mendekat, sedekat mungkin ke Presiden Jokowi. Bahkan, Prabowo berani menyebut Jokowi sebagai gurunya.

Lebih dari itu, dia akan meneruskan program-program Presiden Jokowi bila kelak terpilih sebgai presiden pada Pilpres 2024. Tidak dirinci, program-program apa saja yang dilanjutnkan.

Kalangan lawan politik sempat mengkritikanya, apakah strategi Pembangunan dengan utang menggunung juga dilanjutkan, atau proyek-proyek dengan China seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang biayanya membengkak juga dilanjutkan? Tak ada jawaban untuk itu.

Baca juga: PM Spanyol Tak Memaafkan Rubiales yang Cium Bibir Jenne Hermoso di Panggung Piala Dunia Wanita 2023

Dulu, Prabowo menggunakan strategi mengkritik dan menyerang Jokowi dalam pencapresan perama maupun kedua. Anak buah Prabowo sangat kritis, dan bersuara lantang, terutama disampaikan oleh Fadli Zon maupun Ferry Juliantono.

“Kini, rasanya sudah lama sekali, suara sumbang Fadli Zon tak lagi terdengar,” ungkap netizen Septian Raharjo dalam unggahan di X (Twitter) dengan judul: Catatan untuk Prabowo: Capres Numpang Foto dan Jago Makeup, diunggah @Melihat_Indo.

Padahal, lanjutnya,  politisi ini menyuguhkan pemandangan berbeda lewat puisi-puisi kritiknya. Anda pasti masih ingatkan puisinya yang berjudul "Sontoloyo", "Ada Genderuwo di Istana", "Jainudin Nachiro Namanya", dan "Rakyat Bergerak".

Baca juga: Tuding Nasdem Khianat, Terkesan Demokrat Ngotot Banget Soal Cawapres

Kini, lanjutnya, suara sumbang Fadli Zon hilang bak ditelan bumi. Tak lagi terdengar, tak lagi viral. Hilangnya kritik Fadli Zon sejauh yang saya tahu, sejak dirinya ditegur Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra. Kala itu, Fadli Zon ditegur gara-gara menyindir Presiden Jokowi soal banjir Sintang, Kalimantan Barat.

Menurut dia, alasan Prabowo menegur Fadli Zon, untuk menjaga hubungan dengan Jokowi. Biar sudah jadi rival dua kali, tapi sejak bergabungnya Prabowo ke kabinet Jokowi sebagai Menteri Pertahanan, mengubah posisi Gerindra dari oposisi menjadi partai pendukung pemerintah.

“Sejak saat itu, Prabowo mulai memainkan bidak caturnya. Posisinya yang berada di lingkaran pemerintahan dibaca sebagai peluang untuk menarik dukungan pemilih Jokowi. Karena ternyata, Prabowo masih digdaya di Gerindra. Tak ada kaderisasi, yang ada hanya nama Prabowo seorang sebagai capres 2024,” ungkap Septian Raharjo.

Baca juga: Bikin Bangga! Pewushu Indonesia asal Semarang Pecahkan Telur, Sabet Tiga Emas dalam Kejuaraan Junior Asia di Cina

Keinginannya maju kembali sebagai capres 2024 tampaknya sudah bulat. Bahkan secara terang-terangan, dia memohon izin kepada rakyat untuk berkuasa di Indonesia. Tujuannya berkuasa itu tidak main-main. Strategi sudah dijalankan. Dan cukup berhasil menggaet pemilih terutama pemilih muda.

Nah, dalam kaitan ini dia menyebut, strategi Prabowo menghadapi Pilpres 2024 terbagi dua, pertama strategi simpel yakni memasang foto. Kedua strategi sulit yakni mengubah penampilan.

“Dua strategi ini terbukti berhasil mengubah persepsi publik. Prabowo mendapat cukup banyak suara dari relawan Jokowi yang termakan permainannya,” ujarnya.

Mengapa strategi pertama ini dia sebut simpel? Karena melakukannya memang sangat mudah. Cukup siapkan foto Prabowo dengan Presiden Jokowi dan tokoh-tokoh lain, posting di media sosial atau bikin balihonya dan sebar.

Baca juga: KIPP Bakal Adukan Gibran ke Bawaslu Buntut Penempelan Stiker Ganjar Pranowo

“Lantas, bumbui dengan narasi seolah tokoh-tokoh itu terutama Presiden Jokowi mendukung pencapresan Prabowo. Selesai. Cukup mudah namun menjanjikan. Hasilnya elektabilitas Prabowo merangkak naik bahkan kejar-kejaran dengan Ganjar Pranowo,” tulis Septian lagi.

Hal itu, kata dia, berkat foto dirinya dengan Jokowi yang tergambar di baliho yang tersebar di pelosok nusantara. Belum lagi strateginya mendekati para influencer yang punya pengikut muda cukup banyak.

“Amati saja di instagramnya. Prabowo kian gencar melakukan pertemuan dengan para tokoh serta influencer. Sebenarnya tidak masalah, karena itu hak pribadinya. Namun kalau dipikir-pikir ada yang janggal dari deretan postingannya tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Meraih Tiket Semifinal Piala AFF 2023.

Sebab hampir semuanya mengabaikan substansi pertemuan. Prabowo hanya terkesan mau numpang foto saja. Lihat dalam pertemuannya dengan para influencer seperti Tretan, Coki, Boris, Praz Teguh, Bintang Emon, Young Lex, Chandra Liow, dan kawan-kawannya.

“Saya yakin netizen tidak banyak sadar kalau pertemuan tersebut bertujuan untuk bertukar pikiran terkait kreativitas dan demokrasi di Indonesia,” tandas Septian Raharjo. (**)

Berita Terkini