Helo Indonesia

Jejak 46 Tahun Watala, Syal Orange Masih Setia Mengikat Leher

Herman Batin Mangku - Ragam
Rabu, 23 Oktober 2024 11:42
    Bagikan  
WATALA
Helo Lampung

WATALA - HUT ke-46 Wataka (Foto Dok/Helo)

Catatan Herman Batin Mangku*

JANGAN bunuh sesuatu kecuali waktu,
Jangan ambil sesuatu kecuali gambar
Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak (motto dasar para pencinta alam).

Jejak itu yang saya lihat di HUT ke-46 Keluarga Pecinta alam dan Lingkungan Hidup (Watala) di sekretariatnya, Jl. Teuku Umar No.58/64, Penengahan, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung, Sabtu malam. (19/10/2024).

undefined

Masih banyak wajah-wajah yang saya kenal sejak 35 tahun lalu hadir menyelusuri kembali jejak pilihan hidup mereka sebagai pecinta alam walau ada perubahan di rambut yang sudah mulai jarang dan memutih, wajah mulai longsor, hanya perut yang terus tumbuh bak Gunung Krakatau.

Namun, jejak persahabatan mereka masih jelas, tak berubah sedikitpun, terikat dalam satu syal orange sesuai prinsip pertama organisasi pencinta alam ini, yakni Kekeluargaan dan kebersamaan. Keanggotaannya mengikat seumur hidup (membership organization).

undefined

Joget dan bernyanyi bersama tanpa jaim. Para wanita yang anaknya sudah kuliah tak segan-segan meledek perut teman prianya yang seakan hendak menjebol kancing bajunya. Makanannya yang tersaji juga luar biasa, dari kacang rebus hingga gulai kambing.

Digawangi Ketua Panitia HUT ke-46 Watala Almuhery Ali Paksi, senior Watala, HUT kali ini bertema "Kami Sahabat Watala". Banyak tamu mitra lembaga dan perseorangan yang turut merasakan indahnya jejak persahabatan dan idealisme di LSM pencinta lingkungan hidup ini.

undefined

Salah satu sahabat ketua kegiatan yang hadir dari Ranagade, gerombolan lintas alumni nonformal dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang mempunyai satu visi dan rencana beberapa misi buat daerah ini. 

Suasana cafe, grup band country, lagu-lagu balada, dan rock menghangatkan suasana hari ulang tahun lembaga pecinta alam yang lahir dari rahim Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Faperta Unila) pada 15 Oktober 1978.

undefined

Pada tanggal 03 April 1988, wadah pencinta alam ini mandiri menjadi LSM dan tahun 1992 dengan badan hukum  yayasan dengan Akte Notaris Nomor 16 Tahun 1992 dan menjadi Perkumpulan dengan akte Notaris Nomor 18 tahun 2003.

Watala bermetamorfosa menjadi lembaga independen, nonpartisan dan nirlaba yang berpedoman pada UUD 45 dan prinsip kekeluargaan dan kebersamaan, transparansi dan akuntabilitas pada upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat di Lampung.

undefined

Lembaga ini bergerak di bidang konservasi, advokasi, kebijakan SDA, perencanaan, studi, dan penelitian agro/socioforestry, pendampingan masyarakat, pengembangan ekonomi pedesaan, pengembangan sistem pengelolaan hutan, pesisir/kelautan, dan ekowisata.

Sekretariatnya juga sudah keren, awal berdiri, markasnya selalu tergenang banjir. "Alhamdullilah, sekarang, sudah dibangun dua lantai dan pagar yang sekaligus berfungsi tanggul pencegah air dari Way Awi luber ke sekretariatnya.

Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak, Watala akan terus mengalir seperti air sungai di samping sekretariatnya sejak puluhan tahun lalu, ratusan anggota telah merasakan "soul" salam lestari, generasi terus bergulir hari kepengurusan ke pengurusan tanpa batas waktu.

Pesan Almuhery Ali Paksi yang telah mendedikasikan hidupnya sejak di Kampus Hijau untuk pelestarian dan konservasi lingkungan hidup meninggalkan pesan buat para yuniornya: Semoga dengan kepengurusan baru ini Dengan dedikasi dan komitmen yang kuat, Watala dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.

Pada hari Sabtu , 12 Oktober 2024, Watala telah melaksanakan Musyawarah Kerja XIX yang salah satunya memutuskan kepengurusan Periode 2024-2027 sebagai berikut :

Dewan Pengurus:
1. Sunarni Widyastuti ( W. 235.91)
2. Eko sulistiantoro
( W. 264-99)
3. Sanuria Megasari ( W. 287.01)
4. Pramono Satrio Wibowo ( W. 295.06)
5. Tantawi jauhari ( W. ( 003.ALB)

Badan Pelaksana Harian:
1. Ketua Andi Suprayogi abadi ( W.275.01)
2. Sekretaris Ismaison (W.263-99)
3. Bendahara Umi Wasilah (W. 297-06)

Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak

* jurnalis

 -