HELOINDONESIA.COM -
Gen Z atau Generasi Z dikenal sebagai generasi yang sudah melek dengan teknologi yang lahir awal tahun 2000-an kini mereka sudah ada di dunia kerja.
Gen Z merupakan generasi termuda kedua, setelah Generasi Milenial dan sebelum Generasi Alpha. Gen Z dikenal sebagai "penduduk asli digital" karena mereka tumbuh bersama internet dan menjadi generasi pertama yang menggunakan internet secara luas dalam kehidupan sehari-hari.
Namun saat berada di dunia kerja Gen Z ini cenderung kurang lama bisa bertahan di lingkungan tersebut, dalam data terbaru yang dirilis oleh survei Intelligent menunjugkan kalau banyak perusahaan memecat karyawan dari kalangan Gen Z meskipun baru saja masuk.
Baca juga: Viral ! 2 Bocah SD Ketahuan Sedang Lakukan Adegan Dewasa di Gang, Respon Orang Tuanya Bikin Gemas
Survei tersebut mengatakan kalau sekitar 60 persen perusahaan yang menerima kalangan Gen Z telah memecat lulusan baru yang direkrut tahun ini.
Ada beberapa alasan pemecatan Gen Z tersebut yang paling besar adalah karena kurangnya motivasi atau inisiatif adalam bekerja dan kurangnya profesionalisme.
Berikut rincian lengkap alasan perusahaan memecat kalangan Gen Z
- Kurangnya motivasi atau inisiatif – 50 persen
2. Kurangnya profesionalisme – 46 persen
3. Keterampilan berorganisasi yang buruk – 42 persen
4. Keterampilan komunikasi yang buruk – 39 persen
5. Sulit menerima feedback – 38 persen
6. Kurangnya pengalaman kerja yang relevan – 38 persen
7. Keterampilan pemecahan masalah yang buruk – 34 persen
8. Keterampilan teknis yang tidak memadai – 31 persen
9. Ketidakcocokan budaya – 31 persen
10. Kesulitan bekerja dalam tim – 30 persen
Menurut Huy Nguyen, kepala penasihat pendidikan dan karier di Intelligent, banyak lulusan perguruan tinggi yang merasa sulit beradaptasi di dunia kerja karena perbedaan antara lingkungan akademis dan lingkungan profesional.
Baca juga: Lirik dan Arti Lagu I Think They Called This Love – Matthew Ifield yang Sedang Viral di Tiktok
