HELOINDONESIA.COM - Meracik aromaterapi bukan sekadar pekerjaan biasa atau hanya membuat sebuah produksi campuran minyak atsiri atau minyak esensial, tapi juga menjadi sebuah seni.
Hal ini diungkapkan pakar aromaterapi Ir. Dian SS Maulana Said dalam acara webinar oleh Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024 pada Selasda (6/11/2024) siang.
Secara umum, peracikan aromaterapi merupakan pencampuran minyak atsiri pada perawatan spa yang dapat digunakan dengan cara dihirup (inhalasi), diteteskan pada tungku pemanas/diffuser, ditambahkan pada minyak pijat.
“Bisa juga diteteskan pada bak berendam tubuh dan kaki, ditambahkan pada produk perawatan tubuh dan wajah, dicampurkan ke dalam air hangat untuk dikompres
dengan handuk lembab pada tubuh,” papar Dian.
Baca juga: Zhao Jianhua: Anda Harus Membuat Shuttlecock Mendengarkan Anda
Dian menjelaskan bahwa aromaterapi itu sendiri merupakan terapi dengan menggunakan aroma dan dapat dilakukan melalui kulit atau penciuman.
Minyak atsiri adalah ekstrak pekat dari bagian tumbuhan atau tanaman dan diperoleh melalui suatu proses.
“Bagian tumbuhan yang diekstrak dapat berupa akar, daun, batang, bunga, kulit, buah, biji, dan rimpang yang mengandung beberapa senyawa dan berpotensi dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh,” papar Dian.
Untuk jenis minyak atsiri itu sendiri, Dian mengungkapkan, jenis minyak atsiri khas Indonesia antara lain kayu cendana, nilam, kenanga, pala, kayumanis, akar wangi, cengkeh, melati, adas,
jahe, sereh, dan minyak kayu putih.
Sementara jenis minyak atsiri negara lain secara umum yakni lavender, chamomile, rosewood, neroli, bergamot, geranium, rosemary, tea tree, clary sage cypress, dan eucalyptus.
Baca juga: Dibuka Presiden Prabowo, Bupati Dendi Hadiri Rakornas di Bogor
Selain minyak atsiri terdapat juga minyak dasar. Ini adalah minyak yang digunakan sebagai pengencer minyak atsiri namun
tidak terbatas pada minyak jojoba, minyak zaitun (Olive oil), minyak kelapa (Coconut Oil), minyak jagung (Corn oil), minyak kedelai (Soya oil), minyak biji bunga matahari (Sunflower oil), minyak Kanola (Canola oil), dan minyak biji anggur (Grapeseed oil).
