LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Empat tahun sudah, program inisiatif Repair Project taja bareng RiverRecycle dan Waste4Change, entitas penggerak pemberdaya gerakan sosial ekonomi sirkular berbasis kearifan lokal serta pelestarian dan pengendalian dampak polusi lingkungan berbasis di Bekasi, Jawa Barat, berkiprah menjadi bagian dari genderang perang total Indonesia melawan sampah.
Melalui Repair Project, duo entitas didukung Bening Saguling Foundation dan Greeneration Foundation fokus mengubah limbah plastik sungai yang tidak dapat didaur ulang menjadi material bernilai tinggi untuk bangunan dan furnitur.
Dari kantor Waste4Change markas komunitas, Vida Bumipala, Jl Alun Alun Utara RT/RW 2/1 Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagaimana diikuti perkembangannya, program visioner ini menggotong baris tera (tagline) yang layak ditulis sebagai tagline 'sangu' cucu canggah: Repairing Rivers, Repairing Tomorrow.
"Redefining recycling, restoring (the) planet," demikian program besutan entitas, memaknai upayanya mengubah limbah plastik bernilai rendah yang disebut merupakan masalah utama dari limbah plastik, menjadi produk fungsional furnitur dan komponen bangunan.
RiverRecycle dan Waste4Change sadar betul, ulah komposisinya yang rumit, plastik bernilai rendah lebih sulit didaur ulang sehingga tidak memiliki nilai ekonomis bagi mayoritas warga atau komunitas pengumpul sampah.
Beda jauh dengan jenis plastik polimer termoplastik bersifat ringan, kuat, dapat didaur ulang serta umum digunakan untuk bahan baku produk botol minuman, wadah makanan, dan lainnya, yakni plastik PET (Polyethylene Terephthalate).
Maupun dengan jenis termoplastik terbuat dari minyak bumi bersifat tahan suhu tinggi dan bahan kimia, berkekuatan tarik dan tahan lama, tak berbau tak beracun, fleksibel, bisa berwarna, bisa didaur ulang (kode #2), yakni plastik HDPE (High Density Polyethylene).
Plastik HDPE lazim diaplikasikan untuk bahan produk kemasan botol susu, botol minyak, botol produk pembersih, botol produk kimia, wadah makanan dan minuman, dan kemasan cairan panas.
Lalu, serbaneka produk pipa sistem perpipaan air, perpipaan gas alam, perpipaan transfer panas bumi; dan produk konstruksi, seperti lapisan kedap air atau geomembran, kantong plastik, kayu plastik, kursi dan meja lipat, papan luncur salju, pembungkus kabel, perabot, tangki bahan bakar, wadah pengangkut bahan kimia, dan lainnya.
Menilik komposisi rumit limbah plastik sungai tersebut, "kami ingin menyelesaikannya dalam skala yang diperlukan," tekad mereka. "Repair Project bertujuan untuk meningkatkan nilai plastik bernilai rendah, mencegahnya mencemari Planet kita."
Dalam praktiknya serba 'berlumpur' tersebut, para pegiat hulu-hilir Repair Project berhasil memproduksi RiverRecycle Board namanya, Papan RiverRecycle; yang diklaim 100 persen terbuat dari plastik rendah nilai dari sungai.
"RiverRecycle Boards adalah solusi inovatif yang mengubah limbah plastik bernilai rendah menjadi material yang tahan lama, serbaguna, dan ramah lingkungan. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan desainer, kontraktor, dan arsitek, papan ini menawarkan alternatif berkelanjutan untuk material tradisional seperti plywood laut dan plywood tahan air."
"Cocok untuk berbagai aplikasi seperti furnitur, konstruksi, dan desain interior, RiverRecycle Boards menggabungkan fungsionalitas dengan potensi kreatif, memberikan cara unik untuk berkontribusi pada ekonomi sirkular sambil beri dampak positif melalui desain yang berkelanjutan."
Keterangan visualisasinya menghidang, papan tersebut, serbaguna: bisa diaplikasikan untuk furnitur, konstruksi, hingga desain interior, dengan banyak tawaran pilihan untuk proyek unik pengguna atau pemesannya.
Kemudian, mudah ditangani alias tidak memerlukan pengerjaan khusus, bahan mudah digunakan dan kompatibel dengan sebagian besar alat konstruksi sehingga mudah dan dapat digunakan siapa saja.
Lalu, material sirkular, terbuat dari plastik bernilai rendah yang mengurangi dampak lingkungan dan mempromosikan ekonomi sirkular. Serta, berdaya tarik visual unik: pola, tekstur, dan warna khasnya menjadikannya pilihan mencolok secara visual dan berkelanjutan untuk proyek apa pun.
Selain itu, tak hanya sebatas pemikat mata pemikat hati, tetapi sekaligus pengikat bukti, pabrikan Repair Project sendiri dibangun menggunakan sebanyak 32 RiverRecycle Boards, setara 928 kilogram (Kg) sampah.
Repair Project juga kinetik manunggal dengan program rehabilitatif tanggulangi sampah di Sungai Citarum (salah satu sungai terkotor di dunia) yang secara visual terbujur dari aksi pembersihan sungai dari sampah, pemulihan ekosistem sungai dan promosi keberlanjutan lingkungan sungai, Citarum Repair.
Bermodal visi menciptakan masa depan berkelanjutan sungai dan laut bebas dari polusi plastik, Repair Project mengantongi misi: mendorong desain berkelanjutan dengan menyediakan material plastik daur ulang yang mudah digunakan, yang menginspirasi kreativitas dan inovasi di berbagai industri.
"Visi kami jelas: menciptakan masa depan berkelanjutan sungai dan laut bebas dari polusi plastik. Citarum Repair (CR) adalah pusat pengumpulan Repair Project. Sejak 2021, inisiatif ini telah berhasil mengeluarkan lebih dari 900.000 Kg limbah plastik bernilai rendah dari Sungai Citarum. Upaya kami sepenuhnya berfokus pada penanganan limbah plastik yang telah terakumulasi di lingkungan," Repair Project, memastikan diri menjadi bagian dari solusi.
Dari empat tahun kiprahnya berkutat, jibaku kreatif Repair Project menarget prioritas dampak jangka panjang perubahan yang berkelanjutan —dari sampah rendah nilai menjadi solusi, secara statistik hingga 30 Juni 2025 membukukan hasil membanggakan.
Sebut saja, 992.290,54 Kg plastik bernilai rendah terkumpul lewat Scavenger Program, membersamai 4.568 komunitas terlibat lewat program community engagement Citarum Repair, memberdayakan subsistensi ekonomi 26 pekerja lokal direkrut, dan berjejaring 2.884 akun aktif yang berinteraksi melalui kampanye digital Repair Project.
Selain itu, ada lebih dari 30 Kg plastik bernilai rendah terkandung di dalam setiap produk, sedikitnya 160 Kg sampah berhasil terkumpul dari pembersihan sungai, dan 2.216 Kg plastik bernilai rendah berhasil didaur ulang.
"Jadilah bagian dari solusi. Bersama-sama, kita bisa memperbaiki masa depan. Anda desainer, mitra korporat, atau pendukung komunitas? Anda dapat berperan untuk semua orang dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Jelajahi material kami, berkolaborasi dengan kami, atau ikuti acara kami untuk jadi bagian solusi. Bergabunglah, dan buat dampak hari ini," ajak mereka, usai menjelaskan perjalanan Repair Project.
"Repair Project mengatasi plastik-plastik paling bermasalah dikumpulkan dari sungai, mengubahnya menjadi RiverRecycle Boards, material bernilai yang dapat digunakan untuk furnitur dan komponen bangunan. Berbeda dengan papan daur ulang konvensional yang terbuat dari plastik bernilai tinggi, papan plastik kami berasal dari material plastik dengan nilai terendah."
Apa saja terobosan inovatif komunitas kreatif pengampu program daur ulang material sulit terurai, Repair Project yang inspiratif, ini?
Disarikan, sedikitnya tiga. Dari sisi inovasi, inovasi material ala Repair Project relatif sukses membuktikan diri mengubah limbah plastik bernilai rendah menjadi papan plastik daur ulang dengan harga keekonomian tinggi, serbaguna, dan tahan lama. Bukan mustahil.
Dari sisi kolaborasi, utamanya dalam prekomposisi desain dan bangun sirkular, Repair Project tak ragu berkolaborasi dengan desainer dan pengembang untuk mencipta desain unik kekinian bahkan futuristik, serta berorientasi utama proyek ramah lingkungan.
Dari sisi partisipasi, prakarsa Repair Project mengarusutamakan keterlibatan komunitas dan lingkungan komunitas sekitar, cegah kebocoran plastik lebih lanjut ke sungai sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi warga.
"Prioritas kami: perubahan berkelanjutan. Melalui misi kami, kami definisikan kembali desain dan inovasi berkelanjutan. Didorong misi prioritaskan planet ini, kami mengubah 100 persen plastik bernilai rendah jadi produk bermanfaat. Pemberdayaan komunitas adalah tujuan kami untuk turut berperan dorong perubahan. Melalui bersih-bersih sungai, keterlibatan rumah tangga, kampanye di sekolah, libatkan komunitas meningkatkan kesadaran akan permasalahan limbah yang terus berlangsung," intensi Repair.
Repair Project menyebut keinginannya untuk meningkatkan standar hidup masyarakat lokal melalui peningkatan mata pencaharian, itu, sebagai "inti dari inisiatif".
"Kami prioritaskan masyarakat sekitar yang langsung diuntungkan oleh kegiatan kami di Kabupaten Bandung Barat, menawarkan peluang kepada pekerja berusia 20 hingga 50 tahun dalam berbagai peran, mulai dari pemulung hingga operator pabrik."
Dikulik, empat pilar Repair Project yang standby di kanal korespondensi surel support@repairproject.id, hotline 082258044904 dan @repairproject.id ini portofolio kiprah daur ulangnya lumayan bikin mata mendelik.
RiverRecycle
RiverRecycle, inisiatif global daur ulang sampah sungai dan laut serta investasi finansial persampahan dirian tahun 2019 silam dan berbasis di Helsinki, Finlandia ini, dikenal kiprah internasionalnya memerangi polusi plastik di sungai-sungai di dunia.
Kini telah jelajahi delapan negara termasuk Indonesia, operasi RiverRecycle berfokus pada pengumpulan dan daur ulang sampah plastik dan puing-puing yang mengapung.
"Melalui solusi inovatif kami, kami mendukung masyarakat setempat dengan menyediakan kesempatan kerja yang aman dan adil, serta merangsang perekonomian," tekad River.
RiverRecycle membentang tiga rasionalisasi utama dalam ajukan proposal daur ulangnya: perjalanan dari sungai yang tercemar menuju lautan yang bersih —mengapa RiverRecycle penting.
Pertama, akar dari sampah laut adalah sungai-sungai di wilayah miskin. Lebih dari 80 persen sampah laut dibawa oleh sungai. Acap di daerah miskin sistem pengelolaan sampah dan insentif terbatas sehingga sungai menjadi tempat pembuangan sampah yang nyaman.
Kedua, dampak terhadap komunitas dan ekosistem. Polusi plastik merusak lingkungan, mengurangi keanekaragaman hayati, serta berdampak negatif pada kesehatan, mata pencaharian, dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dekat perairan yang tercemar.
Lebih jauh, polusi juga menimbulkan beban ekonomi signifikan. Pada 2019, dampak finansial global dari polusi plastik laut, termasuk kerusakan dan hilangnya sumber daya, diperkirakan berkisar antara 500 miliar hingga 2,5 triliun dolar AS per tahun.
Ketiga, menciptakan solusi berkelanjutan yang berkelanjutan secara finansial. "Kami yakin insentif finansial adalah kuncinya."
"Dengan mendorong peluang ekonomi di bidang pengumpulan dan daur ulang limbah, kami memungkinkan masyarakat mengambil peran aktif dalam memurnikan sungai mereka, hingga mencapai dampak berkelanjutan yang jauh melampaui jangkauan inisiatif amal yang membutuhkan pendanaan terus-menerus," tekad filantropi daur ulang Founder/CEO RiverRecycle, Anssi Mikola, disitat.
Dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagian Agenda 2030 per tahun adopsi 2015 dan tahun eksekusi 2016-2030, RiverRecycle terang-terangan menarget 10 di antaranya.
Yakni SDG#1 No poverty (tak ada kemiskinan), RiverRecycle menciptakan lapangan kerja dan pertahankan manfaat ekonomi dari sampah plastik bernilai rendah di masyarakat lokal.
Lalu SDG#3 Good health and well-being (kesehatan dan kesejahteraan yang baik), solusi RiverRecycle mencakup sistem pengelolaan limbah yang mengurangi atau membatalkan dampak kesalahan pengelolaan limbah terhadap kesehatan penduduk.
Lalu SDG#6 Clean water and sanitation (air bersih dan sanitasi). Saatbersihkan sungai dari limbah, RiverRecycle menawarkan kemungkinan memurnikan air untuk kegiatan pertanian, mencegah penipisan akuifer lokal.
Lalu SDG#8 Decent work and economic growth (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi). Model bisnis RiverRecycle bertujuan menciptakan 99.000 pekerjaan (langsung tak langsung) bagi masyarakat lokal dan meningkatkan lingkungan kerja sektor informal misal pengumpul sampah.
Lalu SDG#9 Industry, innovation, and infrastucture (industri, inovasi, infrastruktur). Mengadopsi prinsip “Zero waste to landfill”, model holistik RiverRecycle memanfaatkan potensi untuk berkontribusi dalam mengubah sektor pengelolaan limbah plastik.
Lalu SDG#11 Sustainable cities and communities (kota dan komunitas yang berkelanjutan). RiverRecyle menawarkan metode inovatif mengubah sistem pengelolaan limbah, sehingga menghasilkan ruang perkotaan yang lebih baik dan bersih.
Lalu SDG#12 Responsible consumption and production (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab). Dengan mendaur ulang sampah plastik bernilai rendah jadi produk bernilai tinggi, RiverRecycle mendorong itu dan meningkatkan efisiensi sumber daya.
Lalu SDG#13 Climate action (Aksi iklim). RiverRecycle berupaya hentikan kebocoran limbah plastik ke lingkungan, berkontribusi 1.072,5 t CO2eq dalam menghemat emisi gas rumah kaca (GRK).
Lalu SDG#14 Life below water (kehidupan di bawah air). "Sasaran kami, mendirikan titik pengumpulan sampah di seluruh sungai tercemar di dunia untuk cegah 660.000 ton sampah plastik memasuki lautan dari sungai setiap tahunnya yang berkontribusi terhadap perlindungan ekosistem laut dan pesisir."
Dan, SDG#17 Partnerships for the goals (kemitraan untuk capai tujuan). Sistem bisnis RiverRecycle didasarkan pada kolaborasi antar ragam entitas di pasar lokal dan global.
Dalam angka, RiverRecycle tercatat telah mengumpulkan 200 ribu Kg sampah per bulan atau 2,5 juta Kg sampah dari sungai per tahun, 2 juta Kg per tahun kapasitas daur ulang plastik bernilai rendah terpasang, juga
menggarap 56 proyek on process di 8 negara.
Waste4Change
Ini korporat ekonomi sirkular tergagas hasil diskusi Greeneration Indonesia (Ecoxyztem) dan PT Bumi Lestari Bali (EcoBali) upayakan pendirian unit usaha bermisi mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan sampah akhir (TPA), dieksekusi Mohamad Bijaksana Junerosano, dirikan PT Wasteforchange Alam Indonesia, 2014 silam.
Maju pesat kemudian, sukses bangun fasilitas pemulihan material pertama di Vida Bumipala, Jakarta Timur (2015), meluncurkan program Zero Waste to Landfill join dengan penyedia teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), secara mandiri meluncurkan program Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (Extended Producer Responsibility atau EPR) pada 2016.
EPR ini, kebijakan yang menuntut produsen untuk bertanggung jawab atas produknya sepanjang siklus hidupnya, termasuk dalam pengelolaan limbah pascakonsumen. Tujuan: mengurangi dampak lingkungan dari produk dan kemasan, dorong daur ulang, ciptakan produk yang lebih berkelanjutan.
Bareng Greeneration Foundation menaja Forum Ekonomi Sirkular Indonesia (ICEF) pertama (2017); meluncurkan program Send Your Waste dan Dropbox, dan Fasilitas Penangkaran Lalat Tentara Hitam (BSF) di Sidoarjo Jawa Timur, dan jadi satu dari 8 wirausaha sosial terpilih dalam DBS-NUS Social Venture Challenge Asia (2018).
Lalu, raih Penghargaan Perusahaan Paling Bertanggung Jawab dari World's Most Valued Business (MVB) Indonesia, beroleh investasi dari Agaeti Ventures and Partners untuk meningkatkan kualitas - kuantitas pengolahan limbah di Fasilitas Pemulihan Material, merilis program Recycle 4.0 untuk jalin kolaborasi mitra daur ulang lokal dan bank sampah se-Indonesia untuk pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dan hibah Penghargaan Raja Sejong & Jang Yeongsil dari KOICA untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis platform kota pintar (2019).
Lanjut, mengakuisisi Sampah Muda, startup pengelolaan sampah berbasis di Semarang dan terpilih pemenang dari 15 peserta Social Entrepreneur Bootcamp Bank DBS Indonesia (2020); menaja Award4Change yang libatkan 27 penerima (2021); raih pendanaan seri A senilai 5 juta dolar AS) dipimpin AC Ventures dan resmikan Fasilitas Pemulihan Material di Telaga Kahuripan Bogor (2022).
Per didirikan, Waste4Change setia mengampu visi Mewujudkan Indonesia Bebas Sampah
Melalui Inovasi, terpantau tak lelah membesut ragam program inovatif demi mewujudkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Indonesia, serta ambil posisi berani: hadir untuk menjadi bagian dari solusi dalam pengelolaan sampah padat di Indonesia.
Salah satu inovasi program edukatif kesohor Waste4Change, yakni Akademi Bijak Sampah: program pendidikan untuk sekolah, komunitas masyarakat, hingga perkantoran.
Markas entitas ini sekaligus menjadi "mabes" sentra aktivitas Repair Project.
Bening Saguling Foundation
LPSM pelestari lingkungan Sungai Citarum dan pemberdaya masyarakat bantaran sungai berbasis di KM 77 Sungai Citarum, Jl SDN Kampung Babakan Cianjur, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat yang juga penggelut Citarum Repair ini, entitas peraih Penghargaan Kalpataru 2020, katalis pemberdaya Repair Project.
Repair Project, menjadi satu dari 11 program unggulan Bening Saguling. Selain, program pencegahan: Urus Sampah Organik (Unik), Klinik Kesehatan Mitra Enviro, Bank Sampah Induk Bangkit Bersama, dan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle) Bangkit Bersama bagian dari 3.777 TPS 3R se-Indonesia per data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup 30 Juni 2025.
Program pelestarian: Repair Project sendiri, Proyek Kredit Plastik, produksi papan plastik dari daur ulang sampah bernilai rendah Sungai Citarum, dan kerajinan eceng gondok.
Serta, program pendidikan: Festival Citarum, sekolah alam berbayar sampah (Sekolah Alam Tunas Inspiratif, TK-SMP), dan Pengelolaan Sampah Masuk Sekolah.
Greeneration Foundation
Greeneration Foundation berbasis di Jl Pahlawan 64, Kelurahan Neglasari Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, fokusi penerapan dan kampanye perubahan perilaku konsumsi dan produksi masyarakat yang berkelanjutan dan bertanggungjawab, memanfaatkan media kreatif.
Sejak didirikan 2014 bertujuan mendorong manajemen persampahan melalui advokasi dan edukasi, pemberdayaan masyarakat, sistem manajemen informasi dan komunikasi, dan riset; ini bagian Greeneration Indonesia, gerakan lingkungan Indonesia sejak 2006.
Selain Repair Project dan juga Citarum Repair, Greeneration Foundation juga mewadahi lima program pengungkit kolaborasi lainnya.
Yaitu, program pengupayaan tim penanganan permasalahan persampahan di destinasi pariwisata khususnya di destinasi strategis (Eco Ranger); penyediaan platform digital nasional penggerak peran serta pemangku guna mewujudkan Indonesia Bebas Sampah (Bebas Sampah ID); temu pemangku gerakan ekonomi sirkular di NKRI (ICEF); edukasi anak terutama soal sampah makanan (Indonesian Children Care for the Environment, ICCFTE); penyediaan vending machine pengisian ulang kebutuhan sehari-hari (Driving Refill Solution).
Pengingat, taja kemanusiaan Greeneration Foundation paling dikenang dan 'soul-stirring' yakni saat bersama 124 kolaborator didukung Kitabisa.com, Benihbaik.com, The Coca-Cola Foundation, menginisasi gerakan kepedulian sosial sektor informal bidang persampahan terdampak pandemi, galang-salurkan donasi paket alat pelindung diri, paket sembako, paket kebersihan, modul edukasi COVID-19 dan paket tambahan kepada 7.127 pemulung dan petugas sampah di 112 titik se-Indonesia, medio 2020 lalu.
•Kala itu, pendonasi sehelai masker kain sekalipun, adalah pahlawan kemanusiaan•
Dan setelahnya masih ditengah situasi kahar, berdaur semangat luhur menjaga sungai demi tetap bersih juga bagian dari menjaga iman, keempatnya —RiverRecycle, Waste4Change, Bening Saguling Foundation, Greeneration Foundation; hadirkan Repair Project sejak 2021 hingga kini sebagai solusi ikhtiar.
Solusi praktis, solusi cerdas, dan solusi berdampak. Besar. Duaar! (Muzzamil)
