HELOINDONESIA.COM - Mengantuk dan kelelahan kerap dialami sebagian orang usai mereka menyantap makanan, khususnya makanan berat. Kondisi ini dalam dunia kesehatan biasa disebut postprandial somnolence.
Menurut beberapa penelitian, mengantuk usai makan biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun isu yang kerap beredar, mengantuk usai makan selalu dikaitkan dengan gejala diabetes. Benarkah demikian?
Sebelum Anda terlarut dengan isu tersebut, ada baiknya Anda mengetahui faktor-faktor yang menyebabkaan kondisi ini. Dilansir dari Better Me, berikut faktor-faktor yang membuat Anda mengantuk atau kelelahan usai makan.
Baca juga: Jangan Mau Ditakut-takuti, Berikut Mitos-Mitos Seputar Diabetes yang Perlu Anda Ketahui
1. Makan makanan yang membuat Anda mengantuk
sejumlah bahan makanan diketahui dapat membuat Anda mengantuk. Biasanya, bahan makanan ini kaya akan asam amino yang disebut triptofan. Triptofan membantu tubuh memproduksi serotonin, yang dapat membuat Anda mengantuk. Ini biasa ditemukan dalam makanan kaya protein seperti kalkun, pisang, susu, oat, dan cokelat.
Kemudian ada juga makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, pasta, roti, dan makanan bertepung lainnya. Selain itu, karbohidrat sederhana seperti gula putih juga dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah, yang menyebabkan perasaan lelah.
Makanan yang membuat ngantuk lainnya adalah makanan manis, makanan berlemak, ceri asam, kacang-kacangan dan minuman beralkohol. Untuk itu penting mengetahui apa yang Anda makan sehingga menyebabkan Anda mengantuk dan kelelahan usai makan.
Baca juga: 3 Perubahan Sederhana yang Bisa Membuat Jantung Anda Menjadi Lebih Sehat
2. Terlalu banyak makan
Faktor berikutnya yang bisa menyebabkan Anda mengantuk usai makan adalah mungkin karena makanan yang anda konsumsi terlalu banyak. Ini terjadi karena tubuh Anda mengeluarkan lebih banyak energi untuk mencerna makanan besar.
Pengeluaran energi yang meningkat ini dapat menyebabkan perasaan lelah, terutama jika Anda tidak terbiasa makan dalam porsi besar. Makan berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, yang juga dapat menyebabkan kelelahan setelah makan.
3. Terganggunya ritme sirkandian
Ritme sirkadian Anda adalah siklus tidur-bangun alami tubuh Anda. Ini diatur oleh jam biologis di otak yang memberi tahu tubuh Anda kapan waktunya tidur dan kapan waktunya bangun.
Ada beberapa hal yang dapat mengganggu ritme sirkadian Anda, antara lain jet lag, kerja shift, dan insomnia. Ketika ritme sirkadian Anda tidak aktif, Anda akan merasa lelah di siang hari, walau sebelumnya Anda tidur nyenyak di malam hari.
4. Tidak Cukup Tidur
Bukan rahasia lagi bahwa cukup tidur sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Sayangnya, banyak dari kita tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup yang direkomendasikan. Jika demikian, wajar jika Anda tiba-tiba mengantuk usai makan siang bukan?
Baca juga: Mengungkap Fakta, Mitos-mitos Tentang Penyakit Stroke yang Mungkin Bisa Mengelabui Anda
Faktor Kesehatan
Selain faktor-faktor alami di atas, penelitian juga telah mengaitkan antara mengantuk usai makan dengan sejumlah masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Berikut penjelasannya.
1. Diabetes
Diabetes adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi terlalu sedikit insulin atau menolak efek insulin. Insulin adalah hormon yang membantu mengatur kadar gula darah. Ketika kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah, dapat menyebabkan perasaan lelah.
2. Anemia
Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tidak ada cukup sel darah merah di dalam tubuh. Sel darah merah membawa oksigen ke jaringan tubuh.
Ketika sel darah merah tidak cukup, jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, yang dapat menyebabkan kelelahan.
3. Masalah tiroid
Tiroid adalah kelenjar di leher yang menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Ketika tiroid tidak berfungsi dengan baik, dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk kelelahan.
Baca juga: Atasi Anemia Hingga Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Berikut 7 Manfaat Kesehatan Telur Puyuh
4. Tekanan darah rendah
Tekanan darah rendah, atau hipotensi, dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan sakit kepala.
5. Penyakit celiac
Penyakit celiac adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh bereaksi negatif terhadap gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, jelai, dan gandum hitam. Saat penderita penyakit celiac mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, hal itu dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk peradangan di usus kecil dan kelelahan.
6. Penyakit jantung
Penyakit jantung dapat membuat Anda merasa lelah karena membuat jantung Anda lebih sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh Anda. Ini dapat menyebabkan kekurangan energi dan kelelahan.
7. Pengaruh Obat-obatan
Beberapa obat dapat menyebabkan kelelahan sebagai efek samping. Jika menurut Anda obat Anda mungkin menyebabkan kelelahan, bicarakan dengan dokter Anda tentang mengganti obat atau dosisnya.
Kesimpulan
Merasa lelah dan mengantuk setelah makan bisa membuat frustasi dan membuat Anda sulit menjalani hari. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memerangi kondisi ini.
Dengan membuat beberapa perubahan gaya hidup sederhana dan memperhatikan apa yang Anda makan, adalah salah satu contohnya. Anda juga dapat membantu meningkatkan tingkat energi Anda dan menghindari rasa mengantuk setelah makan. Jika perubahan ini tidak membantu, temui dokter Anda untuk mengetahui penyebab pastinya.
