HELOINDONESIA.COM - Pencemaran limbah akibat cairan sampah atau air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir Darurat Sarimukti (TPADS) kembali terjadi bahkan hingga ke Sungai Citarum.
Tim Masyarakat Peduli TPA Darurat Sarimukti, Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Bandung Raya, dan Walhi Jabar memaparkan temuannya pencemaran tidak hanya di sungai Citarum namun mengalir ke anak Sungai Citarum. Bahkan, air lindi itu disebut-sebut mencemari Waduk Jatiluhur.
Menanggapi hal itu, Corporate Communication Perumda PAM JAYA Yudi Irawan mengatakan, dengan adanya temuan aktivis lingkungan dan Walhi tersebut, PAM JAYA semakin meningkatkan kewaspadaan dalam pengelolaan air bersih. Mulai tim produksi hingga penyaluran akan melakukan pengecekan lebih detil apakah air yang berasal dari Waduk Jatiluhur bebas pencemaran atau tidak.
Namun menurut Yudi, sejauh ini PAM JAYA belum menemukan adanya pencemaran dari air waduk Jatiluhur. Kata dia, pihaknya terus berkordinasi dengan PJT 2 (Perum Jasa Tirta) Waduk Jatiluhur terkait temuan Walhi adanya pencemaran air sungai Citarum hingga ke Waduk Jatiluhur.
Baca juga: Lima Fakta Tentang Inter Miami, Calon Klub Lionel Messi
"Kami sebagai salah satu pelanggan dari Waduk Jatiluhur, ada atau tidak ada pencemaran memang selalu melakukan pengecekan secara rutin. Jadi kami harus memastikan bahwa air yang akan disalurkan ke masyarakat tersebut sudah benar-benar bebas dari pencemaran dan bakteri," papar saat dihubungi, Kamis (8/6/2023).
Yudi meyakini air dari waduk Jatiluhur masih aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Sebab, imbuh dia, pihak pengelola waduk Jatiluhur pun mempunyai SOP (standar operasional prosedur) terkait pengelolaan air untuk bahan baku air bersih bagi masyarakat Jakarta.
Yudi menambahkan PJT 2 Waduk Jatiluhur menerapkan SOP pengelolaan air sebelum disalurkan kepada pelanggan sejumlah daerah diantaranya Jakarta.
Baca juga: Sayang Sekali, Sudah Antre Tahunan, 292 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ini Penyebabnya
"Mereka (pengelola) memiliki SOP untuk mengolah air baku sesuai kriteria sebelum menyalurkan air ke pelanggan termasuk Jakarta. Kalau ada pencemaran, ada mitigasi dari pihak pengelola waduk Jatiluhur terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan air yang disalurkan ke pelanggan sudah aman dari pencemaran," pungkasnya.