Nenek Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reyot, Ini Kisahnya

Minggu, 6 April 2025 15:21
Kondisi rumah minak ibu (Foto Rohman/helo lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Nenek berusia 90 tahun di Tiyuh (Desa) Panaragan, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, tinggal sendirian di gubuk bambu reyot. Kondisinya cukup memprihatinkan, gubuk yang ditinggalinya hampir roboh.

Minak Ibu namanya. Ia sudah 9 tahun tinggal di gubuk yang terbuat dari bambu tersebut. Sementara, kedua anaknya sejak lama ada di tanah rantau di palembang dan pulau jawa, dengan kondisi kehidupan mereka juga tidak mampu.


Pantauan Helo Indonesia Lampung, Minggu (06/04/2025), kondisi rumah Minak Ibu cukup memprihatinkan dan hampir roboh. Terletak di Rt 03 Rw 03 di wilayah Tiyuh Panaragan, Kabupaten Tubaba. Dinding bambu dan genteng banyak yang bolong, sehingga ketika ada hujan angin kondisinya bocor. Bahkan bangunan sudah tampak miring ke arah kebelakang.

Kata Nenek, kedua anak saya itu sudah berkeluarga yang laki laki punya istri di palembang kerjanya juga buruh serabutan. Sementara yang perempuan turut suaminya di serang banten dengan kehidupan juga kurang mampu.

Karena itu, dirinya memutuskan untuk tinggal di Panaragan selama 9 tahun meski seorang diri, sebab dia tidak mau ikut dan menambah beban hidup anak anaknya yang juga ekonomi mereka terbilang tidak mampu.

“Selama Ini saya bertahan hidup untuk makan dan minum dari hasil kerja serabutan, tergantung rezeki yang diberikan oleh Allah, saya sudah pasrah, apalagi kondisi rumah ini sudah miring ke arah belakang, dan atapnya sudah banyak bocor” Terangnya Minak Ibu.

Kini wanita tua tersebut hanya dapat menumpukan harapannya kepada Pemerintah. Baik Pusat, Daerah, Kabupaten hingga Tiyuh.

“Sekitar 4 bulan lalu dari pemerintah Tiyuh Panaragan sudah pernah datang kerumah saya pak Edison, kata dia mau bantu, namun hingga kini belum ada kabar lagi, jika memang ada bantuan itu sangat saya harapkan,” Katanya.

Menanggapi itu Kepala Tiyuh Panaragan Edison, membenarkan terkait pengakuan Minak Ibu, jika pihak pemerintah Tiyuh sudah pernah melakukan pendataan atas kondisi rumahnya yang sudah tidak layak huni.

“Ya itu sudah pernah kita data beberapa bulan lalu, dan telah kita ajukan ke pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tubaba, hingga saat ini kita masih menunggu,” Imbuhnya. (Rohman)

Berita Terkini