Tukang Bersih Lapangan Sepak Bola Itu, Ternyata Kepala KUA Kecamatan

Rabu, 14 Mei 2025 08:46
Nurhamid, Kepala KUA Way Jepara Lampung Timur. Tujuh tahun lebih tanpa pamrih dan tanpa malu tukang bersihkan lapangan sepak bola di desanya.

MENGENAKAN baju kaos, celana pendek sederhana dan mengenakan sepatu boat serta sapu lidi dan karung kosong di tangan, Nurhamid (49) berjalan santai menuju lapangan hijau tak jauh dari rumahnya Desa Braja Sakti Kecamatan Way Jepara Lampung Timur.

Tiba di lapangan nan hijau, Nurhamid memulai aktifitas dengan menyapu saluran air atau drainase yang mengelilingi lapangan. Dengan tubuh sedikit membungkuk, pria berbadan ramping itu mengumpulkan segala sampah seperti plastik, botol bekas air mineral serta sampah lain yang tak jarang menumpuk di saluran air. Sampah-sampah itu lalu dimasukkan ke sebuah karung.

Satu jam lebih setelah saluran air bersih, Nurhamid melanjutkan bakti sosialnya dengan membersihkan lapangan. Tak heran, lapangan favorit Warga Way Jepara itu selalu bersih dan tampak hijau nan rapi.

Hebatnya, aksi bersih-bersih lapangan itu bukan sekedar iseng atau cari perhatian warga sekitar ataupun warga yang melintas. Tapi, Nurhamid telah melakoni aksi sosial itu sejak tujuh tahun silam.
"Bukan untuk cari perhatian orang banyak. Tapi,saya melakukannya untuk ibadah dan menjaga agar lapangan selalu bersih dan indah,"ujar Nurhamid di sepotong pagi.

Yang buat mencengangkan, Nurhamid bukanlah pamong desa atau pekerja harian atau buruh yang mendapat bayaran setelah membersihkan lapangan selama bertahun-tahun itu.

Nurhamid adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama RI. Dan hebatnya, saat ini pria yang telah menyandang predikat haji itu didapuk jadi Kepala Kementerian Agama atau Kepala KUA Kecamatan Way Jepara.
"Pangkat atau jabatan nggak lebih sebuah titipan. Yang paling bermakna, kita bisa berbuat apapun untuk kebaikan,"ujar Nurhamid sambil mengaiskan sapu lidi di tangan.

Ironisnya, meskipun sepanjang pagi membersihkan lapangan milik desa itu, tak satupun warga yang empati atau ikut serta bersihkan lapangan. Dan, mungkin karena sungkan, warga lebih memilih jalan lain menghindari sang Kepala KUA saat mengais sampah.
"Semua ini saya lakukan dengan senang hati. Soal warga yang lain, semua tergantung niat,"ujar Nurhamid ringan.

Bagi Nurhamid, tujuh tahun lebih membersihkan lapangan di jantung ibukota kecamatan itu merupakan sarana refresing bagi dirinya. Dengan aktifitas tanpa komando pimpinan apalagi berharap imbalan, menjadikan Nurhamid kian peduli dengan kebersihan lingkungan.
"Ini sebuah hiburan atau refresing bagi saya. Dan, nggak butuh pujian atau berharap imbalan dari pihak manapun,"tutur Nurhamid.

Penyandang gelar sarjana strata dua itu akan selalu rutin membersihkan lapangan desanya.Apalagi aktifitas tersebut dikerjakannya pagi buta, Dan hal itu tak mengganggu pekerjaan utama sebagai Kepala KUA.
"Waktu saya sangat luang. Dan, sangat tidak mengganggu kwrhaan urama saya," pungkas Nurhamid.

Sebuah apresiasi bagi Nurhamid yang tanpa malu, tanpa gengsi, tujuh tahun lebih berbuat untuk lingkungan yakni sepanjang pagi membersihkan lapangan sepak bola. Semoga aksi yang sangat bermanfaat ini jadi contoh warga sekitar dan menginspirasi Kepala KUA lainnya. Tanpa malu, tanpa canggung dan dengan penuh keikhlasan bisa berbuat kebaikan untuk lingkungan dan orang banyak. Pangkat, jabatan adalah titipan atau amanah. Demikian ujar Nurhamid.
(Khairuddin)

Berita Terkini