LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kabar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dibawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela (Mirza-Jihan) bakal bangun SMK Pertanian sumber APBD Lampung 2025 lokus di Kabupaten Lampung Timur, bakal genapi sejumlah SMK eksisting sejenis sebelumnya. Baik negeri pun swasta.
Seperti, SMK Negeri Sekolah Pertanian Pembangunan (SMKN SPP) Lampung Kabupaten Pesawaran, ber-NPSN 10814659, di Jl Lintas Sumatra KM 37 Desa Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, penyelenggara tiga jurusan kompetensi keahlian: Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Atau, SMKN SPP Lampung, SMK berbasis Revolusi Industri 4.0 di Jl Raya Hajimena KM 13,5 Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
SMKN yang bercikal bakal dari nama mula Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Daerah Provinsi Lampung dirian 1 Agustus 1965 berdasar SK Gubernur Lampung Nomor 68/G/III/B-V/65, lalu berubah nomenklatur jadi SPP Dati I Lampung status Diakui dari Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian Badan Pengembangan SDM Pertanian Deptan pada tahun 1986 ini, baru beroleh status Negeri bernomenklatur SPPN Lampung kelolaan Pemdaprov Lampung berdasar SK Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor 114/Kep/DL.210/10/2002 per 11 Oktober 2002.
Di mana ditetapkan SPPN ini jadi Koordinator SPPN/SPP swasta kabupaten/kota. Berturut, Kepala Badan lewat SK 53/Kpts/SM.110/7/03 tetapkan Prodi Perkebunan dan Nomor 59/Kpts/SM.110/7/03 tetapkan Prodi Tanaman Pangan dan Hortikultura, status Disamakan.
Saat SMK diampu Kementerian Pendidikan Nasional era 2004-2009, Menteri Pertanian dan Mendiknas teken MoU 31 Juli 2008 soal pembinaan pendidikan menengah kejuruan pada SPP. Tindak lanjut, sang Kepala Badan, Dirjen Manajemen Dikdasmen, dan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan teken MoU 5 November 2009 soal Penyelenggaraan Program Pendidikan Menengah Kejuruan Pertanian di SPP.
Pada 5 Februari 2010, Kepala Badan lewat SE 122/TU.220/J.2/2/2010 sebut, nomenklatur satuan pendidikan menengah kejuruan bidang pertanian pakai nama SMK Pertanian (SMK SPP), terapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan bagi siswa kelas III TP 2010/2011, koordinasi Dinas Pendidikan setempat ikutkan siswa SPP di Ujian Nasional sejalan surat Baluhbang SDM Pertanian 3 Desember 2009.
SMK-PP Negeri Lampung naungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung resmi diambil alih Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Pertanian Lampung sesuai Pergub Lampung 61/2014 tanggal 19 November 2014 soal Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja UPT SMK-PP pada Bakorluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan Lampung.
Peruncingan SKPD Pemprov Lampung 2017, SMK-PPN Lampung kembali dibina Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung sesuai Pergub 3/2017 tanggal 1 Februari 2017 soal Pembentukan, Organisasi Dan Tatakerja UPTD SMK-PPN Lampung.
Rezim berganti, adanya Permendikbud soal SMA/SMK harus dibawah Disdikbud Provinsi, SMK-PPN Lampung per 2019 pun demikian.
Selain itu, SMK SPP Lampung yang berdasar pendirian Permentan 67/OT.140/11/2007 soal Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan SPP, Surat Gubernur Lampung 520/4437/III.12/2014 tarikh 1 Oktober 2014 soal dukungan Pemprov bagi peningkatan kualitas dan eksistensi SMK-SPPN Lampung (rencana relokasi kampus ke eks lokasi SPMA lama seluas lebih dari 5,8 hektar), Permentan 62/RC.130/12/2015 soal Pedoman Pengelolaan dan Penyaluran Bantuan Pemerintah Lingkup Kementan 2016, SK Sekdaprov Lampung G/224/B.X/HK/2015 tanggal 5 Mei 2015 soal Penetapan Status Penggunaan BMD Pemprov Lampung.
Saat ini, SMK SPP Lampung juga mengampu tiga Jurusan Kompetensi Keahlian: Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ketiga Jurusan menujukan diri hasilkan lulusan kompeten dan dapat diserap dunia usaha dunia industri dunia kerja top DUDIKA relevan dengan program keahlian; lulusan yang memiliki etos kerja dan karakter profil Pelajar Pancasila; lulusan yang memiliki kemampuan bersaing profesional di dunia kerja, pendidikan, wirausaha; dan terjalin kerja sama instansi terkait bidang masing-masing.
Penelusuran terkait, terdapat pula paling sedikit 14 SMKN pun swasta di Lampung pengampu jurusan pertanian khususnya Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ada SMKN 1 Way Panji, Jl Raya Sidomakmur RT 9 RW 3 Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, NPSN 69979975, ampu Jurusan Teknik Elektronika Industri, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Ada, SMKN Pagelaran Utara, Jl Giriharjo 2 Pekon Fajar Mulia Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu, NPSN 69856262, ampu jurusan Bisnis Berani dan Pemasaran, serta Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ada SMKN 1 Batu Ketulis, Lintas Liwa, Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat, NPSN 69958330, pengampu Jurusan Bisnis Berani dan Pemasaran, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, serta Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ada SMKN 2 Metro, Jl Yos Sudarso Kelurahan Ganjarasri Kecamatan Metro Barat Kota Metro NPSN 10807613, ampu Jurusan Alat Mesin Pertanian, Kimia Industri, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik Pendinginan dan Tata Udara, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Perikanan Air Tawar, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Agribisnis Ternak Unggas.
Ada SMKN Unggul Terpadu Anak Tuha, NPSN 69824848 izin operasional 15 Desember 2011, Jl Sulusuban Anak Tuha 2 Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, pengampu Jurusan Teknik Energi Biomassa, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, dan Pertanian Ternak Ruminansia.
Ada SMKN 1 Penawartama, Jl Podang RT/RW 3/3 Kampung Tri Rejo Mulyo, Kecamatan Penawartama, Tulang Bawang, NPSN 69944348, pengampu Jurusan Multimedia, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ada SMKN Blambangan Umpu, Jl Ryacudu KM 6 Nomor 486 Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, NPSN 10806766, pengampu Jurusan Bahasa Indonesia: Multibahasa, Lembaga Akuntansi dan Keuangan, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, serta Teknik Komputer dan Jaringan, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ada SMKN 1 Negeri Besar, Jl Sudirman 2 Kampung Tegal Mukti Kecamatan Negeri Besar, Way Kanan, NPSN 10815033, ampu Jurusan Bahasa Indonesia: Multibahasa, dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, dan Agribisnis Tanaman Perkebunan.
Ada SMKN 1 Banjar Agung, Jl Poros Tridarma RT 5 RW 4, Kampung Tri Dharma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang, NPSN 69980578, pengampu Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Jajaran swasta, ada SMK Swasta Darussalam, RT 1 RW 1 Pekon Argomulyo, Kecamatan Sumberrejo, Tanggamus, NPSN 69970937, ampu Jurusan Bahasa Indonesia: Multibahasa selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ada SMK Islam Gayau Sakti, Jl Embung Giri Kencono RT 2 RW 1 Kampung Gayau Sakti, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, NPSN 69968185, pengampu Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Ada SMK Swasta Al Fajar Kasui, Jl Bukit Suling 1 Kelurahan Kasui Pasar Kecamatan Kasui, Way Kanan, NPSN 10806762, pengampu Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga, selain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Ada SMK Swasta Al Qodir, RT 1 RW 1, Pekon Batutegi Kecamatan Air Naningan Tanggamus NPSN 69971930; dan SMKS Darurrohman, Jl Kampung Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Barat, NPSN 69946913, sesama pengampu Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Bicara kehadiran negara utamanya soal duit, anggaran untuk SMK Pertanian di Indonesia tahun 2024 lalu yang turut bertransformasi sebagai bagian pagu anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, disetujui Komisi X DPR: Rp97.701.768.771.000, di antaranya anggaran membiayai pendanaan wajib termasuk pendanaan SMK di mana SMK Pertanian merupakan bagian dari itu. Lalu, dibreakdown menjadi anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain dialokasikan untuk pendanaan SMK termasuk SMK Pertanian, pemerintah juga sediakan program bantuan khusus SMK, seperti bantuan bagi SMK yang kembangkan Proyek Kreatif dan Kewirausahaan sebesar Rp12 miliar bagi 240 SMK.
Bertujuan, meningkatkan kualitas pendidikan, menumbuhkan karakter dan pengembangan kewirausahaan siswa SMK, dorong sekolah untuk selalu berinovasi mengembangkan produk kreatif yang tertarik pada wirausaha. Hasil diharapkan: berkembangnya kreativitas siswa mengembangkan proyek bernilai jual, dorong peningkatan siswa berwirausaha setelah lulus SMK dan meningkat.
Program Pengembangan Proyek Kreatif dan Kewirausahaan itu, satu dari lima program bantuan utama pada bidang Penjaminan Mutu Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penilaian untuk mewujudkan transformasi pendidikan SMK di Indonesia ke arah yang lebih baik sebagai bagian upaya percepatan transformasi pendidikan vokasi jenjang SMK, ampuan (saat itu masih) Direktorat SMK Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek.
Lainnya, Bantuan Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK, Bantuan Pembelajaran SMK Berbasis Industri, Bantuan SMK yang pelajari Pengajaran Berbasis Pabrik Reguler, dan Bantuan SMK yang pelajari Pengajaran Berbasis Pabrik dalam Rangka Pengimbasan.
Seperti penjelasan webinar sosialisasi program oleh Direktur SMK Ditjen Pendidikan Vokasi, Wardani Sugiyanto, 31 Januari 2024, guna pencapaian tiga kunci keberhasilan pendidikan vokasi, yakni: vokasi pendidikan akan efektif efisien bila penyelenggaraannya merupakan replikasi industri yang terus pemerintah sasar agar tiap satuan pendidikan memiliki replika pembelajaran berbasis industri berbentuk teaching factory (Tefa).
Kedua, vokasi pendidikan akan efektif efisien apabila diajar guru profesional bidang, dari itu guru vokasi terus di-upskilling dan reskilling oleh unit UPT Ditjen Pendidikan Vokasi agar guru SMK dapat meningkatkan kemampuan dan kembangkan potensi sesuai bidang pun termasuk diarahkan kembangkan vokasi guru selama 6 bulan hingga 1 tahun di luar negeri.
Ketiga, penyelenggaraan pendidikan vokasi harus serius termasuk lewat upaya mencari kelengkapan melalui Matching Fund, pembiayaan pemerintah pusat dan daerah.
Setiap SMK apalagi SMK penerima program SMK Pusat Keunggulan dan SMK lainnya yang telah memasuki proses pengembangan keunggulannya dalam kegiatan Tefa harus memperkokohnya. Penguatan Tefa diproyeksi untuk praktik kerja lapangan siswa, bertahap di 2025—2029, dengan target lima tahun 50% siswa PKL telah dibingkai program Tefa.
Program bidang ini lainnya, yakni Bantuan Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK dan Bantuan Pembelajaran SMK Berbasis Industri, diberikan guna jamin lulusan SMK untuk dapat diakui dunia kerja dalam luar negeri. Program menyasar 85 ribu siswa berpagu anggaran Rp42,5 miliar ini diharapkan meningkatkan jumlah siswa dan lulusan SMK tersertifikasi sesuai konsentrasi keahlian masing-masing.
Bantuan Pembelajaran SMK Berbasis Industri diberikan untuk sediakan model pembelajaran dirancang bersama DUDIKA guna memuat kompetensi khusus lulusan SMK, dengan sasaran 25 SMK anggaran Rp2,5 miliar.
Bantuan SMK yang kembangkan Pengajaran Berbasis Pabrik Reguler diberikan guna mengawali atau mengembangkan pengajaran berbasis Tefa hingga hasilkan perangkat ajar pengajaran berbasis pabrik, terselenggaranya model pembelajaran project based learning, mampu hasilkan barang/jasa yang dapat diserap dunia kerja, sasarannya 25 SMK dengan total anggaran Rp7,5 miliar.
Beda program sebelumnya, Program Bantuan SMK yang menyebarkan Pengajaran Berbasis Pabrik dalam Rangka Pengimbasan, ditujukan untuk SMK pelaksana program SMK PK atau SMK yang telah laksanakan pengembangan pengajaran berbasis Tefa. Kriteria dimaksud yaitu SMK yang berproduksi aktif, beromzet cukup stabil dan ingin meningkatkan layanan pengajaran berbasis pabrik. Anggarannya Rp265 miliar untuk 265 SMK.
Sebagai informasi, SMK PPN Tanjungsari, di Jl Bandung-Sumedang KM 29 Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dirian 1913 silam, selain fokus pendidikan bidang pertanian dan peternakan, juga merupakan SMK Pertanian pilot project kurikulum kopi. Siswa belajar dari proses tanam hingga seduh kopi.
Cek data BPS 2024, kini ada 497 SMK dibawah naungan (kini) Kemendikdasmen baik penuh maupun bersama, di Lampung. Meliputi 111 SMK negeri, 386 SMK swasta. Data 2023, dengan 4.848 guru SMK negeri, 5.708 guru SMK swasta. Pada 2023, total murid 150.736, terdiri 68.999 murid SMK negeri, 81.737 murid SMK swasta.
Kini telah lazim, SMK terhubung erat gotong royong sinergi kolaborasi dengan ekosistem heksaheliks-nya: melibatkan sedikitnya enam pihak pengampu kebijakan dan pemangku kepentingan, seperti pemerintah, akademisi, dunia usaha dunia industri dunia kerja atau DUDIKA, komunitas masyarakat, media massa, dan lembaga nirlaba, serta lainnya.
Kurikulum yang 'injak bumi' membumi, sama sekali tepat bin relevan binti mutakhir, serta mangkus dan sangkil dalam keterjangkauan memenuhi selera pasar kerja dan peluang usaha, kini bukan lagi tuntutan dogma. Ia telah manifes menjadi kebutuhan utama.
Bukan salah bunda mengandung, andai masih saja ditemui dan ditemukenali adanya SMK yang masih kembang kempis Senin-Kamis bahkan ekstremnya: hingga menjerit ulah minim peminatan calon siswa, ulah jomplang kurikulum yang kurang ranum dengan gairah bursa kerja bursa usaha yang haus aroma.
Allah tidak tidur, negara terus hadir, unsur heksaheliks juga terus mondar-mandir, dan subyek utama: para lulusan SMP/MTs atau sederajat calon siswa SMK juga semakin banyak yang sadar, profesi petani milenial petani zilenial di masa depan juga bakal jadi profesi mahal. Apatah lagi di era kini, di era semua berjejaring demi tumbuh massal dan telah membuang jauh-jauh kata 'jual mahal'.
Buat adik-adik lulusan SMP/MTs di Lampung, sebagai informasi, SMK SPP Lampung yang berkampus di Hajimena, termasuk salah satu SMK Pertanian yang paling kerap direview berbagai media massa arus utama. SMK Bisa!, SMK Hebat!, kenapa tidak? (Muzzamil)