HELOINDONESIA.COM - Intelligence Quotient (IQ) sering digunakan sebagai indikator kemampuan kognitif, termasuk kemampuan berpikir logis, memproses informasi, memori, dan penyelesaian masalah.
Skor IQ individu diperoleh melalui serangkaian tes standar. Rata-rata skor IQ suatu negara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kualitas pendidikan, akses kesehatan, nutrisi, hingga metode penelitian yang digunakan.
Muncul perdebatan mengenai angka rata-rata IQ penduduk Indonesia. Salah satu angka yang dikutip dari studi tahun 2019 oleh Richard Lynn dan David Becker yang dipublikasikan dalam buku ‘The Intelligence of Nations’ adalah 78,49.
Studi ini merangkum data dari penelitian-penelitian sebelumnya yang dilakukan antara tahun 1999 hingga 2015. Dalam laporan tersebut, Jepang, Taiwan, dan Singapura menempati posisi teratas dengan skor rata-rata di atas 100.
Namun, penting dicatat bahwa data yang digunakan dalam studi Lynn dan Becker relatif lama. Sejak 2015, Indonesia telah mengalami berbagai perubahan, termasuk peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan perbaikan gizi, yang berpotensi meningkatkan rata-rata IQ masyarakat.
Data yang lebih baru, seperti survei dari platform International IQ Test yang diperbarui per 1 Januari 2024, menunjukkan angka berbeda.
Berdasarkan partisipasi lebih dari 154 ribu orang Indonesia pada tahun 2023, rata-rata IQ tercatat sebesar 92,64. Dalam pemeringkatan situs tersebut, Indonesia berada di posisi ke-95 dari negara-negara yang disurvei.
Faktor Penentu Rata-rata IQ Nasional
Perbedaan rata-rata IQ antarnegara tidak terjadi tanpa sebab. Beberapa faktor kunci yang mempengaruhinya antara lain:
- Kesehatan: Tingkat penyakit menular yang tinggi dalam suatu populasi berkorelasi dengan rata-rata IQ yang lebih rendah, karena penyakit dapat berdampak negatif pada perkembangan kognitif (Studi, Proceedings of The Royal Society Biological Science, 2010).
- Gizi: Asupan nutrisi dan kebiasaan makan yang baik pada masa kanak-kanak terbukti berhubungan positif dengan skor IQ (Studi, Journal of Health, Population and Nutrition, 2024).
- Aktivitas Intelektual: Keterlibatan rutin dalam kegiatan yang merangsang otak, seperti bermain catur atau kemampuan bilingual (menguasai lebih dari satu bahasa), dapat meningkatkan skor IQ (Studi, Children, 2022; Studi 1962).
- Genetika: Faktor keturunan juga memainkan peran signifikan, diperkirakan menyumbang antara 50 hingga 80 persen pengaruh terhadap IQ individu (Studi, Twin Research and Human Genetics, 2013).
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa angka rata-rata IQ 78,49 kemungkinan besar sudah tidak relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, mengingat data tersebut berasal dari periode yang lebih lampau.
Meskipun data yang lebih baru menunjukkan angka yang lebih tinggi, upaya kolektif tetap diperlukan. Peningkatan rata-rata IQ suatu bangsa erat kaitannya dengan perbaikan sistem kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, serta dorongan terhadap aktivitas intelektual yang merangsang bagi warganya.
