Helo Indonesia

Panen Ikan Cepat, Untung Maksimal Pakai Probiotik RABAL, Periset Akuakultur BRIN Ungkap Temuan Bermanfaat Bagi Pembudidaya

M. Haikal - Teknologi -> Sains
Rabu, 5 Juli 2023 22:58
    Bagikan  
Probiotik RABAL,
Foto: tangkapan layar

Probiotik RABAL, - Probiotik RABAL memberikan banyak manfaat kepada para pembudidaya ikan air tawar.

HELOINDONESIA.COM - Minat penggunaan probiotik dalam berbudidaya ikan makin meluas.

Sebab, dipercaya bahwa probiotik ini memberikan banyak manfaat dan cara praktis beternak mahluk air tawar. 

undefined

Probiotik secara umum merupakan mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk manusia maupun mahluk hidup lainnya.

Banyak probiotik pabrikan yang beredar di pasaran. Dijual dalam beragam jenis dan merek. Para pembudidaya tetap menyebutnya probiotik.

Baca juga: Rutin Minum Air Kayu Manis, Sakit Gigi Hilang, Jerawat pun Minggat

Namun yang menjadi trending di kalangan pembudidaya mahluk air dalam tiga tahun belakangan ini adalah  probiotik RABAL.

Beberapa pembudidaya merasakan manfaat penggunaan RABAL dalam membantu beternak ikan air tawar agar menjadi lebih mudah dan praktis.

Bahkan di antara pembudidaya mengakui bahwa menggunakan RABAL memberikan keuntungan lebih. Selain menghemat penggunaan air, ikan pun menjadi lebih sehat.

Selain itu RABAL dinilai memberikan kontribusi dalam mempercepat masa panen dengan tingkat kematian ikan yang sangat minim. 

Baca juga: Awalnya Hanya untuk Obati Gigitan Ular, Usai Diteliti Daun Sage Ternyata Bisa Obati Banyak Penyakit

Sehingga, para pembudidaya ikan merasakan keuntungan lebih meningkat ketimbang sebelum menggunakan RABAL.

Lantas, apa itu RABAL dan apa pula kelebihannya?

Singkatan dari Ragi dan Bakteri Asam Laktat, RABAL merupakan hasil temuan Ibnu Sahidhir, seorang Periset Akuakultur, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia.

Kepada Heloindonesia, Ibnu Sahidhir memaparkan tentang temuannya dan beragam manfaat yang didapat dalam penggunaan RABAL.

Baca juga: Setelah Kerja Kembali di KPK, Brigjen Endar Priantoro Sebut-sebut Nama Jokowi dan Tokoh PDIP

Salah satu unsur RABAL, yakni ragi atau khamir adalah mikroba dari golongan jamur-jamuran bersel tunggal yang sering dipakai dalam pembuatan roti dan minuman beralkohol. 

Kandungan beta glukan yang menyusun dinding sel ragi dikenal sangat bermanfaat dalam meningkatkan respon imunitas. 

Sedangkan bakteri asam laktat merupakan kelompok bakteri yang sering dipakai dalam fermentasi susu, terasi, dan pengawetan makanan secara alami lainnya.

Fermentasi ini menghasilkan senyawa peptide antimikroba dan hidrogen peroksida yang menekan mikroba pembusuk. 

Baca juga: Tragedi, 7 Tewas dan 2 Kritis Jatuh dari Lift Sekolah Elite Az Zahra

Kedua kelompok mikroba tersebut menjadi komunitas alami yang tumbuh bersama dan muncul secara alami dari buah-buahan dalam kondisi lingkungan asam lemah dalam jangka waktu lama. 

Komunitas wild strain tersebut telah dikembangkan dengan media sederhana dan diujicobakan untuk berbagai komoditas budidaya perairan dengan hasil yang positif. 

Jenis biota yang menunjukkan respon positif di antaranya adalah udang windu, udang pisang, udang vaname, udang galah, kakap putih, nila, dan lele. 

Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya dari Presiden Jokowi pada tahun 2019 ini mengungkapkan, sejak diperkenalkan ke pembudidaya ikan secara luas, RABAL langsung banyak diminati.

Baca juga: Tanggapan Kejagung Soal Pengembalian Uang Rp 27 Milyar ke Kuasa Hukum Irwan Hermawan

Ibnu Sahidhir diberi penghargaan saat itu oleh Jokowi sebagai Perekayasa Muda pada  BPBAP Ujung Batee, Aceh  atas Pemasyarakatan Teknologi Fermentasi dalam Akuakultur secara online dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya.

Menurut Ibnu Sahidhir, RABAL asli yang pertama dikembangkannya diberi istilah khusus 'original' oleh karena itu disebut Probiotik Rabal Original (PRO).  

Dalam perjalanannya, permintaan masyarakat cukup tinggi. Sayangnya ia mengaku sempat  kesulitan untuk mendistribusikannya ke pembudidaya ikan yang berminat di seluruh pelosok nusantara. 

Oleh karena itu, Ibnu Sahidhir mengembangkan probiotik yang mendekati karakter RABAL, yakni menggunakan ragi tape/roti (Saccharomyces Cereviseae) dan Lactobacillus Casei (Yakult). 

Baca juga: Tanggapan Kejagung Soal Pengembalian Uang Rp 27 Milyar ke Kuasa Hukum Irwan Hermawan

Walaupun keduanya tidak tumbuh bersama dari awal mulanya dan tidak membentuk komunitas yang tumbuh secara alami, namun respon pembudidaya sebagian besar adalah positif. 

"Karena Rabal tiruan ini digunakan pada masa-masa paling awal maka diberikan istilah 'classic' dan produknya disebut sebagai Probiotik RABAL Classic (PRC)," jelasnya. 

PRC yang dikenalkan kepada masyarakat inilah yang kemudian booming. Sebab, PRC dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

Dengan bahan berupa air kelapa tua, gula merah atau aren, yaqult, ragi tape dan air mineral, pembudidaya bisa meraciknya sendiri mengikuti petunjuk yang diberikan Ibnu Sahidhir.

Baca juga: Mark Zuckerberg Siap Luncurkan Threads Sebagai Pesaing Twitter Milik Elon Musk

Selain pemakaian PRC yang semakin meluas, pengguna PRO juga berkembang dan dibantu distribusinya oleh pembudidaya. 

"Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Mas Ismail dan Pak Arie dari Banda Aceh," ucap Ibnu Sahidhir menyapa kedua sahabatnya di Aceh yang banyak membantunya saat menciptakan RABAL.

Menurutnya, sampai saat ini pengguna RABAL telah mencapai 23 provinsi. 

"Beberapa kendala non-teknis muncul sehingga produksi dan distribusi dihentikan sementara," ucapnya. 

Namun dengan meningkatnya permintaan internal fans RABAL dan keinginan untuk memperbaiki kualitas, maka dikembangkan produk baru dengan menambahkan media kultur yang lebih bernutrisi dengan kandungan antioksidan tinggi. 

Baca juga: Setelah Tilang ETLE Tak Berlaku, Hanya Polantas Bersertifikat Yang Bisa Menilang Manual

"Karena hanya diperuntukkan bagi kalangan internal, maka produk baru ini diberi istilah 'exclusive', dan probiotiknya disebut Probiotik RABAL Exclusive (PRE)," jelasnya. 

Kemudian, karena perpindahan tempat kerja, produk RABAL dimodifikasi kembali melalui kerjasama dengan perusahaan swasta. 

"Produk baru yang menggabungkan konsep PRO dan PRE ini menghasilkan produk JXN," terangnya. 

Ibnu Sahidhir menjelaskan, JXN juga hanya dibuat sesuai permintaan fans RABAL tanpa promosi penjualan. 

Baca juga: Pesan Sabu lewat WhatsApp, Pria di Purbalingga Dicokok Polisi

Namun, produksi dan distribusi JXN juga terhambat oleh kondisi personel dan waktu, serta  terkendala oleh bisnis di bidang lain. 

"Mengingat masih banyaknya penggemar yang membutuhkan produk ini, di masa depan RABAL akan diproduksi kembali dengan kualitas yang lebih baik dan mungkin dengan menggunakan merek baru," tandas Ibnu Sahidhir.