Helo Indonesia

Studi: Kesehatan Gigi yang Buruk Dapat Menyebabkan Penyusutan Otak yang Mempengaruhi Daya Ingat

Syahroni - Teknologi -> Sains
Sabtu, 8 Juli 2023 21:03
    Bagikan  
Ilustrasi
pixabay/ jarmoluk

Ilustrasi - Studi menemukan kaitan antara kesehatan gigi yang buruk dan masalah penysutan otak.

HELOINDONESIA.COM - Kebersihan mulut yang buruk tidak hanya dapat membuat Anda rentan terhadap gigi berlubang dan penyakit gusi, tetapi juga dapat meningkatkan risiko banyak masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Sekarang, sebuah studi baru oleh para peneliti Jepang telah mengaitkan kesehatan gigi yang buruk dengan penurunan volume otak. Temuan ini menunjukkan bahwa merawat gigi kita dengan baik penting untuk kesehatan otak yang lebih baik.

Para peneliti di Universitas Tohoku di Sendai, Jepang, menemukan penyakit gusi dan kehilangan gigi berhubungan dengan penyusutan otak di hippocampus, yang berperan dalam ingatan dan penyakit Alzheimer. Apakah itu berarti penyakit gusi atau gigi tanggal dapat menyebabkan penyakit Alzheimer? Studi tidak mengkonfirmasi itu, Mereka hanya hanya menunjukkan hubungan.

Baca juga: Rutin Minum Air Kayu Manis, Sakit Gigi Hilang, Jerawat pun Minggat

Laporan penelitian ini diterbitkan dalam edisi online Neurology, jurnal medis dari American Academy of Neurology.

Bisakah kesehatan gigi yang buruk berkontribusi pada demensia?

Karena kehilangan gigi dan penyakit gusi adalah masalah yang sangat umum, para peneliti Universitas Tohoku merasa penting untuk mengevaluasi apakah kondisi ini berperan dalam demensia, yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Mereka memang menemukan bahwa kehilangan gigi dan penyakit gusi terkait dengan penyusutan area otak yang mengontrol daya pikir dan ingatan.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti melakukan pemeriksaan gigi, tes memori dan scan otak dari 172 peserta (usia rata-rata 67 tahun), pada awal penelitian dan lagi setelah empat tahun. Tak satu pun dari peserta memiliki masalah memori pada awal penelitian.

Baca juga: Mau Ikutan Perawatan Gigi DIY Ala TikTok? Perhatikan Hal-hal Penting Berikut Ini Dulu Yah

Ketika mereka membandingkan hasil tes yang diambil pada awal studi dan empat tahun kemudian, mereka menemukan hubungan antara kehilangan gigi dan penyakit gusi dan perubahan pada hippocampus kiri otak.

Tingkat penyusutan otak yang lebih cepat di hippocampus kiri diamati pada orang dengan penyakit gusi ringan yang memiliki gigi lebih sedikit (setara dengan hampir satu tahun penuaan otak) dan mereka dengan penyakit gusi parah yang memiliki lebih banyak gigi (setara dengan 1,3 tahun penuaan otak). .

Penting untuk menjaga kesehatan gigi dan tidak hanya mempertahankan gigi, catat penulis studi, Satoshi Yamaguchi dilansir dari Healrh Site.