LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ada empat karya instalasi di Pameran Seni Rupa "Pamer Pamor", Gedung DKL, PKOR Wayhalim, Kota Bandarlampung, 29 Nov hingga 4 Des 2025. Keempat karya instalasi mengutamakan kwalitas, bukan kwantitas.
Keempat karya instalasi: Retak karya Dewa Nizar, Siapa Kita karya Ari Susiwa Manangisi, The Dialogue karya kolaborasi Alif Priyono dan Nizar, Bermuara ke Tanah Sumatera karya kreatif kolaborasi "art corner."
Retak karya Dewa Nizar menceritakan tentang harmonisasi kehidupan, susah senang namun akhirnya tidak ada yang kekal dan abadi suatu saat akan terbelah menjadi dua bagian Retak dan terpisah.
Ari Susiwa Manangisi menampilkan karya instalasi, Siapa Kita? Ujar Ari Susiwa Manangisi” pengauan itu seharusnya muncul dari opini masyarakat luas. Bukan dari bunyi dada yang ditepuk.
Pamor harus bukan dikandang sendiri tapi tunjukan pamor itu kepada halayak agar supaya mendapatkan cahaya Mutiara itu muncul di kedalaman lautan.
Kolaborasi Alif Priyono dan Nizar membahasakan bahasa interaksi/ komunikasi kolaborasi antara hitam dan putih dengan lintasan benang, dengan judul “The Dialogue”.
Sementara kerja-kerja kreatif kolaborasi art corner, muncul dengan judul Bermuara ke Tanah Sumatera, mereka bercerita tentang dekolonisasi dengan pesan transmigrasi dizaman kolonialisasi pada era tahun 1900 an.
Karya-karya instalasi tersebut terpresentasi dan terkemas dan perhelatan Pameran Seni Ruap “ Pamer Pamor” yang kawal oleh Sanggar Seni Lampung Ornament, Kerjasama Komite Dewan Kesenian Lampung.
Panitia pelaksana damsi Tarmizi mengungkapkan” pameran ini merupakan pameran lintas generasi, kurasi karya yang dilaksanakn beberapa hari lalu dan diputuskan 46 karya seni, 43 karya Lukis dan 4 karya instalasi dan semua karya terlihat pamornya” ungkapnya’.
Ketua Komite Seni Rupa DKL Sapto Wibowo menambahkan pameran kali ini mengutamakan kwalitas karya bukan kwantitas. Bahkan, panitia mengundang perupa dari luar Lampung, seperti, Kalimantan Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Jambi, dan Bengkulu.
David sebagai kurator pameran menjelaskan” karya-karya yang sedang dipamerankan cukup seimbang, mulai dari karya-karya kontemporer, realisme, naturalisme, instalasi, dan kekinian/pop art, mulai dari pelukis professional hingga pelukis muda semua. (RlsHBM)
