Helo Indonesia

Merawat Tradisi Lewat Aksi: Festival Unen-Unen Rembang Genjot Regenerasi Seniman

Minggu, 27 September 2026 11:34
    Bagikan  
Merawat Tradisi Lewat Aksi: Festival Unen-Unen Rembang Genjot Regenerasi Seniman

Festival Unen-Unen di Rembang untuk regenerasi seniman

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Ratusan warga memadati Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Sabtu (26/9/2026), untuk menyaksikan Festival Unen-Unen yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai kesenian sekaligus sarana mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda.

Sejak siang, anak-anak mengikuti kegiatan belajar mewarnai yang menjadi bagian dari rangkaian festival. Sekitar 100 pelajar SD terlibat dalam kegiatan edukasi tersebut, sementara pengunjung juga dapat melihat pameran seni tanah gerak.

Baca juga: Jelang Porwanas 2027, Atlet PWI Lampung Adu Kekuatan dengan Atlet Drach3n

Memasuki malam hari, suasana festival semakin ramai dengan berbagai pertunjukan kesenian. Penonton disuguhi barongsai dan leang-leong, Barongan Ndas Papat, Unen-Unen Rengel hingga geguritan.

Nuansa tradisional juga hadir melalui berbagai makanan dan minuman yang disediakan selama kegiatan berlangsung. Pengunjung dapat menikmati kacang, telo godhok hingga kopi lelet sembari menyaksikan pertunjukan.

Plt Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengatakan Festival Unen-Unen merupakan bagian dari kegiatan pementasan kesenian dan kebudayaan daerah. Nama Unen-Unen sengaja dipilih untuk menimbulkan rasa penasaran masyarakat terhadap isi festival.

“Memang kita brand judulnya Festival Unen-Unen agar lebih menimbulkan rasa penasaran masyarakat. Festival Unen-Unen itu apa? Nah, inilah Festival Unen-Unen, menampilkan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Menurut Isti, festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat regenerasi pelaku seni di Kabupaten Rembang. Karena itu, pelajar dari berbagai jenjang dan latar belakang sekolah dilibatkan dalam kegiatan kebudayaan.

Sebelumnya, Dinbudpar menggelar Rembangan Fest yang melibatkan sekitar 100 pelajar SMP. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi membuat wayang berbahan jerami sekaligus menikmati pertunjukan kesenian.

Baca juga: Pizza & Mix Platter, Menu yang Pas Buat Seru-seruan Bareng Teman-teman

Sementara Festival Unen-Unen menyasar pelajar SD dengan kegiatan edukasi teknik mewarnai. Dinbudpar juga melibatkan siswa dari SD dan SMP negeri maupun swasta serta sekolah di bawah Kementerian Agama.

“Kita rangkul semua agar regenerasi kita lebih cepat. Di SMP kemarin ada 100 siswa dan hari ini SD juga 100 siswa,” kata Isti.

Festival Unen-Unen juga memberikan ruang bagi kesenian barongsai untuk tampil di hadapan masyarakat Rembang. Salah seorang pemain barongsai, Stephen, mengaku senang dapat tampil bersama timnya dan kelompok seni lainnya.

“Harapan saya barongsai semakin lama semakin maju dan rakyat semua bisa lihat barongsai tersebut. Semoga event-event seperti ini bisa lancar, terus maju, sering-sering supaya jadi hiburan bagi rakyat,” ujarnya.

Salah seorang penonton, Wisnu, warga Desa Kabongan Kidul, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Unen-Unen. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah bagi seniman sekaligus memperkenalkan kesenian yang belum banyak diketahui masyarakat.

“Seperti tadi ada pertunjukan Barongan Ndas Papat yang tidak banyak orang tahu. Bahkan seperti musik yang relaxing seperti ini bisa memberikan wawasan yang lebih bagi masyarakat Rembang,” ungkapnya.

Wisnu menilai pertunjukan seni juga dapat menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman. Terlebih, festival tersebut dapat dinikmati masyarakat secara gratis. (Aji)