HELOINDONESIA.COM - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti, dengan pengalaman di Inggris setelah bertugas di Chelsea dan Everton, sangat kritis terhadap persepakbolaan di Spanyol. Ancelotti lantas melakukan perbandingan antara Liga Inggris dan LaLiga di Spanyol.
Dalam hal ini Ancelotti mengkritisi rasisme di sepak bola Spanyol dan menggunakan kompetisi Inggris sebagai contoh perbandingan. Sang pelatih sangat terdorong atas perlakuan yang didapat pemainnya, yakni Vinicius di Stadion Mestala, dia mendapat perlakuan resis.
Dia memusatkan seluruh ucapannya pada perang melawan kejahatan rasial di dunia sepak bola dan memuji kerja bagus Liga Premier (Liga Inggris), yang mengambil tindakan drastis beberapa waktu lalu dan sekarang dapat menikmati hasilnya di semua lapangan sepak bola.
Ini adalah liga yang sehat dari dalam, yang menghormati para pesepakbola dan telah meninggalkan pemandangan yang disesalkan seperti yang dialami Vinicius di Mestalla.
Baca juga: Cak Imin Usulkan Dana Desa Rp5 Miliar, Katanya Karena Pengelolaan Dana Desa Sudah Sukses
"Mengutuk saja tidak cukup, kami mulai mengutuk sejak lama, tetapi setelah mengutuk Anda harus bertindak dan belum ada tindakan untuk mengakhiri masalah ini," kata Ancelotti.
βIni masalah rasisme dan penghinaan. Ada negara di mana mereka tidak menghina Anda.β
"Di Inggris mereka tidak menghina Anda karena mereka telah memecahkan masalah ini sejak lama ketika pada 1985 tim-tim Inggris dilarang mengikuti kompetisi Eropa selama lima tahun.
Ancelotti menegaskan, ada beberapa kasus rasisme di sana, tapi tidak ada penghinaan. Sedemikian rupa sehingga tidak ada polisi di pertandingan Liga Inggris. Ancelotti menegaskan di Spanyol sepertinya akan perang.
"Di sini sepertinya akan berperang. Anda memiliki sebuah van di depan Anda, satu lagi di belakang, satu lagi di samping. Apa ini?β tandas Ancelloti.
"Untungnya di Inggris mereka mengambil tindakan yang sangat drastis dan menyelesaikannya,β katanya. (*)
(Winoto Anung)
