Helo Indonesia

Kudus Juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars, Timo: Cara Bermain Tim Ini Bisa Jadi Template Daerah Lain

Minggu, 26 Januari 2025 21:16
    Bagikan  
Kudus Juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars, Timo: Cara Bermain Tim Ini Bisa Jadi Template Daerah Lain

Para pemain All-Stars Kudus saat melakukan selebrasi bersama trofi juara MLSC All-Stars

KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Tim sepak bola putri Kudus meraih sukses ganda dalam Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars. Selain menggapai gelar juara, dua pemainnya yaitu Asyifa Sholawa Fahrizi dinobatkan sebagai Best Player, sedangkan penjaga gawang Alya Putri Ariyanto menjadi Best Goalkeeper.

Dalam babak final yang berlangsung ketat, Minggu 26 Januari 2025, tim All-Stars Kudus tampil impresif dengan mengalahkan Solo dengan skor 1-0. Gol tunggal penentu kemenangan Kudus dilesakkan pemain pilarnya Asyifa menit 26 menit setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Baca juga: Tanpa Kekalahan, Popsivo Polwan Juara Putaran Pertama Proliga 2025

Sebelumnya, dalam perebutan juara ketiga, Surabaya mampu menumbangkan Jakarta dengan skor 2-1. Pada pertandingan ini, pemain asal Papua, Kesya AM Nian menjadi penentu kemenangan timnya, dan mengantarkan dia sebagai Top Scorer MLSC All-Stars dengan empat gol.

Duel final Kudus vs Solo terbilang istimewa. Pasalnya, laga puncak ini disaksikan Pelatih Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki yang mengantarkan Timnas menjuarai Piala AFF Putri 2025. Tiga pemain timnas yaitu Shafira Ika Putri, Claudia Scheneumann, dan Sheva Imut juga hadir sebagai tamu VIP.

Tampil di hadapan publiknya, Kudus yang menjadi tuan rumah tampil taktis dan mendominasi permainan. Sebaliknya, Solo yang tampil sebagai kuda hitam berusaha mengimbanginya.

Baca juga: Petani Menangis, Singkong Mulai Busuk Tak Dibeli Lapak dan Pabrik

Beberapa kali upaya yang dilakukan Asyifa dkk menusuk pertahanan Solo, namun tak berbuah gol. Baru di babak kedua, beberapa menit sebelum laga berakhir, Asyifa yang bergerak leluasa di mulut gawang Solo mampu memanfaat bola liar dan sepakannya merobek jala Solo.

Pelatih All-Stars Kudus Yayat Hidayat mengaku bersyukur Asyifa dkk berhasil  memenangi pertandingan final. Pelatih yang pernah menangani Akademi PSIS itu mengakui, di babak pertama, pasukannya sedikit nervous dan ada miskomunikasi.

‘’Kami juga  kurang warming up. Tapi di babak kedua, anak-anak sudah berkembang dan main bisa enjoy dan akhirnya mencetak gol. Saya melihat Solo tim bagus dan kokoh dalam pertahanan,’’ ujar Yayat..

 Talent Scouting Milklife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengaku senang dengan tampilnya Kudus menjadi juara. Pasalnya, Kudus adalah tim yang sudah lama mempersiapkan diri menghadapi MLSC.

‘’Kudus juara memberikan kita pelajaran, bahwa persiapan tim adalah segalanya. Lihat, cara bermain Kudus berbeda dengan tim yang lain. Saya rasa cara pemain Kudus ini bisa menjadi template, menjadi acuan bagi daerah lain,’’ kata pelatih yang pernah menjadi juru racik timnas putri untuk SEA Games 2009 ini. (Aji)