LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- - Elemen masyarakat sipil Tanah Air turut merespons kabar melegakan hasil negosiasi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Apple.
Klimaksnya dengan disetujuinya proposal investasi baru Apple di Indonesia 2025-2028 dan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) komitmen investasi Apple 2023-2029 antara Kemenperin dan Apple di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Elemen mengapresiasi hasil lobi alot sejak lima bulan silam tersebut, berharap selain menimbulkan efek getok tular bagi komitmen investasi senada raksasa teknologi manca lainnya, juga bakal memperluas penciptaan lapangan kerja baru penyerap tenaga kerja lokal, serta mampu jaring peluang turunan kerja sama baru dengan investor raksasa teknologi serumpun.
Ketua Badan Pekerja Center for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS) Muzzamil menyebut, progres kesepakatan Pemerintah RI dan Apple ini notabene segarkan kembali asa kolektif anak bangsa terutama terkait pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Apresiasi kami berikan buat Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Wamenperin Faisol Riza, dan jajaran Kemenperin atas capaian ini. Juga pihak Apple sendiri. Allah tidak tidur. Jika boleh diistilahkan ini baru 'apple to apple' namanya," ujar Muzzamil, siaran persnya di Bandarlampung, Kamis (27/2/2025).
"Jujur, kami sempat kecil hati soal tarik ulur ketaatan kewajiban TKDN ini. Tetapi dengan terang benderangnya kesepakatan ini, kami jadi pulih keyakinan. Bahwa negeri sebesar Indonesia bukan cuma melulu negara pasar. Tapi juga siap lahir batin all in, all out, jadi negara produsen. Segala kekurangan, toh, negara juga harus terus berbenah dan hadir perbaiki. Patut didukung," imbuh dia.
Muzzamil meletakkan dukungannya bukan saja lantaran kesepakatan yang sekaligus penanda iPhone 16 series direstui beredar di Indonesia usai sebelumnya dilarang untuk diperjualbelikan di Tanah Air sebab Apple belum memenuhi komitmen investasi sebagai syarat mendapat sertifikasi TKDN.
"Namun, selain upaya kuat penegakan hukum nasional kita sebagai negara yang berdaulat, kami juga turut melihat ada perkuatan cara pandang Apple terhadap afirmasi dukungan alih teknologi miliknya dan prospektus masa depan produknya di Indonesia jauh kedepan. Indonesia ialah raksasa baru ekonomi global. Spiritnya kian sama. Kerja sama teknologi yes, penjajahan teknologi no. Semoga ini ada efek getok tular bagi raksasa teknologi lainnya untuk menempuh komitmen yang sama. Minimal setara Apple di Indonesia," lugas dia.
Seperti diketahui, konferensi pers Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu, mengafirmasi, Kemenperin menyetujui rencana investasi inovasi Apple 2025-2028.
Kemenperin juga mengapresiasi komitmen Apple, yang dibuktikan dengan kesediaannya menandatangani MoU komitmen investasi 2023-2029. "Kemenperin memastikan hasil perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Apple menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi Indonesia," tegas Agus.
Diketahui, Apple melunasi sisa kewajiban realisasi investasi periode 2020-2023 yang seharusnya jatuh tempo Juni 2023 sebesar USD10 juta atau Rp163 miliar pada Desember 2024 lalu. Imbas belum lunas saat itu, iPhone 16 series dilarang dijual di Indonesia, lantaran sertifikat TKDNnya telah kadaluwarsa.
Dari tiga skema demi memenuhi kewajiban dapatkan sertifikat TKDN yakni; (1) Skema Manufaktur, perusahaan harus memproduksi barang di dalam negeri RI; (2) Skema Aplikasi, perusahaan harus membangun aplikasi yang digunakan untuk produknya di dalam negeri RI; dan (3) Skema Pengembangan Inovasi, meminta perusahaan mendorong inovasi dilakukan dari dalam negeri.
Apple memilih tetap gunakan Skema 3. Skema Pengembangan Inovasi Apple di Indonesia ini bernilai USD 160 juta atau Rp2,62 triliun (kurs Rp16.380 per dolar AS) dibayar hard cash periode 2026-2028. Bersamaan, Kemenperin memproses sertifikat TKDN untuk Apple yang rencananya terbit saat Ramadan 2025 ini baru setelahnya diproses Kementerian Keuangan.
Apple setuju, komit menambah investasi guna memenuhi sanksi akibat belum menjalankan komitmen inovasi periode sebelum, dengan semestinya sesuai beleid Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) 29/2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, Dan Komputer Tablet.
Menperin dua periode sejak Oktober 2019 ini beberkan tiga cara Apple guna menambah investasinya. Pertama, dengan membawa ICT Luxshare, perusahaan Global Value Chain (GVC) alias vendor Apple untuk berinvestasi produksi aksesoris produk alat pelacak AirTag di pabrik yang tengah dibangun di Batam, Kepulauan Riau, nilai investasi USD150 juta.
Kedua, akan menjadikan Indonesia sebagai supplier bagi 65 persen AirTag di pasar dunia dimana Apple komit, komponen baterai AirTag akan dipenuhi dari produsen dalam negeri. Sekadar info, AirTag, produk rilisan April 2021 ini berfungsi membantu pengguna melacak barang pribadi bahkan hewan peliharaan.
Ketiga, "Apple juga sedang menyiapkan lini produksi di perusahaan Long Harmony, Bandung, yang akan memproduksi kain mesh untuk keperluan (berfungsi sebagai bantalan) AirPod Max. Sehingga Long Harmony akan menjadi salah satu bagian dari GVC Apple," imbuh Menperin, nilai investasi pertama dan kedua sebesar USD 1 miliar atau Rp16 triliun.
Selain itu, dalam negosiasi cycle berikutnya dan mempertimbangkan hal-hal tersebut, Kemenperin memutuskan perundingan ini tak berkaitan dengan perpanjangan cycle. "Tapi merupakan cycle baru. Sudah disepakati berdasarkan hitungan yang sudah diatur dalam Permenperin 29/2017, Apple akan membawa hard cash sebesar USD160 juta dalam konteks pemenuhan kewajiban mereka untuk Skema 3,” lugas dia.
MoU merinci, Apple akan besut tiga kegiatan: pendirian Apple Software Innovation and Technology Institute, pendirian Apple Professional Developer Academy, dan keberlanjutan Apple Developer Academy (pemberi pelatihan digital terhadap talenta Indonesia termasuk siswa dan mahasiswa).
Khusus Apple Developer Academy, sejauh ini terdapat di AS, Arab Saudi, Brazil, Indonesia, Italia, Korea Selatan. Empat lokus di Indonesia yakni Akademi Pengembang Apple di BINUS Bali (terbuka bagi peserta internasional); Apple Developer Academy di Infinite Learning Batam (terbuka bagi peserta ASEAN); Akademi Pengembang Apple di Ciputra, Surabaya; Akademi Pengembang Apple di BINUS, Tangerang.
Program Akademi ini sebagai inisiatif pertama di Asia untuk berdayakan ekonomi Indonesia dengan ciptakan pengembang kelas dunia untuk ekosistem aplikasi paling inovatif dan dinamis di dunia, berfokus pada keterampilan pengkodean (coding), desain dan profesional.
Akademi ini menawarkan kesempatan semua orang minimal 18 tahun ke atas. Angkatan akademik 2026 mulai Maret-Desember 2025.
Selain investasi dalam bentuk hard cash, pihak Kemenperin memperkirakan efek berantai program pengembangan inovasi Apple mencapai USD72,3 juta. Meliputi, transfer teknologi dari kegiatan Apple Academy sebesar USD47,3 juta sepanjang 2023-2029 yang merupakan intangible value berdasar tangible cost, dan perkiraan investasi yang diperoleh dari bisnis yang dimulai lulusan Apple Academy, mencapai USD25 juta untuk 50 perusahaan/startup.
"Apple juga sudah berkomitmen mendirikan research & development (R&D) Center yang akan fokus pada pengembangan software. Sebelumnya Apple tidak pernah membangun R&D Center di luar Amerika Serikat, kecuali di Brazil. Sehingga R&D Center di Indonesia ini, nantinya akan merupakan yang kedua di luar AS dan yang pertama di Asia," terang dia.
Pendirian R&D Center ini akan melibatkan 15 perguruan tinggi Indonesia yang tergabung Indonesia Chips Design Collaborative Center (ICDEC), organisasi nirlaba diketuai Tri Adiono dari ITB yang bertujuan mengembangkan SDM dan teknologi rangkaian terintegrasi (Integrated Circuits) di Indonesia, inisiasi Polytron dan 13 universitas pakar desain chip di Indonesia selaku pendiri, dengan Hannover Messe 2023 sebagai titik awal membentuk Chips Design Foundation di Indonesia, berbasis di Semarang, didukung Kemenperin.
Anggotanya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Politeknik Batam, Universitas Andalas (Unand) Padang, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Mataram, Universitas Pertamina, Universitas Prasetya Mulya, dan Universitas Telkom. Termasuk, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang berbasis di Lampung.
"Kemenperin dan Apple akan bersama-sama membuat Roadmap Manufaktur Apple hingga 2029 yang akan jadi komitmen memperluas keberadaan GVC Apple ke Indonesia,” jelas Menperin, menyalakan spirit, Pemerintah RI dan Apple memastikan pelaksanaan MoU bisa berjalan baik, output dan outcome-nya bisa sesuai harapan kedua belah pihak sehingga pelaksanaannya membutuhkan pengawasan.
"Apple telah menunjuk pihak ketiga untuk mengawal apa yang sudah disepakati dan dituang dalam MoU agar bisa dilaksanakan dengan baik. Dengan selesainya perundingan yang ditandatangani Kemenperin dan Apple, proses selanjutnya penerbitan TKDN bisa dimulai. Semua keperluan administrasi untuk penerbitan sertifikat TKDN telah disiapkan Apple dan akan diproses Kemenperin melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas),” pengampu Bintang Mahaputra Adipradana 2024 ini mengunci keterangannya.
Terpisah, Sekjen DPP BaraJP Relly Reagen, berharap kesepakatan bersama RI dan Apple dapat memperluas penciptaan lapangan kerja baru penyerap tenaga kerja lokal. "Selain itu, kami berharap ini mampu menjaring banyak peluang turunan kerja sama baru dengan investor raksasa teknologi serumpun lainnya," ujar dia, terhubung Jum'at (28/2/2025).
Pria berprofesi dokter asal Lampung ini juga menambahkan, populasi Indonesia 2045 yang diprediksi mencapai 325 juta jiwa, bukan saja pasar raksasa, tapi juga sumber daya digdaya bagi raksasa teknologi dunia untuk berikhtiar, berlomba-lomba berproduksi di sini. Tiga skema, adalah opsi. Semuanya baik, ujarnya.
"Seperti yang sudah, pabrikan Samsung di Kawasan Industri Jababeka Cikarang sejak 2015. Vivo di Kawasan Industri Pergudangan Cikupamas Tangerang sejak 2016. Xiaomi di Lubuk Baja Kota Batam sejak 2017. Oppo di Periuk Kota Tangerang dimana 97 persen tenaga kerjanya lokal, dan lainnya. Semoga lainnya menyusul," tutur Reagen. (Red/Rls)
