Helo Indonesia

Informatika UBL Bersinar, Dua Mahasiswanya Lolos Program Elite Google Indonesia, Siap Pimpin Inovasi AI di Kampus

Prty - Teknologi
1 jam 33 menit lalu
    Bagikan  
Informatika UBL Bersinar, Dua Mahasiswanya Lolos Program Elite Google Indonesia, Siap Pimpin Inovasi AI di Kampus

Muhammad Ilham Alparsy

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM  ---- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi Informatika UBL yang telah meraih akreditasi UNGGUL, Muhammad Ilham Alparsy dan Praise Otniel Beethoven, berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.

Program bergengsi Google yang menghimpun mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi penggerak transformasi digital dan inovasi teknologi di lingkungan kampus.

undefined

Keberhasilan tersebut diraih setelah keduanya melewati proses seleksi nasional yang sangat kompetitif. Tahun ini, lebih dari 81 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi Google Student Ambassador. Namun, hanya sekitar 2.000 peserta yang dinyatakan lolos dan menjadi bagian dari program tersebut.

Muhammad Ilham Alparsy menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung ketat dengan beberapa tahapan penilaian yang berfokus pada kemampuan teknologi, kepemimpinan, dan inovasi digital. “Proses seleksinya sangat kompetitif. Kami harus melewati seleksi administrasi, menyelesaikan tantangan kreatif berbasis teknologi artificial intelligence (AI) Google, hingga mengikuti wawancara mendalam terkait visi kepemimpinan dan kontribusi terhadap pengembangan ekosistem digital di kampus,” ujarnya melalui pesan WhatsApp (Rabu, 29/04/2026).

Tidak hanya itu, dari ribuan peserta yang lolos secara nasional, hanya sekitar 150 mahasiswa terbaik yang memperoleh undangan khusus untuk mengikuti rangkaian Inauguration Google 2026 yang digelar di MGP Space dan Kantor Google Indonesia, Jakarta, salah satunya adalah Muhammad Ilham Alparsy.

Menurut Praise Otniel Beethoven, peran Google Student Ambassador bukan sekadar menjadi representasi mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan antara Google dengan komunitas akademik dalam memperkenalkan teknologi digital terbaru kepada generasi muda. “Kami memiliki tanggung jawab untuk menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi Google di lingkungan kampus, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan, literasi digital, dan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” katanya.

Sebagai bagian dari program tersebut, para Google Student Ambassador akan menjalankan berbagai kegiatan di kampus masing-masing, mulai dari workshop AI, seminar literasi digital, pelatihan pemanfaatan ekosistem Google, hingga pendampingan mahasiswa dalam pengembangan riset dan proyek berbasis teknologi.

Keduanya menilai kesempatan tersebut sebagai pengalaman strategis yang membuka akses pembelajaran langsung mengenai budaya kerja, pengembangan produk digital, hingga jejaring profesional bersama komunitas teknologi nasional dan internasional.

“Selain memperoleh sertifikasi dan pengakuan resmi dari Google, kami juga mendapatkan kesempatan untuk membangun networking yang luas dengan komunitas teknologi dari berbagai daerah, bahkan tingkat internasional. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membawa dampak positif bagi pengembangan inovasi digital di UBL,” tuturnya.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi UBL sebagai kampus yang konsisten mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi, inovasi, dan transformasi digital. Kehadiran mahasiswa UBL dalam program Google Student Ambassador diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital kampus sekaligus melahirkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi global.( rls)