LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mencatatkan sejarah dalam teknologi antariksa dan digital untuk percepatan pembangunan Lampung. Satelit Lampung-1 dijadwalkan akan meluncur dari lepas pantai Shandong, China dua hari lagi, Rabu, 5 Agustus 2026.
Satelit tersebut kelak untuk mendukung percepatan pembangunan Lampung terutama dalam pengelolaan lingkungan hingga pengembangan industri berbasis data. Satelit Lampung-1 dibekali teknologi pencitraan Hiperspektral multi-band dipandu Artificial Intelligence (AI).
"Lampung harus berani mengambil langkah besar ke era teknologi untuk pengambilan kebijakan yang tepat dalam percepatan pembangunan daerah," ujar Gubernur Mirza, Senin (2/8/2026). Katanya, Satelit Lampung-1 bagian dari transpormasi digital daerah berbasis artificial intelligence (AI) dan Big Data.

Satelit Lampun-1 saat dibawa ke pelabuhan untuk peluncuran ke orbitnya.
Teknologi yang diusung Satelit Lampung-1 memungkinkan proses analisis data dilakukan langsung dari angkasa sehingga diperoleh data lebih cepat, akurat, dan siap dimanfaatkan oleh pemerintah dan pelaku industri untuk mempercepat pembangunan Lampung.
Peluncuran satelit yang dikembangkan melalui kerja sama antara Pemprov Lampung dengan perusahaan antariksa China, Star Vision, tersebut menjadi tonggak sejarah transformasi digital Lampung yang akan mendukung pembangunan berbasis data.
Star Vision mengumumkan jadwal peluncuran Satelit Lampung-1 melalui akun instagramnya @star.vision_aerospace. Dalam unggahannya, Star Vision mengupload dua roket pembawa satelit Hiperspektral OSE ke kapal peluncur ke perairan Shandong.
Roket tersebut selain membawa Satelit Lampung-1 juga Smarkand 2028 milik Uzbekistan sebagai bagian dari kerja sama internasional di bidang teknologi antariksa dan pengindaraan jarak jauh. Pemprov Lampung menandatangani kerjasama peluncurannya di Shandong pada 2025. (HBM)
